Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab130. Pelatihan Ren Yanyu


__ADS_3

Bruk...


Bruk...


Bruk...


Tiga orang pria bertubuh kekar terlempar dan menabrak dinding lalu memuntahkan seteguk darah.


Sesosok gadis kecil berambut emas tengah memasang kuda-kuda dengan tangan yang terpasang kedepan seperti telah meluncurkan sebuah jurus.


Pok... Pok... Pok...


Suara tepukan tangan menghiasi udara, seorang pria berjubah bangsawan merah darah dengan hiasan Naga besi memegang sebuah pedang tertawa penuh kepuasan melihat hal dihadapannya.


"Bagus, kekuatanmu bertambah lagi Yu'er,"kata pria itu dengan semangat, dia tak lain adalah Kaisar Yang Qian. Sebagai pecinta bakat tinggi tentu Kaisar Yang Qian sangat kagum melihat Ren Yanyu.


Setiap harinya dia menyempatkan untuk memberikan arahan pada pelatihan Ren Yanyu, sesuai dengan apa yang dia korbankan. Kekuatan Ren Yanyu terus menerus naik setiap harinya.


Tiga orang yang baru saja dilempar oleh Ren Yanyu adalah prajurit kerajaan yang memiliki kultivasi Ekspansi Istana, sungguh mengerikan kekuatan Ren Yanyu yang kini baru menginjakan kakinya di Alam Emas. Bakat Ren Yanyu sungguh mengerikan, dengan bantuan sumber daya yang diberikan oleh Han Xiao dan Kaisar Yang Qian gadis kecil itu menyusul Kultivasi para kultivator muda yang lebih dahulu berkultivasi dibandingkan dengannya.


Tapi dibalik semua pencapaian itu Ren Yanyu belum merasa puas, kekuatannya masihlah lemah menurutnya. Han Xiao dan Ne Zha bisa melawan puluhan Jendral Siluman dan ratusan Siluman pada saat bersamaan. Kekuatan seperti itulah yang dikejar oleh Ren Yanyu sehingga dia terus berlatih dengan keras agar menjadi lebih kuat.


Kaisar Yang Qian bisa melihat rasa tidak puas dari wajah Ren Yanyu hanya bisa tersenyum kecut, pencapaian Ren Yanyu ini sudah sangat mengerikan. Jika diketahui oleh luas maka dia yakin akan terjadi kegemparan. Umur Ren Yanyu bisa dikatakan sudah terlalu matang untuk mulai berkultivasi, jika saja Ren Yanyu berkultivasi jauh dari sebelumnya entah sekuat apa saat ini gadis kecil itu.


"Yu'er istirahatlah dulu," instruksi Kaisar Yang Qian seraya menpuk kursi kosong disampingnya.


Kaisar Yang Qian memperlakukan Ren Yanyu seperti anaknya sendiri, hal ini tentu membuat Yang Qianfan cemburu sedangkan Yang Shui hanya bisa memaklumi. Han XIao mengangkat Ren Yanyu sebagai adik, jadi bukankah Kaisar Yang Qian juga Ayah angkat Ren Yanyu? Belum lagi bakat yang dimiliki Ren Yanyu sangatlah mengerikan hingga melebihi bakat Yang Shui sendiri.


Ren Yanyu berjalan menghampiri Kaisar Yang Qian lalu duduk di kursi samping Kaisar Yang Qian, "Terimakasih Paman Ayah," ucap Ren Yanyu seraya menerima gelas yang berisi air dari Kaisar Yang Qian.


"Yu'er, bisakah kau memanggilku dengan sebutan Ayah saja? tidak perlu memakai paman," kata Kaisar Yang Qian merasa sedikit aneh dengan panggilan yang diberikan Ren Yanyu padanya.

__ADS_1


"Ehm... Paman Ayah adalah Ayah dari Abang Han, walau Paman Ayah menganggapku sebagai anak tapi tetap saja Paman Ayah bukanlah Ayah kandungku jadi sebutan Paman aku selipkan disana. panggilan Paman Ayah adalah yang paling cocok," jawab Ren Yanyu dengan polosnya.


Kaisar Yang Qian tersedak air minumnya membuat dia meyemburkannya keluar dai mulut saat mendengar penjelasan polos dari Ren Yanyu.


"Anak ini terlalu cerdas hingga terlewat sedikit," batin Kaisar Yang Qian.


Ren Yanyu tidak menunggu tanggapan dari Kaisar Yang Qian, gadis kecil itu segera bangkit dan menuju lapangan pelatihan.


