Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab226. Menuju Pulau Es Menyendiri


__ADS_3

"Aku ikut denganmu," ujar Bing Xing lalu menghampiri Han Xiao, seolah takut bahwa dia akan ditinggalkan jika tidak mendekat.


Han Xiao menundukan sedikit tengkuknya untuk menatap Bing Xing yang sedikit lebih pendek darinya, "Baiklah ayo," jawab Han Xiao santai.


"Semudah itu?" ucap Bing Xing, dia awalnya berpikir bahwa Han Xiao akan menolak karena dia mengetahui bahwa Pulau Es Menyendiri adalah tempat paling berbahaya di Benua Angin Selatan, bukan tidak mungkin kehadirannya akan menjadi beban pada pemuda tersebut. Mengingat bahwa dalam sejarah yang ditulis oleh Matriark lama Istana Falcon Utara, Pulau Es Menyendiri adalah tempat yang sangat dipenuhi oleh kejahatan.


"Kenapa? Aku tahu dalam pikiranmu pasti kau menganggap drimu beban bukan? Tenanglah kau bukan beban, kau adalah temanku lagipula tempat seperti Pulau Es Menyendiri hanyalah taman bermain bagiku yang sudah menembus Alam Raja," ujar Han Xiao dengan riang dan santai.


Bing Xing tidak terkejut ketika mendengar Han Xiao sudah menembus Alam Raja, dua pemuda yang dikenalnya dari Hutan Kegelapan dulu memang sangat abnormal, sehingga dia sudah terbiasa.


"Kau juga Zha telah menembus?" tanya Bing Xing.


Ne Zha mengangguk ringan, dia menembus ke Alam Raja satu hari setelah Han Xiao menembus, dengan bantuan barang dari Dekan Mu mereka bisa dengan mudah melakukan tembusan setelah mengisi Kekuatan Mutlak mereka dengan barang tersebut.


Bing Xing tersenyum kecut, tidak bisa dia bayangkan seberapa besar sekarang kekuatan dua pemuda tersebut, mengingat saat berada di Ekspansi Istana saja mereka sanggup menyiksa kultivator Alam Dewa.


"Ayo kita berangkat." Han Xiao dengan santai merangkul pinggang Bing Xing dan menyeret pergi gadis tersebut.


Secara sontak Bing Xing memukul tangan Han Xiao, tidak segan juga dia melakukan Ilmu Sihir Es untuk menghukum tangan nakal pemuda tersebut.


"Aku hanya merangkulmu," gerutu Han Xiao seraya mencarikan Es pada tangannya.


Bing Xing mendengus lalu berjalan mendahului Han Xiao.


"Baiklah Zha, sampai jumpa lima hari kedepan," ucap Han Xio sekali lagi pada Ne Zha seraya melambaikan tangan, pemuda itu berlari mengejar Bing Xing yang kini sudah sangat jauh darinya.

__ADS_1


Ne Zha kini sendirian di ruang tamu, pemuda itu duduk lalu mengeluarkan berbagai Tanaman Sihir dan Herbal Roh, "Aku akan menyuling pil untuk memasok kebutuhan Yu'er dalam tembusannya, baru setelah itu bisa dimulai pembukaan Istana Takdir berikutnya," batin Ne Zha lalu dia menggerakan tangannya untuk mulai memilih bahan dan menyatukannya untuk dilebur agar menjadi pil.


***


Disisi lain Han Xiao dan Bing Xing kini telah berada di gerbang utama Akademi Naga dan Phoenix, Han Xiao mengeluarkan Kuai You Shengqi, pemuda itu dengan cekatan membuka pintu lalu tersenyum lebar pada Bing Xing.


"Silahkan masuk tuan putri," ujar Han Xiao.


Bing Xing menggernyitkan dahinya, "Apa yang kau lakukan? Aku bisa membuka pintunya sendiri," balas Bing Xing.


"ABAAAAAANG HAAAAAAAAN! KAU INGIN BERJALAN-JALAN TAPI TIDAK MENGAJAK ADIKMU INI?!" celotehan Han Xiao segera tersendat ketika mendengarkan suara pekikan yang sangat kencang dan menyakitkan telinga tersebut.


Han Xiao dan Bing Xing menatap pada asal suara, mereka menemukan sesosok gadis berjubah putih longgar, wajah gadis itu memancarkan sebuah perasaan yang sangat menenagkan serta ceria.


