
Ne Zha tidak mengambil jeda setelah serangan dari Han Xiao, dia menyusul dengan serangan dari lima Elemen, masing-masing Elemen berubah menjadi jutaan anak panah. Ne Zha mengarahkan jutaan anak panah itu untuk menyerang Ras Jijian yang berjumlah jutaan dihadapannya.
BOOOOOOOOM!!!
DUUUAAAAR!!!
"Aaaaarrgghhhh!"
Suara ledakan dan jeritan saling bersahutan ketika serangan Ne Zha menghantam Ras Jijian, sekali lagi Ras Jijian diratakan dalam satu kali serangan.
Raja Ras Jijian sangat marah ketika melihat lebih banyak Ras nya berjatuhan tidak berdaya ketika melawan dua manusia disana.
"Pasukan Alam Inti Kosong berkumpul dengan Pasukan Alam Roh! Buat perisai raksasa, lindungi garis depan, serang mereka dari jarak jauh!" pekik Raja Ras Jijian.
Segera saja jutaan Ras Jijian kembali berkumpul membentuk formasi, sebuah pelindung air terbentuk sangat besar mengitari hingga jutaan Ras Jijian yang menyerang Han Xiao dan Ne Zha.
Di belakang pelindung, terdapat banyak Ras Jijian yang sudah mempersiapkan serangan baik dengan senjata ataupun Ilmu Sihir Air mereka.
Dari kejauhan, Mon Cie menatap ngeri, dia mengetahui bahwa formasi inilah yang paling ditakuti oleh sebagian besar kekuatan. Ras Jijian terkenal memiliki pelindung paling sulit dijebol karena berpondasikan jutaan kekuatan yang digabungkan.
Mon Cie tidak bisa membayangkan sekuat apa ketika jutaan kultivator Alam Inti Kosong bergabung untuk membuat pelindung. Ya, jutaan. Ras Jijian memilii jutaan kultivator Alam Inti Kosong, itulah mengapa mereka sangat ditakuti.
Pandangan Mon Cie jatuh pada Han Xiao dan Ne Zha yang melayang seraya menatap santai pada pelindung dari Ras Jijian.
Kedua pemuda itu saling pandang lalu mengangguk bersama, Han Xiao dan Ne Zha menjentikan jari mereka. Dua bola api raksasa muncul di hadapan mereka.
Api yang muncul di hadapan Han Xiao memiliki warna putih pucat, sementara Api yang muncul di hadapan Ne Zha berwarna Emas terang.
Kedua api itu adalah Api Kematian dan Api Phoenix! Tapi tidak satupun orang yang menyadari potensi dari kedua api tersebut, karena sekilas terlihat biasa saja.
Han Xiao dan Ne Zha merentangkan tangan mereka ke depan, kedua bola api itu terbang meluncur menuju Pelindung air yang dibuat oleh Ras Jijian.
"Sungguh bodoh." Raja Ras Jijian membuat mudra tangan lalu meluncurkan sebuah cahaya biru pada pelindung.
__ADS_1
Palindung Ras Jijian semakin kuat karena bantuan dari Raja Ras Jijian.
BAAAAAAAAMM!
CRASSSSHHH!!!
Semua orang akan mengira Dua api yang dilempar oleh Han Xiao dan Ne Zha padam, pelindung itu terbuat dari air, ditambah dengan kekuatan Raja Ras Jijian, seharusnya sanggup untuk mematikan api dari kultivator Dewa Sejati kedua sekalipun.
Tapi sial, Api milik Han Xiao dan Ne Zha bukanlah api biasa, kedua Api itu sangat istimewah. Kedua bola api itu berhasil membuat Pelindung menguap menjadi asap.
Tidak berhenti disana, kedua bola api itu menghantam Ras Jijian seolah tidak menabrak apapun terus melesat ke belakang menuju Raja Ras Jijian.
"Menghindar dari jalur bola api itu!" seru Raja Udang Merah.
Walaupun telat, tapi pasukan yang berada di belakang beberapa berhasil menghindar walau memiliki luka bakar.
Raja Ras Jijian maju untuk menahan bola Api yang menyerangnya itu.
Ketika Raja Ras Jijian menahan dengan kekuatannya, bola api itu masih terus melaju. Secara perlahan bola itu menyentuh tangannya. Tangan Raja Ras Jijian menjadi merah matang.
Melihat hal tersebut, segera Raja Ras Jijian mengeluarkan kekuatan penuhnya.
