
"Sebaiknya kalian berlatih, akan membutuhkan berhari-hari untuk mereka sampai di luar kota," saran Ne Zha ketika melihat para gadis ikut bersantai dengannya dan Han Xiao.
Xia Shiva, Bing Xing dan Bi Jiao menuruti saran dari Ne Zha untuk berlatih, sedangkan Ruan Jian kini tengah menatap gugup pada Han Xiao.
"Aku mengalami kemacetan," ucap Su Lihwa.
"Kemacetan dalam hal apa?" tanya Ne Zha lembut.
"Ketika melakukan Ilmu Sihir Api Hitam, aku merasakan sulit untuk menaikan tingkatnya," jelas Su Lihwa.
"Baiklah, akan sulit jika hanya dijelaskan. Aku akan memandumu secara langsung," balas Ne Zha lalu mengajak Su Lihwa untuk berlatih bersama.
Ruan Jian menatap kepergian dua sosok tersebut, lalu matanya terarah pada Han Xiao yang kini tengah asik memakan seblak dan Tofu Bulat, ini sudah hari ke dua sejak kedatangan tim Yang Shui dan lainnya.
Mata gadis itu sedikit ragu, tapi segera dia menggilas rasa tersebut dan menarik tangan Han Xiao yang hendak menyuapkan tulang pada mulutnya.
"Ehk... Apa yang kau lakukan?!" tanya Han Xiao dengan sedikit kesal karena tersedak, tenggorokannya segera memanas karena rasa pedas.
Ruan Jian menyodorkan minum pada Han Xiao sebelum menatap pemuda itu dengan tegas, melihat dirinya ditatap seperti itu. Han Xiao merasakan tidak nyaman tentunya.
"Apa yang kau mau?" tanya Han XIao segera.
"Aku ingin berkltivasi bersama denganmu," jawab Ruan Jian.
Han Xiao sekali lagi tersedak, tentu saja dia mengetahui kultivasi bersama dari teknik dari Sekte Musim Semi Kosong, tapi ketika melakukan teknik tersebut. Kedua belah pihak harus saling mempercayai satu sama lain, jika tidak. Maka akan berakibat buruk pada mereka.
__ADS_1
"Kau seharusnya memahami persyaratan untuk teknik tersebut dengan baik," ujar Han Xiao.
"Aku percaya padamu!" seru Ruan Jian dengan pasti.
Alis Han Xiao terangkat tinggi, tangannya menyuapkan seblak sebelum mengunyahnya dengan halus dan menelannya, "Apa yang membuat kau percaya padaku?"
Han Xiao berkata dengan logis saja, mereka baru kenal tidak lama ini. Namun gadis ini sudah mempercayainya? Sepertinya benar, bahwa perempuan mudah mempercayai lelaki.
"Itu karena guru!" jawab Ruan Jian, dia menceritakan tentang kondisi tubuhnya pada Han Xiao, saat itu ketika Han Xiao turun di Hutan Kegelapan, Ne Zha dan gurunya membicarakan tentang metode kultivasi yang menyangkut Han Xiao.
Tubuhnya bisa meledak kapan saja jika tidak ada yang bisa menyerap kekuatan dari tubuhnya, saat itu Ruan Jian sudah pasrah akan umurnya yang pendek. Tapi obrolan singkat gurunya dan Ne Zha membuat tekad hidupnya berkobar, dia ingin hidup lebih lama lagi untuk melindungi orang yang penting baginya.
Sebuah senyum terukir pada mulut Han Xiao, pemuda itu menyeruput kuah seblaknya lalu meletakan mangkuk, tatapan pemuda itu terfokus pada Ruan Jian.
"Bagus jika kau mempercayaiku, aku akan berkultivasi bersamamu, tapi tidak dengan teknik dari Sekte Musim Semi Kosongmu, metode ini kurang lebih sama namun memiliki hasil yang ratusan kali lipat lebih baik dari teknik dari sektemu," ucap Han Xiao.
"Aku akan mengikutinya," sahut Ruan Jian.
Senyum Han Xiao semakin mengembang, "Jika begitu, ayo kita mulai." Han Xiao mengajak Ruan Jian untuk ke ruang latihan.
