
Babak seratus besar segera tergelar ketika matahari sudah bergantung diatas langit, seperti kemarin, arena pertarungan dipenuhi riuh sorak sorai saling menyemangati.
Panggung Pertempuran masih sama seperti kemarin, ada lima panggung untuk mempercepat seleksi seratus besar sekarang.
Han Xiao tidak menonton seperti yang dia katakan kemarin, saat ini yang datang adalah Su Lihwa, Bing Xing, Bi Jiao dan Xia Shiva. Para gadis itu merasakan bosan sehingga memilih untuk menonton pertarungan seleksi kelas S.
Pertarungan seratus besar menjadi lebih ganas dari sebelumnya, itu karena saat ini adalah pertarungan dari para jenius terkuat, mereka hanya memiliki satu kesempatan, jika kalah, maka mereka akan segera tereliminasi. Maka dari itu semua para peserta mengeluarkan kekuatan terkuat mereka hari ini.
Pada Panggung pertarungan nomor tiga, tengah sengit sebuah pertarungan dua gadis yang cantik, namun mereka masih jauh dari level Su Lihwa atau Xia Shiva.
Kedua gadis itu memiliki kekuatan yang setara, sehingga mereka bertarung dengan terus berimbang.
"Lebih baik kau menyerah saja!" seru salah satu gadis tersebut, gadis itu berjubah merah dengan rambut yang dikucir dua seperti ekor kuda.
"Bermimpi," dengus gadis yang menjadi lawannya.
Mereka terus bertukar serangan hingga beberapa jurus, namun hasilnya nihil. Kekuatan mereka terus berimbang disetiap pertukaran, pertarungan dua gadis itu sungguh sengit, hingga gadis berjubah merah itu melakukan sebuah kesalahan, gadisyang menjadi lawannya memanfaatkan hal tersebut dan meraih kemenangan untuk melangkah masuk kedalam lima puluh besar.
Seratus besar berjalan hanya dalam beberapa jam, setelah istirahat satu jam, mereka segera memulai lagi lima puluh besar untuk menentukan grand final yang akan digelar esok harinya.
Wajah mungil imut Xia Shiva terkagum-kagum melihat pertarungan tersebut, dia yakin. Jika tidak bergabung dengan tim Penguasa Generasi, maka dia harus mengikuti pertarungan sengit tersebut, mungkin dengan kekuatannya yang sekarang tidak akan sulit menduduki salah satu dari lima kursi tersebut, tapi Xia Shiva berani menjamin jika dia tidak mengenal Ne Zha dan Han Xiao lalu bergabung dengan tim Penguasa Generasi, kekuatannya paling banyak hanya akan setara dengan Zhao Jun. Hal itu memungkinkan dia akan kesulitan mengikuti seleksi untuk kelas S.
__ADS_1
"Mengganggu totem berjalan itu ternyata sebuah keberuntungan terbesar dalam hidupku," batin Xia Shiva ketika mengingat dia ketika mengganggu Ne Zha di restoran kecil dulu.
***
Matahari menyambut hangat kemarin seleksi lima puluh besar berakhir, kini hanya tersisa sepuluh jenius yang telah mengikuti grand final dan melaju ke babak final hari ini. Pertarungan grnad final kemarin sungguh menakjubkan, para jenius ini berjuang dengan segenap kemampuan dan tenaga mereka.
Han Xiao dan Ne Zha datang menonton hari ini, mata Han Xiao melebar penuh terkejut ketika melihat salah satu peserta dalam final kali ini, seorang pemuda bertubuh gemuk penuh lemak memasang senyum penuh kebanggaan berdiri bersama sembilan peserta lainnya.
"Si gendut itu lolos grand final? sungguh keberuntungan yang baik." Han Xiao tertawa ketika melihat Zhao Jun yang memandang keseluruh podium dengan bangga, sejauh ini hanya dialah seorang kultivator Istana Bumi yang sanggup bertahan hingga final saat ini.