BAAAM!
Sial, tetap saja walaupun Raja Ras Jijian mengeluarkan kekuatan penuhnya, dia masih harus mundur karena kedua bola api itu sangat kuat.
Raja Udang Merah dan Raja Kepiting Perisai beserta tiga Patriark Sekte besar maju untuk membantu Raja Jijian.
Dengan susah payah baru mereka sanggup memusnahkan dua bola api tersebut, hal itu membuat mereka keheranan, hanya dua bola api itu saja sudah membuat mereka terengah mengeluarkan lebih dari setengah kekuatan mereka.
"Aku yakin bola api itu adalah serangan terkuat mereka, mereka tidak akan mengeluarkan serangan seperti ini lagi dalam waktu singkat! Ayo serang mereka dengan kekuatan penuh!" pekik Raja Jijian.
Pasukan Ras Jijian segera mengikuti titah dari Raja mereka untuk menyerang Han Xiao dan Ne Zha dengan kekuatan penuh, Raja Jijian sanat yakin bahwa dua pemuda itu menggunakan banyak Qi mereka untuk mengeluarkan Bola api kuat itu, maka menyerang mereka dengan kekuatan penuh akan segera memperlemah keduanya sebelum dia dan lima tokoh kuat ini menyerang dua pemuda itu.
__ADS_1
"Kau sudah mengaktifkan formasi?" Ne Zha menatap Han Xiao.
Han Xiao menepuk keningnya dengan ekspresi canggung, "Aku lupa, hehe."
Wajah Ne Zha sedikit kesal ketika mendengar jawaban Han Xiao, tadi mereka membunuh jutaan Ras Jijian, itu akan menjadi pengorbanan yang sangat banyak tapi Han Xiao tidak mengaktifkan formasi Rune.
"Tenanglah, selama darah mereka disini, itu akan masuk dalam pengorbanan." Han Xiao segera melakukan mudra tangan rumit lalu menulis sebuah pola di udara.
Swoshh...
Sebuah formasi rune raksasa terbentuk dan melebar ke seluruh medan perang lalu menghilang.
Raja Jijian yang melihat hal tersebut senang, awalnya dia berpikir Han Xiao akan melakukan serangan, tapi begitu pola emas aneh itu menghilang. Raja Jijian yakin pemuda itu tidak memiliki kekuatan lagi.
"Lihat, sudah jelas dia melemah, ayo serang!" Raja Jijian juga meminta agar pasukan Ras Kepiting Perisai, Ras Udang Merah dan tiga Sekte menyerang kearah Han Xiao dan Ne Zha.
Formasi Rune yang dilepaskan Han Xiao sangatlah langka dan unik, sehingga tidak banyak orang yang mengetahuinya. Sama seperti Raja Jijian, dua Raja lain dan tiga Patriark berpikiran serupa karena tidak mengetahui bahwa pola aneh yang dilepaskan Han Xiao sebelumnya adalah Rune Formasi, bukan serangan yang gagal.
Han Xiao mengerutkan dahi ketika merasakan bahwa kini semua orang tengah berhambur padanya dan Ne Zha.
"Mereka mengira bahwa serangan bola api tadi adalah serangan terkuat kita, dan pola dari Rune Formasi adalah serangan yang gagal karena kehabisan Qi. Jadi mereka menyerang dengan kekuatan penuh untuk membunuh kita," jelas Ne Zha ketika melihat Han Xiao yang bingung.
"Ini adalah hal yang baik, jika begitu kita akan berpura-pura lemah terlebih dulu, tunggu hingga semua dalam jangkauan serangan. Kita lepaskan jurus itu untuk memusnahkan semuanya!" Mata Han Xiao melebar dipenuhi antusias ketika mendengar penjelasan Ne Zha tentang kondisi perang saat ini.
Ne Zha mengagguk ringan, dia setuju dengan ide Han Xiao. Karena mereka tidak memiliki waktu yang banyak, maka jurus itulah satu-satunya jalan keluar agar menyelesaikan semua ini dengan cepat.
Ras Jijian bersama pasukan dari empat aliansi menyerbu ke arah Han Xiao dan Ne Zha, mereka juga satu pemikiran bahwa Han Xiao dan Ne Zha melemah. Serentetan serangan segera menghujani Han Xiao dan Ne Zha. Dua pemuda itu terpojok mengambil posisi bertahan dalam serangan.
***
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 68/75
__ADS_1