Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab427. Han Xiao vs Kong


__ADS_3

"Berhenti bicara, kita lihat tinju siapa yang paling keras dan lihat siapa yang masih berdiri di akhir pertarungan." Han Xiao memotong perkataan Kera Raksasa.


"Kau sangat berani nak, siapa namamu?" tanya Kera raksasa tersebut.


"Han Xiao," ucap Han Xiao dengan sangat bangga.


"Memanggil Surga, nama yang mendominasi. Namun, apakah nama itu cocok untukmu atau tidak, hari ini aku Kong akan menguji dirimu." Kera Raksasa bernama Kong itu berteriak lantang seraya memukul-mukul dadanya.


"Tentu saja nama itu cocok untukku." Han Xiao berkata ringan sebelum menyiapkan kuda-kuda untuk menyambut serangan Kong.


Kong segera melancarkan sebuah tinju ke arah Han Xiao, persis seperti Kera yang sebelumnya. Kong hanya menggunakan Kekuatan fisiknya saja.


Senyum riang terbentuk pada bibir Han Xiao, tangan kanan Han Xiao terangkat sebelum dirinya melompat untuk menyambut serangan yang datang, tidak seperti sebelumnya dia menunggu serangan hinggap padanya. Kini Han Xiao mengambil inisiatif untuk menyambut serangan.


Kong sedikit terkejut, tetapi itu tidak berlangsung lama setelah berpikir bahwa Han Xiao menyerahkan nyawa. Bagaimanapun kesombongan Kong memiliki dasar, Kong berada di tingkat 21 yang setara dengan Kaisar, sedangkan Han Xiao hanya berada di ranah Dewa Raja.


BAAAAAAAAM!!!


Sialnya, Kong harus menerima kenyataan pahit, dalam satu tukaran tadi. Dirinya harus terpental hingga beberapa langkah ke belakang. Namun, hal itu tidak hanya terjadi pada Kong.


Han Xiao juga terpental bahkan lebih parah, dia terbanting berulangkali di tanah sebelum benar-benar mendarat, Han Xiao bangkit dari jatuhnya. Pemuda itu menggelengkan kepalanya untuk meringankan dengungan di kepalanya.


"Wah... wah... aku terlalu meremehkanmu sebagai Monster tingkat 21." Han Xiao berkata dengan nada yang kelimpungan, jelas saja, pukulan dari Kong telah membuat dirinya terbanting puluhan meter. Han Xiao merasa ada bintang dan burung menari disekitar kepalanya.


Kong sendiri sangat terkejut saat melihat Han Xiao masih hidup bahkan tidak terluka setelah terbanting dengan sangat parah.


"Hoh... Hoh... Hoh..." Kong meraung seraya memukul dadanya, jejak kepuasan terlihat pada wajah Kong.


Selama ini Kong belum pernah bertemu dengan makhluk yang mampu beradu serangan fisik dengannya secara langsung, walaupun ada, tetapi mereka tidak seperti Han Xiao.


"Tunggu." Han Xiao mengangkat tangan kirinya sementara tangan kanan dia gunakan untuk memijat keningnya, setelah beberapa saat dia baru menatap Kong kembali.

__ADS_1


"Ayo kita lanjutkan! Hahaha!" Han Xiao melompat dengan tumpuan kakinya ke arah Kong secepat angin.


Kong tidak akan diam melihat Han Xiao yang menyerangnya, tangan besar Kong dengan sigap menahan satu demi satu pukulan yang dihantamkan oleh Han Xiao.


Tendangan, pukulan, tapak. Segala jenis serangan fisik Han Xiao lepaskan, begitu juga dengan Kong. Keduanya bertarung dengan sangat ganas dan liar, bahkan mereka berdua sudah tidak sadar bahwa pertarungan mereka mulai menghancurkan Hutan Tulang.


Han Xiao berulangkali terhempas dan tertanam ke tanah karena serangan Kong, tetapi pemuda itu bangkit lagi dan memberikan serangan yang lebih kuat semakin lama dia bertarung.


Sekali lagi kekuatan Keputusasaan dipicu, dirinya tengah melawan Monster tingkat 21, tetapi hanya menggunakan Kekuatan Fisik.


Hal itu membuat Kekuatan Keputusasaannya bangkit lagi dan memperkuat Kekuatan Fisik murninya, Han Xiao kini sanggup untuk benar-benar berhadapan terus menerus dengan Kong.


