
"Siapa kau?!" Seorang pemuda memekik kencang saat pedangnya menangkis serangan dari Sabit besar.
Trang!
Pedang pemuda itu patah saat berusaha menahan serangan dari Sabit besar itu, mata pemuda tersebut menjadi sangat ngeri sekaligus marah. Pedang yang patah itu adalah Alat Setengah Dewa, sberapa kuat Alat Setengah Dewa? Itu hanya berada dibawah Alat Dewa. Namun, kini pedang itu patah seperti sebuah kaca rentan dibawah serangan Sabit besar dari gadis dihadapannya.
Gadis yang membawa Sabit Dingin itu adalah Bing Xing, dia sudah memburu banyak Murid Kaisar dalam amukannya. Tidak ada Murid Kaisar yang hidup setelah bertemu dengannya.
"Bantu Ketua!" seru dua pemuda di bawah lalu melesat untuk membantu pemuda yang pedangnya baru saja dipatahkan.
Mata Bing Xing memicing saat melihat dua pemuda itu melesat ke arahnya, "Sampah!" Bing Xing melambaikan Sabit Dingin ke arah keduanya.
Sebuah cahaya tebasan terlepas dari Sabit Dingin dan melesat dengan sangat cepat menuju pada dua pemuda tersebut.
Slash...
BAM!!!
Cahaya tebasan itu menebas tubuh keduanya menjadi terpotong-potong, tebasan itu masih melaju dan menghantam tanah menciptakan lubang seperti sayatan besar.
Mata pemuda yang merupakan Murid Utama Kaisar membulat, kini dia menyadari bahwa senjata Sabit yang dibawa gadis itu tidaklah sembarangan. Ketika dia menyusuri lebih detail, pemuda itu merasakan aura yang dilepaskan gadis berjubah putih di hadapannya ini berada di ranah Dewa Raja Puncak!
"Kenapa kau menyerang kami? Dari Alam Semesta mana kau berasal?!" pekik pemuda itu mulai ketakutan, dia hanya berada di ranah Dewa Raja kedua yang barusaja menembus. Tidak akan ada harapan baginya melawan ranah Dewa Raja puncak yang sedikit lagi menembus Raja Abadi.
"Berisik!" Bing Xing berkata dengan nada rendah sebelum melonjakan Qi Unsur Es yang sangat mengerikan pada Sabit Dingin dan melepaskan serangannya pada pemuda murid Kaisar tersebut.
Slash...
Kepala pemuda itu segera terpisah dari lehernya, semudah itu Bing Xing membunuh Murid Kaisar dengan bantuan Alat Dewa. Namun, mata Bing Xing tetap dingin.
Target utama Bing Xing adalah Fan Meirong, murid Kaisar Racun yang telah meracuni Han Xiao. Sialnya Bing Xing mengetahui bahwa Fan Meirong telah berhasil juga mencapai lantai dia satu tahun yang lalu.
Lima tahun Bing Xing habiskan untuk mengamuk dan berburu Murid Kaisar, sudah seratus lima puluh lebih Bing Xing membunuh murid Kaisar. Dalam perhitungannya, sudah tidak ada lagi Murid Kaisar yang tersisa, kemungkinan sisanya telah mencapai lantai dua, lantaran dia melakukan pencarian selama satu tahun tetapi hanya menemukan kelompok ini saja.
Bing Xing yang melayang mendarat di tanah, tubuhnya ambruk, tangan gadis itu menutupi wajah cantiknya yang kini mulai bersimbah air mata.
__ADS_1
"Maafkan aku Han, maafkan aku. Aku akan segera membalaskan dendammu dengan seluruh nyawaku, bahkan jika aku mati dalam prosesnya aku rela demi membalaskan dendam," racau Bing Xing seraya menunduk dan menutupi wajahnya yang terus menangis, nada Bing Xing terdengar sangat sedih dan penuh penyesalan yang besar.
'Kau ingin berkorban untuk kekasih hatimu ini?'
Bing Xing tersentak saat mendengar suara, dia mengedarkan pandangannya tetapi tidak melihat siapapun.
"Sabit Dingin, kau kah itu?" Bing Xing segera mengambil Sabit Dingin di tanah.
"Apa maksudmu?" suara Sabit Dingin terdengar bingung.
'Kau ingin berkorban untuknya?'
'Seberapa besar pengorbananmu?'
'Kau rela mati untuknya?'
Suara demi suara kembali terngiang di kepala Bing Xing, sebuah rasa yang membakar tumbuh pada dirinya. Bing Xing merasakan kekuatan yang sangat luar biasa membakar dirinya.
