
Banyak tamu undangan yang sedikit kecewa karena Su Lihwa tidak melemparkan bunga dan memberikannya pada Han Xiao, namun mereka tidak bisa menyuarakan protes mereka, semuanya adalah pilihan Su Lihwa, sehingga tidak pantas bagi mereka untuk mengeluarkan protesan.
Pesta pernikahan itu berjalan dengan sangat meriah, Ne Zha dan Su Lihwa turun dari Altar dan duduk pada kursi yang berada di panggung, dua insan itu menerima banyak ucapan selamat dari tamu undangan atau teman dekat mereka.
"Zha aku izin untuk ke meja tema-teman," bisik Su Lihwa pada Ne Zha.
Belum sempat Ne Zha menjawab, aula utama yang tadinya berisik dan ramai tiba-tiba menjadi sanga hening. Ne Zha bukan pertama kalinya mengalami hal ini, dia menatap sosok pemua berambut biru yang tengah tersenyum lebar padanya.
"Aku yang melakukannya, ini tidak akan bertahan lama, tapi cukup untuk mengambil gambar bersama," ucap Han Xia lalu mengeluarkan sebuah benda pipih dari Cincin Spasialnya.
"Benda apa itu?" Su Lihwa bertanya dengan heran.
"Ini adalah penemuanku dan Ne Zha, benda ini bisa menyimpan gambar seperti Slip Giok, namun lebih baik dari itu." Tentu saja Han Xiao berbohong tentang ponsel adalah penemuannya dengan Ne Zha.
Han Xiao menjentikkan jarinya, Xia Shiva, Bi Jiao,Bing Xing, Bing Kong, Xi Wang, Yang Shui, Yang Qianfan dan Ne Wei bergerak tidak terbatas oleh pemberhentian waktu Han Xiao. Mereka sangat kebingungan karena mendapati banyak orang yang terdiam seperti patung.
Han Xiao menjelaskan secara singkat yang membuat mereka paham, setelah itu mereka semua berkumpul di atas panggung dibawah arahan Han Xiao.
Feng Jin yang sudah berada disamping dua pemuda itu juga tidak terpengaruh, dia tersenyum geli ketika mendengar ponsel adalah penemuan dua abangnya, tentu saja dia mengenal benda tersebut karena berasal dari dunia yang sama dengan Han Xiao dan Ne Zha.
Xian Xuenai sudah pasti tidak terpengaruh oleh berhentinya aliran waktu oleh Han Xiao, dia tersenyum kecil ketika mendengarkan kebohongan Han Xiao.
Han Xiao mengatur posisi mereka untuk berbaris rapi bersama Ne Zha dan Su Lihwa yang berada di tengah-tengah mereka, para gadis di sisi kiri bersama Su Lihwa dan para pemuda berada di barisan kanan dengan Ne Zha, setelah itu Han Xiao menggunakan sedikit Qi pada ponselnya agar melayang.
"Semuanya tersenyumlah pada benda itu, dia akan mengambil gambar kita," ujar Han Xiao dengan senyum yang lebar, dia juga merangkul bahu Ne Zha.
Han Xiao melambaikan tangannya, fitur sistem dari ponsel segera memulai hitung mundur untuk mengambi gambar.
__ADS_1
Ckrek...
gambar telah berhasil diambil, Han Xiao tidak puas, dia menyuruh semuanya bergaya bebas lalu mengambil gambar sekali lagi, barulah setelah beberapa gambar dan gaya, Han Xiao puas, dia mengambil kembali ponselnya dan menunjukan satu persatu gambar mereka pada teman-temannya.
"Jika kalian menginginkan gambar ini, aku bisa menyalinnya ke Slip Giok," ucap Han Xiao dengan riang.
"Tentu saja!" Yang Shui menjawab.
Han Xiao tersenyum riang, dia mengeluarkan beberapa Slip Giok, lalu menyalin gambar yang terdapat pada ponselnya.
"Baiklah, aku melakukan ini agar menjadi kenangan pribadi bagi kita, jangan sebarkan pada siapapun," kata Han Xiao dengan senang. "Kembalilah pada posisi duduk kalian, aku akan segera mengalirkan jalan waktu lagi," ucap Han Xiao.