"Ayo siapa lagi?!" seru Ren Yanyu penuh semangat.


Para prajurit segera saling berlempar pandang, mereka akhir-akhir ini menjadi samsak latihan dari Ren Yanyu. Pada awalnya mereka bisa dengan mudah menekan Ren Yanyu, namun semakin hari gadis kecil itu bisa membaca pola serangan mereka dan juda kekuatan gadis kecil itu sangat mengerikan. Setiap serangan dari tangan kecilnya sungguh mengerikan, gerakan jurus Ren Yanyu sangat dinamis dan ringkas tapi memiliki kekuatan besar yang mengerikan serta mematikan.


"Ini juga pelatihan untuk kalian, apakah kalian takut hanya melawan anak kecil?" Kaisar Yang Qian angkat suara saat melihat tidak ada satupun prajurit yang ingin maju menjadi lawan latih tanding dengan Ren Yanyu.


Para prajurit itu menuduk malu, namun ada beberapa yang segera maju kedepan dan berdiri di hadapan Ren Yanyu. Prajurit itu terliat lebih muda dari yang lainnya.


"Mohon bimbingannya Putri Yanyu!" seru prajurit itu lalu mulai maju menyerang Ren Yanyu.


BOOOOOOOOOOM!!!


Keduanya bertemu dan sebuah ledakan besar terjadi, debu segera menghilang dan menampilkan Prajurit itu tengah bertukar jurus dengan Ren Yanyu.


Prajurit itu meluncurkan sebuah serangan tapak yang dialiri oleh Ilmu Sihir tanah, dia percaya bahwa Elemen tanahnya bisa meneka elemen Api milik Ren Yanyu. Tapi sayang dia tidak mengetahui bahwa Api yang dimiliki oleh Ren Yanyu adalah Api Phoenix, elemen tanah biasa seperti itu tidak akan berpengaruh. Ren Yanyu menanggapi serangan tapak itu dengan tinjunya, hanya seidikit aliran Ilmu Sihir Api yang dikeluarkan oleh Ren Yanyu. Hanya sedikit tapi itu cukup untuk melawan prajurit tersebut.


BOOOOOOOOM!!!


Gelombang kejut tercipta dari ledakan pertukaran jurus keduanya, para prajurit di samping lapanagan pelatiha berdecak kagum. Kini mereka paham arti dalam kata Kaisar Yang Qian, dan Prajurit muda itu berhasil menangkapnya walaupun secara tidak sengaja.


"Kau bertambah kuat!" komentar Ren Yanyu saat menyelesaikan pertukarannya tadi dengan prajurit muda itu.


"Hanya kemajuan kecil, tidak sebanding dengan pencapaian Tuan Putri," jawab Prajurit muda itu, memang terlihat dia tidak merendah untuk menyanjung Ren Yanyu. Dari matanya terlihat sebuah tekad kuat, tekad untuk menjadi lebih kuat yang dipenuhi kemurnian.

__ADS_1


Tentu hal itu tidak lolos dari mata tajam Kaisar Yang Qian, pria itu tersenyum samar seraya menatap Prajurit muda tersebut.


"Lanjut?" tanya Ren Yanyu.


Prajut muda itu mengangguk ringan, "Kini aku akanmenggunakan segenap kekuatanku!"


"Baiklah." Ren Yanyu segera menyerang maju kearah Prajurit tersebut.


***


Ne Zha keluar dari toko Surga Celaka, seperti sebelumnya, anak kecil yang dikenalnya menyapa dengan hangat dan lebih bersemangat dari sebelumnya.


Namun itu semua tidak membuat Ne Zha senang, pemuda itu jelas melihat ada sesuatu yang ditutupi oleh anak kecil tersebut.


"Antar aku ke rumahmu," pinta Ne Zha.


Anak kecil itu terkejut dengan permintaan Ne Zha, "Untuk apa tuan muda datang ke rumahku?" tanyanya segera.


"Hanya berkunjung, aku tidak tahu mau kemana," ujar Ne Zha.


Anak kecil itu sedikit ragu, hal itu tentu terlihat oleh Ne Zha. Pemuda itu segera mengatakan bahwa dia hanya ingin berkujung dan tidak akan melakukan hal yang buruk pada rumahnya.


Melihat ketulusan dari Ne Zha anak kecil itu akhirnya memutuskan untuk membawa Ne Zha ke rumahnya. 


***


**Bacotan Pengetik :


Hey yo!!! inilah Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!


Bonus Update : 06/18**

__ADS_1


__ADS_2