Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab135. Menyelesaikan


__ADS_3

"Hey lihat itu pemuda yang kemarin memukuli Cao Feng." Tunjuk seseorang yang mengenali Ne Zha karena kemarin dia adalah salah satu penonton kejadian Cao Feng yang disiksa oleh Ne Zha.


"Riwayatnya sudah habis kali ini, lima murid inti Sekte Surga Harta karun yang merupakan murid dari Ayah Cao Feng ada disini. Mereka pasti akan membuat pemuda itu membayarnya," bisik seorang penonton.


"Aku penasaran darimana dia berasal, memiliki keberanian yang besar untuk membuat Cao Feng menderita seperti itu," komentar salah satu penonton penasaran.


"Entahlah, dari pakaian yang dipakainya harusnya dia keturunan bangsawan," sahut teman dari orang yang penasaran itu.


Mata Cao Feng mentipit saat menatap Ne Zha seolah mencari ketakutan dari pemuda itu karena telah mendengar bahwa lima orang yang dibawanya adalah murid dari ayahnya yang merupakan Tetua di Sekte Surga Harta Karun.


"Dia adalah salah satu dari penyusup yang dikirim aliran hitam untuk membuat kekacauan di desa ini!" seru Cao Feng lantang pada Ne Zha.


"Cih." Ne Zha mendecih kesal, jelas itu adalah sebuah tipuan dan hanya fitnah belaka. Ne Zha telah mengidentifikasi bahwa Tang Dan tidak memiliki koneksi apapun pada sekte baik putih, netral apalagi hitam.


"Ini buktinya! Aku menemukan tas ******* itu disebuah tempat dan berisi berbagai senjata racun didalamnya." Cao Feng menujukan tas milik Tang Dan dan mengeluarkan berbagai senjata racun disana.


Jelas tas itu pasti telah diisi oleh lemak sialan itu dengan senjata racun, tas itu adalah tas yang dia dapatkan dari jambret yang disuruhnya. Ne Zha sudah muak melihat sandiwara Cao Feng, sungguh jika dinilai maka akting Cao Feng ini adlah nol besar dihadapannya. Tapi jika orang lain pasti akan mempercayai apa yang dilakukan oleh Cao Feng karena latar belakangnya yang sangat berperngaruh.


Tatapan Ne Zha beralih pada lima murid inti Sekte Surga Harta Karun, "Kalian ingin menyelesaikan dengan cara baik atau buruk?" tanya Ne Zha.


Mendengar pertanyaan Ne Zha wajah mereka memburuk, tidak pernah ada yang memperlakukan mereka seperti itu bahkan di sekte mereka selalu mendapatkan penghormatan. Tapi Ne Zha memperlakukanmereka dengan sangat acuh, walaupun mereka bukanlah murid inti yang berada di 20 besar tapi mereka memiliki kursi di seratus besar.


'Tidak ada cara yang baik, yang kuat adalah yang berkuasa. Kali ini kau akan dihukum karena telah menghinaku dengan menyedihkan kemarin!!!'' seru Cao Feng lalu memerintahkan lima murid ayahnya untuk menyerang Ne Zha.


"Aku akan mengikuti pemikiranmu," desis Ne Zha dingin lalu bersiap menerima serangan dari kelima murid inti tersebut.


Kelima murid inti itu sebenarnya tidak ingin menyerang Ne Zha bersmaan, namun saat mengetahui bahwa tingkat kultivasi Ne Zha tidak terbaca serta provokasi dari Ne Zha membuat mereka memanas.

__ADS_1


Serangan kelima murid inti itu dengan mudah dihadapi oleh Ne Zha, bahkan Ne Zha tidak perlu menggerakan posisinya untuk menghadapi lima murid inti tersebut. Tinju demi tinju, tapak demi tapak Ne Zha menanganinya dengan sangat mudah, ekspresi wajahnya tetap tidak berubah. Datar dan tenang yang mengandung rasa dingin menyendiri.


Berbagai jurus sudah lima murid inti itu keluarkan namun mereka tidak sedikitpun berhasil mendaratkan satu seranganpun pada tubuh Ne Zha. Semua serangan mereka ditangani dengan mudah oleh Ne Zha. Hal ini membuat mereka marah sekaligus khawatir, bisa jadi Ne Zha adalah kultivator hebat yang sedang menyamar.


