
Han Xiao mengeluarkan sebuah token, dapat dilihat token itu sedikit mengerikan. Belum lagi ada delapan ukiran asing diseluruh token tersebut.
"Kalian seharusnya paham," ucap Han XIao seraya menatap kedua Presiden.
Presiden Wanpi dan Presiden Mu terkejut bukan main ketika Han Xiao menunjukan token tersebut, mereka saling memandang dalam keterkejutan, sesaat kemudian mereka menenangkan diri dan menatap Han Xiao dengan cara yang berbeda.
"Kita bicarakan ini di ruang petinggi," ajak Presiden Mu.
Han Xiao mengangguk ringan, dia mengajak Ne Zha sebelum bepamintan pada Kaisar Yang Qian dan lainnya.
Seperginya Han Xiao, Ne Zha dan dua Presiden Akademi, Fu Daiyu menghampiri Kaisar Yang Qian.
"Token apa yang ditunjukan oleh anakmu? Itu terlihat sangat mengerikan, bahkan membuat dua Presiden bersikap penuh hormat," tanya Fu Daiyu, sebagai orang yang sudah hidup lebih dari seribu tahun, Fu Daiyu bisa dengan mudah membaca ekspresi orang.
"Kau bertanya padaku, lalu aku bertanya pada siapa?" Kaisar Yang Qian menjawab dengan heran.
Fu Daiyu melihat bahwa Kaisar Yang Qian tidak berbohong, jadi dia tidak mengejar lebih jauh lagi.
Patriark Donghai dan Matriark Chun yang sedari tadi diam kini menghampiri Kaisar Yang Qian dan Fu Daiyu.
"Sudahlah jangan pikirkan, bagaimana jika kita rayakan kemenangan para jenius kita?" ajak Matriark Chun.
"Ide bagus!" Fu Daiyu segera membawa Ruan Jian menuju kantin di lantai pertama.
***
Han Xiao dan Ne Zha dibawa menuju lantai paling atas di Akademi, sepanjang jalan sungguh canggung. Tidak ada yang mengangkat suara, Han Xiao sendiri tengah asik memakan buah-buahan di tangannya.
Presiden Mu masuk kedalam ruangan yang pintunya terbuka secara otomatis ketika mereka sampai di depan pintu, Han Xiao dan Ne Zha mengikuti dua Presiden tersebut masuk kedalam ruangan.
Sesampainya didalam ruangan, Han Xiao dan Ne Zha melihat sebuah meja panjang yang terdapat lima disetiap sisi berhadapan, pada ujung meja tersebut ada dua kursi yang terlihat megah dan mewah, yang satu memiliki ukiran Naga dan satunya ukiran Phoenix.
Ketika pintu tertutup, segera saja Dua Presiden menatap Han Xiao, sesaat kemudian mereka membungkuk memberikan hormat tertinggi mereka.
"Kau pastilah pewaris dari yang mulia, terimalah hormat tertinggi kami keturunan ke 1867 dari Klan Long dan Klan Feng!" seru Presiden Mu dengan tegas dan penuh penghormatan.
Han Xiao dan Ne Zha terpana, walaupun mereka sering mendapatkan penghormatan, namun penghormatan yang dilakukan oleh Presiden Mu dan Presiden Wanpi sungguh sangat dalam dan tulus.
__ADS_1
"Sudah kuduga." Han Xiao tersenyum lebar ketika mendengar identitas nyata dari dua Presiden.
"Tuan muda, nama asliku adalah Long Mu," ucap Presiden Mu.
"Aku adalah Feng Wanpi," ujar Presiden Wanpi.
"Namamu tetap nakal," celetuk Han Xiao seraya menatap panas pada Presiden Wanpi.
Feng Wanpi terkikik geli melihat tatapan Han Xiao, "Kau bisa naik ke ranjangku kapan saja," goda Feng Wanpi.
"Tunggu aku malam ini," desis Han Xiao.
"Ekhm..." Long Mu mendeham pelan.
Han Xiao tidak melanjutkan menggoda Feng Wanpi, kini pandangannya terarah pada Long Mu.
Ne Zha disisi lain hanya menonton dari awal dan memakan Buah Neraka untuk mengisi Dantiannya.
"Tuan muda ikuti kami, aku akan menunjukan senjata yang kami jaga secara turun temurun," ajak Long Mu.
Setelah mendapatkan anggukan dari Han Xiao, Long Mu mulai mengambil langkahnya, mereka menuju suatu tempat di ruangan tersebut, ketika sampai di hadapan sebuah patung wanita. Feng Wanpi mengambil sebuah kunci dari Cincin Spasialnya lalu menusukan pada lobang kunci yang berada di daerah ******** wanita. Rak buku yang berada disamping patung tersebut segera berputar untuk menunjukan sebuah jalan, ini adalah ruang rahasia!