"Siapa kau?!" pekik Bing Xing.
'Kau akan berkorban untuknya?'
'Kau mencintainya?'
Deg...
Bing Xing segera terdiam, "Siapa dirimu, tunjukan dirimu!"
'Pertanyaan terakhir, kau ingin berkorban untuk. Han Xiao?'
Suara itu kembali muncul dan langsung membungkam Bing Xing, segera saja pikiran Bing Xing berkelana, kemungkinan besar ini adalah setan hati yang terbentuk karena dendamnya. Bing Xing mengetahui bahwa Setan hati bisa mengabulkan keinginan dengan mereka sebagai korban.
Pertanyaan yang terus muncul bersama suara itu selalu tentang 'Berkorban'
Mata Bing Xing terpejam, sejenak dia menelusuri kehidupannya, tentang bagaimana dia berada di Istana Falcon Utara. Perjalanan pertamanya yang mendapat masalah karena diserang oleh Pangeran Ming yang membawa sekelompok Hyena Darah lalu bertemu dengan Ne Zha dan Han Xiao yang menyelamatkannya saat dalam krisis.
__ADS_1
Bing Xing terus mengeksplorasi kenangan masa lalunya, sebuah senyum riang yang sangat hangat terbayang dan mencetak di kedalaman hatinya.
"Untuk membalaskan dendam Han Xiao, aku rela untuk berkorban." Bing Xing sudah memilih, tujuan awalnya datang ke Alam Abadi adalah untuk menjadi lebih kuat hingga bisa bersanding dengan Han Xiao, tetapi tujuannya kini sudah mati. Bing Xing sekarang memilih untuk berkorban dan mati.
"Semoga kita bisa bertemu lagi di kehidupan berikutnya Han Xiao," gumam Bing Xing seraya mulai menutup matanya.
Arus membakar kuat segera mendominasi tubuh Bing Xing, Sabit Dingin yang mengetahui Bing Xing ingin berkorban segera melakukan sesuatu. Sabit Dingin menyebarkan kekuatan yang sangat kuat untuk mendinginkan suhu tubuh Bing Xing yang kini meninggi.
"Tidak! Ini bukan pembakaran dari Setan hati!" Sabit Dingin segera menarik kekuatannya saat merasakan hal yang membakar tubuh Bing Xing bukanlah sesuatu yang dia kenal.
Bing Xing sendiri kini ditarik secara paksa memasuki Istana Takdirnya, di sana dia menyaksikan Jiwa Utamanya sedang dibakar. Bing Xing menjadi sangat khawatir tetapi saat mengingat kejadian sebelumnya, Bing Xing memilih diam. Ini demi dendamnya!
Bing Xing merasakan seluruh tubuhnya terbakar sangat panas, tetapi pembakaran ini bukan berasal dari Api yang bersuhu panas, melainkan dingin!
'Cinta adalah saat kau ingin berkorban demi seseorang.'
'Cinta sejati adalah ketika kau berkorban segalanya untuk seseorang.'
'Cinta sangat berbahaya dan juga indah.'
Kalimat-kalimat itu bergema di dalam Istana Takdir Bing Xing, kobaran Api yang membakar Jiwa Utama semakin besar dan menjadi warna putih sebelum berubah menjadi biru.
'Cintamu sangat dalam, kau berhasil membangkitkanku. Api Cinta!'
Bing Xing tersentak saat mendengar hal tersebut. Api Cinta! Dia mengetahui bahwa ada Empat Api Langit, dengan Api Cinta yang terkuat dan paling misterius.
Kesadaran Bing Xing kembali di tarik kedalam tubuhnya, sontak Bing Xing membuka mata dengan penuh kejutan tubuhnya kini terbakar oleh Api berwarna Biru.
"Api apa itu?" Sabit Dingin segera bertanya saat melihat Bing Xing terbangun.
"Api Cinta!" Bing Xing memberitahu dengan sedikit tidak percaya, tangan Bing Xing terangkat dan menyerang gunung yang tak jauh darinya.
Gunung itu langsung terbakar menjadi beku sebelum hancur menjadi butiran debu seperti salju.
Mata Bing Xing melebar penuh kejutan saat melihat hal tersebut, dan alangkah lebih terkejut lagi dia saat merasakan terdapat Ruang Pribadi dalam dirinya, ini berarti dirinya telah mencapai Alam Raja Abadi!
__ADS_1
***
Update Mingguan : 13/14