"Hanya itu kekuatan dari lima murid inti? kalian bahkan tidak bisa menyentuh sehelai kainpun dari Gege-ku!" suara provokasi muncul dari para penonton.


Segera saja perhatian orang-orang terpusat pada seorang gadis kecil yang tengah santai memakan keripik di tangannya seraya menonton pertarungan.


"Aku tidak tau apakah ini kekuatan penuh kalian, tapi seribu dari kalian tidak akan cukup untuk menekan Gege-ku!" lanjut gadis kecil itu penuh nada provokasi. Ini sebuah provokasi telanjang!


Lima murid inti itu ingin sekali menyerang gadis bemulut pedas itu, namun saat meerasakan tatapan yang sangat dingin terarah pada mereka. Mereka ingat bahwa masalah utama yang membuat mereka kemari belumlah selesai, juga mereka merasakan sebuah bahaya dari pemuda itu sekrang.


"Apa yag kalian lakukan?! Cepat beri dia pelajaran! Bunuh jika perlu!" bentak Cao Feng saat melihat kelima murid ayahnya itu malahan terdiam menatap Ne Zha dengan mata yang ragu.


Mereka segera menarik pedang yang tersarung di pinggang mereka lalu menyerbu menyerang sekali lagi.


"Sudah cukup!" desis Ne Zha dingin, barulah kali ini Ne Zha menggerakan kakinya dan menerjang pada lima murid tersebut.


BRUK...


BRUK...


BRUK....


BRUK..


BRUK...

__ADS_1


Dengan gerakan secepat kilat Ne Zha mengeluarkan Jurus Pisau Jari Bayangan dan Tinju Pengancur Langit pada saat bersamaan dan membuat lima murid itu segera terpental hingga menabrak dinding rumah lama Tang Dan.


Kelima murid itu segera emuntahkan seteguk darah dari mulut mereka, tatapan Ne Zha segera beralih pada Cao Feng. Kilatan kekejian terlintas dari bola mata hitam malam Ne Zha.


"Kau tidak bisa berbuat apapun padaku!" seru Cao Feng penuh ketakutan ketika melihat Ne Zha bisa dengan mudahnya mengalahkan murid ayahnya hanya dengan sekali gerakan. Dia yakin walaupun para murid itu tidak masuk dalam 50besar tapi ekuatan mereka masih harus diperhitungkan.


"Tentu saja aku bisa, aku mengikuti pemikiranmu untuk menyelesaikan masalah. Yang adalah yang berkuasa bukan?" ucap Ne Zha dipenuhi nada dingin.


BAAAAANG!!!


BOOOOOM!!!


Ne Zha meluncurkan serangan demi serangan pada Cao Feng, kelima murid inti hanya bisa melihat anak dari guru mereka disiksa dibawah hidung mereka. Bukan tidak ingin membantu namun kini tulang punggung mereka terpisah sehingga mereka bahkan tidak bisa menggerakan tubuh mereka.


Ne Zha terus melancarkan serangan pada Cao Feng secara beruntun, wajah Cao Feng kini benar-benar sulit dikenali. Pemukulan yang diterimanya sungguh lebih kejam dari hari sebelumnya, dia sungguh tidak pernah mengira bahwa pemuda yang terlihat pendiam menyendiri itu memiliki kekejaman seperti ini.


Cao Feng ingin mengatakan sesuatu namun sudah tidak bisa, sebagian besar giginya sudah rontok menysisakan hanya beberapa gigi tunggal, sebuah pukulan medarat pada perutnya sebelum dia kehilangan kesadaran.


Ne Zha belum puas sehingga dia memasukan pil pada mulut Cao Feng, pra gempal itu terbangun. Berharap bahwa saat membuka matanya dia berada dibawah perawatan keluarganya. Namun sial, dia menemui Ne Zha saat membuka matanya, lagi-lagi Ne Zha memukuli Cao feng. Ketika pingsan Ne Zha akan memberinya pil untuk memulihkan  sebagian lukanya lalu memukulinya lagi.


"Haish... Inilah yang disebut mulutmu harimaumu." Qin menatap nanar penuh kasihan pada Cao Feng.


Namun ekspresi Qin di mata orang lain seperti tengah mengejek kesialan Cao Feng.


***


**Bacotan Pengetik :

__ADS_1


Hey yo!!! inilah Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!


Bonus Update : 11/18**


__ADS_2