"Xuenai? Bukankah kau masih tidur tadi?" ucap Han Xiao.


Han Xiao menggaruk kepalanya ringan, "Masuklah Xing," ujar Han Xiao lalu dia memutar dan duduk pada kursi kemudi.


Kuai You Shengqi melesat dengan sangat cepat meninggalkan gerbang Akademi menuju utara.


"Perjalanan dari Akademi menuju Pulau Es Menyendiri akan memakan waktu empat hari, kau berkata pada Ne Zha akan datang pada lima hari kedepan?" kata Bing Xing ketika teringat obrolan singkat dari dua pemuda tersebut.


"Kau sepertinya masih meremehkan Kuai You Shengqi eh? Sekali lagi mobil ini ditempa olehku dibantu dengan Petapa Api, kecepatannya menjadi puluhan kali lebih cepat dari sebelumnya, kita akan sampai di Pulau Es Menyendiri dalam beberapa jam," sahut Han Xiao santai, dia menekan tombol rune. "Eratkan sabut pengamanmu," ujar Han Xiao lalu dia menancap dalam pedal gas.


Swosh...

__ADS_1


Kuai You Shengqi melesat dengan cepat, Bing Xing melihat keluar dari jendela, tidak ada pemandangan selain gambar buram, Han Xiao tertawa senang ketika mengendarai Kuai You Shengqi dengan kecepatan yang sangat gila.


Di belakang, Xian Xuenai mendadak gemetar namun segera gadis itu menenangkan dirinya, "Sialan, ini seperti berada di lorong waktu!" gerutu Xian Xuenai.


***


"Bang Zha, hari ini aku akan menembus Alam Ekspansi Istana kan?!" Ren Yanyu penuh semangat menghampiri Ne Zha.


Tatapan Ne Zha menjadi sangat lembut lalu mengangguk pada Ren Yanyu, "Benar, Yu'er hari ini akan mencoba untuk menembus Alam Ekspansi Istana. Ikuti semua arahan dari abang dengan baik-baik. Abang Zha yakin Yu'er bisa melakukannya dengan sangat baik lalu memiliki kekuatan kuat seperti Bang Han dan Bang Zha," terang Ne Zha lalu pemuda itu memberikan pil pada Ren Yanyu.


"Pil apa ini Bang Zha?" tanya Ren Yanyu.


"Pil ini memiliki kegunaan yang sangat banyak, namun yang utama dalah untuk memasok Qi yang akan Yu'er butuhkan saat membangun Istana Takdir lainnya," jawab Ne Zha dengan sabar.


"Ayo Bang kita lakukan sekarang! Aku ingin menjadi kuat agar bisa berpetualang dengan Bang Zha dan Bang Han!" seru Ren Yanyu penuh antusias, gadis kecil itu selalu ingin berada dengan kedua abangnya, saat mendengar dua abangnya akan ke Benua Kayu Tengah. Tekad untuk menjadi kuat dalam dirinya semakin terbakar, dalam beberapa bulan ini Ren Yanyu terus berkultivasi dengan keras baik siang ataupun malam, hingga datanglah hari ini. Hari dimana dia akan memiliki kekuatan yang sangat besar.


Ren Yanyu membayangkan dia bisa mengalahkan kultivator Alam Dewa seperti Han Xiao dan Ne Zha, gadis itu menjadi tambah senang dan bersemangat.


"Aku akan melatihmu terlebih dahulu mengenai kunci-kunci yang berada pada Istana Takdir sepuluh hingga lima belas," ucap Ne Zha.


Pemuda itu memberitahu satu demi satu nama kunci yang mengunci Istana Takdir dari sepuluh hingga lima belas, Ne Zha juga memberitahu cara membukanya dengan baik dan benar, namun apakah Ren Yanyu bisa membukanya atau tidak. Itu akan tergantung pada gadis itu sendiri.


Ren Yanyu menyimak dengan baik-baik bimbingan dari Ne Zha, dia juga melemparkan beberapa pertanyaan untuk hal yang kurang dimengerti olehnya.


"Sekarang kita akan membangkitkan peluang untuk memunculkan Istana Takdir kesebelas dan lainnya." Ne Zha menyentuh meridian Neigong Ren Yanyu alu memejamkan matanya.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 12/14


__ADS_2