Di tengah jalan, Han Xiao memanggil Bi Jiao dan Xia Shiva, alis Ruan Jian berkedut ringan ketika Han Xiao mengajak dua gadis tersebut. Dia sudah sangat ragu karena ketika berkultivasi bersama maka mengharuskan sepasang kultivator itu tidur bersama, namun bukan melakukan hal intim. Mereka hanya akan tidur pada ranjang yang sama dan saling berpelukan untuk menyalurkan energi. Karena hal inilah dia sangat ragu dan malu untuk mengatakan pada Han Xiao untuk berlatih menggunakan teknik tersebut.
"Tenanglah, kita tidak akan melakukan keseharusan yang ada di teknik sektemu, pada teknik yang kumiliki kita hanya perlu duduk berdampingan dan menautkan tangan. Semakin banyak yang ikut berlatih maka semakin baik," terang Han Xiao.
Ruan Jian menghembuskan napas lega, tidak tahu bagaimana kedepannya jika ada orang yang mengtetahui dirinya berpelukan di satu ranjang dengan Han Xiao.
__ADS_1
Sesampainya di kamar berlatih, Han Xiao memberi arahan untuk Xia Shiva, Ruan Jian dan Bi Jiao agar duduk melingkar bersamanya.
"Akan kuajari dulu kalian mantra dari teknik ini, mantra ini disebut Sutra Matahari dan Bulan, ini bisa digunakan untuk menyerap energi Yin pada tubuh perempuan dan menjadikannya energi Yang kepada laki-laki." Han Xiao menjelaskan bahwa energi utama yang akan diserap berasal dari tubuh Ruan Jian, dua gadis lainnya tidak perlu khawatir. Mereka akan menerima aliran energi Yin dari Ruan Jian, sedangkan Han Xiao akan menerima yang sudah dirubah menjadi energi Yang.
"Dengan cara ini selain kekuatan di tubuhmu dikurangi dengan cepat, itu juga akan bermanfaat pada dua gadis ini," tutup Han Xiao.
Han Xiao segera mengajarkan Sutra Matahari dan Bulan, saat mengajarkan. Dia sedikit canggung karena dia hanyamenuliskannya dan tidak membacakannya secara langsung, itu karena pada dasarnya Sutra Matahari dan Bulan bukanlah untuk dilafalkan oleh seorang lelaki. Menurut ingatan dari Harimau Suci, seorang lelaki sangat dilarang untuk membacakan Sutra Matahari dan Bulan, mantra ini seolah diciptakan memang untuk perempuan, Ruan Jian bisa menghafalnya hanya dalam sekali lihat.
"Kau yang akan memimpinnya." Han Xiao berkata seraya memberikan arahan pada Ruan Jian.
Ruan Jian mengangguk, lalu dia meminta lengan Xia Shiva dan Han Xiao karena merekalah yang ada disisi kanan dan kirinya.
"Kalian membacakan juga Sutra Matahari dan Bulan untuk membantu pelepasan kekuatan dari tubuh Ruan Jian," arah Han Xiao pada Xia Shiva dan Bi Jiao.
Kedua gadis itu mengangguk tanda paham.
"Baiklah kita mulai," ucap Han Xiao, dia segera mengeluarkan Ilmu Sihir Devour untuk menyerap kekuatan dari tubuh Ruan Jian.
Rasa nyaman segera memenuhi tubuh Ruan Jian, dia meraskaan kekuatan mengerikan dalam tubuhnya mulai tersebar keluar dari tubuhnya dalam jumlah besar, rasa bahagia segera membanjiri sekujur tubuhnya. Ruan Jian dengan semangat melantunkan Sutra Matahari dan Bulan untuk memimpin kultivasi bersama tersebut.
Walaupun disebut pengurangan kekuatan dalam tubuhnya, tapi nyatanya Ruan Jian tidaklah melemah sedikitpun. Justru dia merasakan tubuhnya semakin ringan dan kuat, ini merupakan kemampuan dari Sutra Matahari dan Bulan, selain untuk menyerap, mantra ini juga berguna untuk menempa tubuh dan jiwa.
"Bagus sekali Ruan Jian, lanjutkan. Kita akan berkultivasi hingga para tamu kita datang," puji Han Xiao pada Ruan Jian.
Gadis itu mengangguk penuh semangat, dia tidak bisa menjawab dengan suaranya karena kini mulutnya tengah melantunkan Sutra Matahari dan Bulan. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk menjawabnya dengan cara mengangguk.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 13/14