Ketika semuanya telah kembali pada posisi mereka, Han Xiao kembali menjalankan aliran waktu, dalam sedetik kemudian aula Akademi menjadi sangat ramai kembali.
"Silahkan jika ingin menghampiri teman-temanmu," ucap Ne Zha pada Su Lihwa.
"Kau sudah memiliki rencana mengenai anak Zha?" tanya Han Xiao iseng.
"Kita akan lama di Benua Kayu Tengah, mungkin meninggalkannya bersama seorang bayi bukan hal yang buruk, dia bisa memiliki teman kan?" jawab Ne Zha.
Han Xiao tersedak ketika mendapatkan jawaban dari Ne Zha, "Kau gila? Untuk gadis sepertinya yang belum memiliki pengalaman apapun, dan pertama kalinya mengandung ingin kau tinggalkan? Zha seorang istri membutuhkan suami disisinya ketika mengandung. Kau tidak ingin merasakan momen dimana kau harus repot mengurusi istrimu yang sedang hamil muda?" cerocos Han Xiao.
"Aku memiliki ide untuk membawanya ke Benua Kayu Tengah," ujar Ne Zha. "Namun aku segera menepisnya, kau tahu bahaya seperti apa yang akan kita hadapi nanti disana. Aku tidak ingin kehilangan Su Lihwa."
Han Xiao menganggukan kepalanya ringan untuk tanda mengerti, kehilangan sosok paling dicintai sungguh menyakitkan, Han Xiao bahkan berharap tidak mengalami hal itu lagi.
"HAHAHAHA... PESTA YANG SANGAT MENARIK! PANTAS SAJA KALIAN TIDAK BERADA DI SEKTE KALIAN." Sebuah teriakan nyaring menggema ke seluruh aula Akademi.
__ADS_1
Han Xiao dan Ne Zha menggernyitkan dahi mereka, mata dua pemuda segera terarah pada sosok pria berkulit putih pucat, wajah pria itu sangat mengerikan, dengan mata yang sepenuhnya merah memberikan kesan menakutkan padanya bertambah.
"Siapa kau? Beraninya mengacau di pesta pernikahan anakku!" Kaisar Yang Qian mengelurkan auranya untuk menekan sosok tersebut.
Namun sosok itu sepertinya tidak terganggu, justru sosok itu tersenyum kecil ketika merasakan aura kuat dari Kaisar Yang Qian.
"Satu keturunan Xiao Tua?" Senyum pria itu semakin melebar.
"Ayah tarik auramu, dia adalah Raja Iblis Kulit Putih!" Ne Zha segera mengintrupsi Kaisar Yang Qian.
Kaisar Yang Qian segera melakukan apa yang dikatakan oleh Ne Zha, dia mengetahui bahwa yang dikatakan oleh Ne Zha tidak pernah bermain-main.
"Oh kau mengenalku pengantin baru?" Raja Iblis Kulit Putih tersenyum kecil pada Ne Zha.
"Tentu saja kami mengenalmu, aku tidak menyangka kau datang menjadi tamu tidak diundang, padahal sebelumnya kami akan mencarimu," kekeh Han Xiao.
Raja Iblis Kulit Putih menggernyitkan dahinya ketika mendengar perkataan Han Xiao, mencarinya? Setahu dirinya, tidak ada yang mengetahui kedatangannya ke Benua Angin Selatan, bahkan para Ras Iblis Klan Kulit Putihnya, hanya anaknya lah yang datang kesini dengannya yang mengetahui hal tersebut.
Sebuah pikiran gila muncul dalam kepala Raja Iblis Kulit Putih, dia sebelumnya mengira bahwa anaknya mungkin tengah berkeliaran, mengingat anaknya yang gila akan hasrat pada gadis, bukan tidak mungkin anaknya sedang berkeliaran memangsa gadis dari Ras Manusia. Namun sepertinya tidak seperti itu, anaknya tidak kembali bukan karena mencari mangsa. Tapi telah tertangkap!
"Kau menangkap anakku?" geram Raja Iblis Kulit Putih sangat marah.
***
Update Mingguan : 08/14
Update Merdeka : 12/75
__ADS_1