Pertarungan itu sungguh sengit, Han Xiao sendiri tidak yakin akan berapa lama dia bertarung melawan Kong hingga Kong takluk. Namun, Han Xiao yakin satu hal. Dia akan menang!


***


"Bang, apakah bang Han akan segera masuk ke lantai dua dan masuk ke ujian?" Feng Jin bertanya pada Ne Zha, dalam waktu ini menunggu Fan Meirong sungguh membosankan, tidak ada apapun di tempat ini selain Bunga Kebencian yang memancarkan racun yang sangat tinggi.


Feng Jin mengangguk ringan, pandangan gadis itu segera terarah pada Qin. Sebuah ide terlintas pada kepalanya.


"Bang, bolehkah aku berkeliling bersama Qin?" Feng Jin yakin jika sendirian, Ne Zha tidak akan mengijinkannya, hanya dengan Qin. Mereka bisa menghindari Takdir buruk.


Ne Zha sangat pintar, dia bisa dengan mudah melihat cara adiknya yang ingin berkeliling menggunakan Qin sebagai alasan.


"Ayolah Bang, masih lama untuk Fan Meirong sampai kemari, akan sangat membosankan." Feng Jin memohon pada Ne Zha.


"Aku akan pergin dengannya juga." Gouyu yang sedari tadi diam angkat suara.


"Satu bulan paling lama, jika melewatinya, aku akan mencari kalian dan menghukum kalian," ujar Ne Zha.


Feng Jin bersorak sebelum menarik lengan Qin untuk pergi menuju suatu arah, Gouyu tersenyum kecut. Dalam perkataannya pada Ne Zha, itu terdengar seperti dirinya akan melindungi Feng Jin, tetapi kemungkinan besar Feng Jin tidak membutuhkan itu, lantaran gadis berambut emas itu sudah berada di Alam Raja Abadi.

__ADS_1


Ne Zha yang sudah melihat kepergian Feng Jin kembali memejamkan matanya untuk berkultivasi, disisi lain Bing Xing tidak mengeluarkan suara sedikitpun, dia juga fokus untuk berkultivasi. Sedangkan Yan Zhong, sudah dipastikan pemuda itu akan mengikuti kemanapun Gouyu pergi.


"Fan Meirong." Ne Zha berdesis dingin saat mengingat nama orang yang telah meracuni saudaranya.


***


Satu tahun akhirnya terlewati, hari adalah bertepatan dengan jalan Takdir dimana Fan Meirong akan datang ke Bunga Kebencian.


Ne Zha, Feng Jin, Bing Xing dan lainnya mengintai dengan sangat tersembunyi seraya menunggu kedatangan Fan Meirong.


Sebuah kilatan mengerikan terpancar dari mata Bing Xing, terlihat juga Bing Xing sangat menahan dirinya. Jika bukan karena rencana Ne Zha, Bing Xing lebih baik menunggu secara langsung disana dan tidak perlu repot menyembunyikan nafsu membunuhnya.


"Aaaaaaaahh!!! Itu benar-benar Bunga Kebencian! Hahaha, Yalan kau benar-benar keberuntungan terbesarku. Aku sungguh banyak berterimakasih padamu!" Saat ini dua sosok gadis luar biasa cantik muncul didekat Bunga Kebencian. Gadis yang berteriak ini tidak lain adalah Fan Meirong.


Sementara itu yang satunya adalah Yalan yang merupakan boneka yang dibuat oleh Ne Zha.


"Kau yakin ini keberuntunganmu? Bukan kebuntungan?" suara dingin terdengar di telinga Fan Meirong.


Fan Meirong mengerutkan dahinya, dia segera melemparkan jarum racun ke arah asal suara.


Sting...


Jarum-jarum racun itu tertebas oleh sebuah Sabit besar, aura dingin segera menyebar pada saat itu juga.


Fan Meirong terkejut, segera dia mengeluarkan Pedang Pendek dari Cincin Spasialnya dan menyambut serangan Sabit Besar yang datang padanya.


Sesosok gadis berjubah putih menatap Fan Meirong dengan sangat sengit, dia adalah Bing Xing.


Bing Xing tidak bisa menahan lagi ketika melihat Fan Meirong, orang yang telah meracuni Han Xiao ada di hadapannya.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 12/14


__ADS_2