Keberuntungan beruang gendut itu sungguh besar, dia selalu bertemu dengan musuh yang payah, dan saat grand final ketika bertemu dengan jenius Istana Surga, dia berhasil menggunakan taktik lain untuk memenangkan pertarungan dengan cara menjatuhkan lawan dari panggung beladiri.
Han Xiao menggelengkan kepalanya pelan, Zhao Jun ini merupakan penggemar terberatnya, dia tahu itu. Otak Zhao Jun dipenuhi oleh siasat yang tinggi, kapasitas otak pemuda ini sama besarnya seperti tubuhnya, orang seperti Zhao Jun akan merepotkan jika menjadi lawan.
"Berjuanglah, aku tidak akan memilihmu untuk masuk kedalam kelas S secara langsung, aku ingin melihat kekuatanmu, jika kau sanggup memenagnkan satu kursi dari Kelas S, aku akan memberimu hadiah," jawab Han Xiao seraya terkekeh.
"Berjuanglah!" Han Xiao mengangkat tangannya.
Zhao Jun sedikit kecewa, namun siraman semangat dari Han Xiao membuat dia menjadi lebih dan lebih bersemangat untuk bertarung.
"Aku tidak akan mengecewakanmu! Aku akan mendapatkan satu kursi!" batin Zhao Jun penuh semangat.
__ADS_1
Pertarungan segera dimulai, berbeda seperti kemarin yang menggunakan lima arena pertarungan, kini hanya menggunakan satu arena pertarungan saja, ini dilakukan agar memberikan tontonan yang menarik, nama peserta segera diacak dan menunjukan satu persatu lawan mereka.
Zhao Jun berseru senang karena lawannya adalah seorang jenius Istana Surga terlemah di jejeran sembilan jenius Istana Surga lainnya, pemuda gendut itu menjilat bibirnya dan segera memikirkan taktik yang paling cocok untuk menghadapi jenius Istana Surga tersebut, Zhao Jun telah menonton seluruh pertarungan Jenius Istana Surga, hingga dia sanggup menyimpulkan apa kelamahan dan kekuatan mereka.
"Aku akan menguras kantongku." Han Xiao tersenyum kecut, namun tak urung dia senang, jika banyak jenius yang berasal dari Kekaisaran Yang masuk kelas S, itu artinya mereka akan menjadi pilar kuat yang menopang Kekaisaran Yang nanti saat dia dan Ne Zha pergi dari Benua Angin Selatan.
Pertarungan pertama adalah seorang pemuda yang berasal dari Sekte Tali Neraka, sekte ini adalah sebuah sekte dari aliran hitam, mereka terkenal dengan jurus Tali Neraka, jurus ini hampir sama dengan memiliki Pedang Jiwa, seutas tali akan menjadi senjata dari pemuda tersebut. Dimana pertarungan seperti ini yang melarang menggunakan senjata akan menguntungkannya karena Tali Neraka miliknya tidak bisa dihitung senjata, itu adalah sebuah jurus, sama seperti Pedang Jiwa. Pemuda itu bernama Gao Kou.
Disebrangnya ada seorang pemuda berjubah sangat rapi, pemuda itu menatap penuh serius pada Gao Kou, pemuda itu berasal dari Sekte Awan Terbang yang merupakan sekte aliran putih, sekte ini terkenal karena sekte mereka berada diatas awan. Serta jurus Langkah Awan sangat terkenal karena merupakan sebuah jurus meringankan tubuh terbaik di Benua Angin Selatan. Jenius dari Sekte Awan Terbang ini bernama Yun Yingjun.
Wasit segera mememberikan aba-aba untuk memulai pertarungan.
Slashh...
Yun Yingjun segera melesat menghilang dari pandangan Gao Kou, sedangkan Gao Kou segera melakukan Jurus Tali Neraka, tali tali merah berputar memutari tubuh Gao Kou dengan liar seperti ular.
Gao Kou merentangkan tangannya lalu menyerang pada belakang bagian tubuhnya.
BAM!!!
Yun Yingjun yang hendak memberikan serangan kejutan gagal dan harus terbanting kebawah oleh tekanan yang diberikan Tali Neraka, sebuah senyum segera tercetak pada bibir Gao Kou.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 12/14