"Memang vulgar, tapi itu sangatlah aman karena jarang orang yang berpikiran tentang lubang kunci disini hahaha..." Feng Wanpi tertawa puas seolah dia pemenang terbesar.
"Gadis celaka," gerutu Han Xiao.
Feng Wanpi tidak memperdulikannya dan membiarkan Long Mu masuk untuk memimpin jalan, Ne Zha dan Han Xiao mengikuti mereka beruda untuk masuk kedalam ruang rahasia tersebut.
Didalam ruang rahasia tersebut terdapat berbagai Alat Roh, juga terdapat banyak buku. Itu bukan sembarangan buku, itu adalah buku yang menyimpan jurus, Ilmu Sihir ataupun manual kulitvasi.
Mereka berjalan hingga sampai di pusat ruang rahasia, Long Mu dan Feng Wanpi membuat sebuah mudra tangan lalu mengarahkannya pada formasi rune yang terdapat pada meja besar di tengah.
Tiba-tiba sebuah cahaya merah darah menguar dari dalam meja tersebut, perlahan cahaya merah darah tersebut membentuk sebuah pedang, pedang tersebut sangatlah besar, mata pedang dengan lebar tiga puluh centimeter memiliki panjang dua meter, itu adalah sebuah pedang yang sangat besar!
Mata pedang tersebut didominasi oleh warna merah darah dan warna hitam, terdapat delapan mata kecil dan satu mata besar yang tertutup pada mata pedang besar tersebut.
__ADS_1
"Pedang Delapan Kejahatan!" Han Xiao berseru senang dalam hatinya ketika melihat senjata tersebut.
Han Xiao sangat mengenal pedang tersebut, tidak pernah dia sangka bahwa orang yang mengaku dirinya pencipta Devourer Manual adalah pemilik Pedang Delapan Kejahatan!
Ingatan Han Xiao segera berputar dan mendapatkan satu nama, Shixue seorang kultivator ekstrim, pria itu melawan para dewa untuk menempa keterampilan dan kultivasinya.
"Dia adalah Shixue? Pantas aku tidak asing!" batin Han Xiao tercerahkan.
Long Mu sekali lagi berdeham untuk membuyarkan lamunan Han Xiao, pria itu mengatakan bahwa Han Xiao dipersilahkan mengambil Pedang tersebut. Selama ini, tidak ada yang bisa menyentuhkan tangan pada pedang tersebut selain keturunan asli dari keluarga Long atau Feng, tapi itupun mereka tidak bisa menggunakan bahkan hanya lima persen dari kekuatan pedang tersebut. Namun selama ini, kekuatan pedang itu walaupun dikeluarkan empat persen, itu sudah cukup untuk memotong gunung raksasa dalam sekali tebasan tanpa bantuan Qi sedikitpun. Sungguh mengerikan bukan jika kekuatan penuhnya terkeluarkan?
Tangan Han Xiao terulur pada gagang pedang tersebut.
Glap...
Han Xiao berhasil menggenggam Pedang tersebut tanpa kesulitan berarti, tiba-tiba saja cahaya merah darah dari meja berkumpul dan masuk kedalam tubuh Han Xiao, juga ada kumpulan darah keluar dari delapan mata yang berada pada mata pedang tersebut masuk kedalam tubuh Han Xiao.
"Ini proses penerimaan tuan baru, akan membutuhkan berhari-hari, jika tuan muda Zha memiliki kegiatan lain silahkan tinggalkan tuan Han disini. Kami akan menjaganya dengan baik," ucap Feng Wanpi.
Ne Zha sedikit ragu, tapi setelah melakukan teknik dari Harimau Suci untuk melihat niat pada hati kedua orang tersebut, barulah dia menghela napas lega dan bergerak untuk keluar dari ruang rahasia.
Teknik dari Harimau Suci memungkinkan Ne Zha untuk melihat kedalaman hati seseorang, jika orang tersebut memiliki niat buruk. Maka Ne Zha akan mengatahuinya segera, namun yang ada pada hati Feng Wanpi dan Long Mu adalah sebuah ketulusan dan sebuah abdi besar pada Han Xiao. Maka dari itu dia merasa lega.
***
Update Mingguan : 02/14
Tadinya mau update jam 12, tapi udah ngantuk. yaudah publis sekarang aja 21:49.
Oh ya! Gengs ayo masuk ke grup chat Pengetik halu, disana ada bocoran tentang bab selanjutnya ataupun Crazy Update.
Nah bonus, Chibi Avatar Han Xiao dan Ne Zha.
__ADS_1
Pedang Lima Elemen