
Keesokan harinya Han Xiao dan Ne Zha datang ke kelas lebih awal, mereka memindai satu persatu murid kelas S yang datang ke kels secara sendiri ataupun berkelompok.
"Potensi mereka sangat bagus, mereka akan menjadi sosok mengerikan di Tanah suci lain seperti Sundaland," ucap Han Xiao dengan santai di meja guru.
"Ya, sebagai tanah suci kultivator, mereka menaikan kultivasi dengan sangat cepat, namun pondasi mereka akan sangat rapuh jika dibandingkan dengan kultivator yang berlatih dengan keras dan mengkokohkan pondasi di Benua kecil seperi lima bBenua ini," sahut Ne Zha.
Para murid tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Ne Zha dan Han Xiao karena mereka mengobrol dengan nada yang sangat rendah, sehingga sedikit sulit untuk mereka mencuri dengar.
Ketika semua murid kelas S telah berkumpul di kelas, Han Xiao tidak membuang waktu dan memulai kelas.
"Aku memiliki dua kabar untuk kalian, satu kabar buruk dan satunya kabar baik. Jadi kalian ingin mendengar kabar mana dulu?" ucap Han Xiao dengan riang.
"Buruk." Yin Cheng lah yang angkat suara terlebih dahulu.
Mata Han Xiao memindai seluruh kelas, tidak ada suara pada mereka.
"Aku menganggap bahwa kalian sependapat dengan Yin Cheng, baiklah aku akan memberitahu kabar buruk pada kalian," ujar Han Xiao.
"Kabar buruk ini mungkin menjadi kabar baik juga menurut beberapa dari kalian, kabar ini adalah tentang pembelajaran terakhir di kelas S bersama kami," lanjut Han Xiao.
Seluruh murid terdiam ketika mendengar kabar tersebut, dalam hati mereka, ada sebuah perasaan kehilangan kecil yang tidak bisa mereka artikan ketika mendengar bahwa kabar buruk ini adalah pembelajaran terakhir dari Guru Han dan Guru Zha.
"Ta-tapi mengapa menjadi yang terakhir?" Kali ini adalah He Qingman yang angkat suara, gadis itu tidk malu untuk meneteskan air matanya ketika mendengar bahwa Han Xiao dan Ne Zha akan berhenti mengajar di kelas S.
Han Xiao tersenyum hangat pada gadis tersebut, "Tenanglah, walaupun ini adalah pembelajaran yang terakhir, namun aku menjamin bahwa kalian akan memiliki pengetahuan yang luas serta kekuatan yang besar," ucap Han Xiao.
__ADS_1
"Kami akan membimbing kalian secara pribadi, satu tim perhari yang berisi tujuh orang, dan dua tim terakhir akan berisi delapan orang, sekarang yang kutunjuk maju kedepan, tim kalian akan kutentukan." Ne Zha segera menunjuk Yin Cheng, Zhan Zheng, Linghun Jundao, Su Lihwa, Huo Yan, Xia Shiva dan Cao Huangjin.
Ketujuh murid itu maju kedepan sesuai arahan dari Ne Zha.
Yin Cheng sempat mengeluh karena disatukan tim bersama Zhan Zheng, tapi ketika mendapati tatapan dingin Ne Zha, dia segera bungkam tidak mengatakan apapun lagi.
"Tim ini akan belajar hari ini, untuk sisanya kalian silahkan beristirahat siapkan diri kalian, jangan berleha-leha. Pelatihan dari kami tidak akan mudah," kata Han Xiao ditemani senyum lebarnya.
Punggung para murid tiba-tiba menjadi dingin, mereka merasakan bahwa ini adalah sebuah ketenangan sebelum perang. Mereka mengikuti arahan dari Han Xiao untuk beristirahat mempersiapkan diri, tidak ad yang tahu bagian siapa esok hari. Han Xiao sengaja tidak mengumumkan per tim secara langsung, hal ini dilakukan agar para jenius ini siap setiap saat tanpa melengahkan diri sedikitpun, dengan begitu maka saat pelatihan nanti, bakat mereka benar-benar akan tercongkel hingga dasar oleh Han Xiao dan Ne Zha.
Kini di kelas hanya tersisa tim Yin Cheng, Han Xiao dan Ne Zha.
Dua pemuda itu bangkit dari tempat duduk mereka dan menghampiri ketujuh murid mereka.
"Kau tahu kenapa Ne Zha memilih kalian untuk menjadi satu tim?" tanya Han Xiao.
"benar!" Han Xiao menepuk kepala Cao Huangjin.
"Kalian memiliki karakteristik yang sama, yaitu sangat kers kepala dan sulit diatur, itu dipengaruhi oleh dasar kekuatan yang kalian miliki, akan mudah jika mengajar orang yang memiliki karakteristik sama dibandingkan memiliki roh Beladiri yang sama," jelas Han Xiao.
"Tidak perlu membuang waktu lagi, kita akan memulai pembelajaran kalian, Su Lihwa, Yin Cheng, Huo Yan kemari, kalian akan berada dibawah bimbinganku, sisanya datanglah ke Han Xiao," ucap Ne Zha lalu duduk di mejanya.
Yin Cheng, Su Lihwa dan Huo Yan segera menghampiri Ne Zha, pemuda itu menyuruh masing-masing membawa kursi untuk duduk dihadapannya secara bergantian.
Han Xiao tersenyum kecut, Ne Zha benar-benar tidak ingin membuang banyak napasnya dalam berbicara, sehingga dia menjadi korban untuk mengambil lebih banyak murid.
__ADS_1
Zhan Zheng, Linghun Jundao, Xia Shiva dan Cao Huangjin disisi lain menghampiri Han Xiao, sama seperti yang dilakukan oleh Ne Zha, Han Xiao meminta mereka mengambil kuris dan bergantian akan mendapatkan petunjuk dalam kultivasi mereka.
"Cao Huangjin, kau yang pertama, katakan apa yang menjadi masalahmu dalam berkultivasi dan apa yang tidak bisa kau pahami," ujar Han Xiao.
Sama hal nya dengan Han Xiao, Ne Zha juga bertanya hal serupa yang diawali oleh Yin Cheng, dia tidak perlu bertanya pada Su Lihwa karena keadaan gadis itu sangat dipahami dengan baik olehnya.
Cao Huangjin segera memberikan penjelasan yang diminta oleh han Xiao, begitu juga dengan Yin Cheng, setelah cukup, mereka bergantian dengan yang lain.
Han Xiao ataupun Ne Zha tetap diam dan hanya menyimak dengan baik, mereka ingin mendengar terlebih dahulu keluhan kultivasi murid mereka, barulah mereka akan memberikan pelajaran yang sangat cocok secara bersamaan untuk menghemat waktu.
Ternyata masalah cao Huangjin adalah dalam manual kultivasi, biarpun Sekte Surga Harta Karun sangatlah kaya dan memiliki ratusan bahkan ribuan Manual kultivasi, namun nyatanya tidak ada manual yang cocok untuknya.
"Kau tahu bahwa manual kultiasi tidakah murah?" Han Xiao berkata dengan riang dan santai.
Cao Huangjin sedikit ragu dengan hal tersebut, tentu saja dia mengetahui bahwa manual kultivasi sangatlah mahal, bahkan untuk manual kultivasi tingkat rendah saja sudah memakan ratusan ribu Koin Kristal.
Tangan Cao Huangjin melambai ringan llu sebuah perisai kecil muncul di tangannya, perisai kecil itu berwarna merah darah dan menyebarkan sebuah aura jahat yang mengerikan.
Mata Han Xiao tersentak ketika melihat perisai tersebut, namun segera dia menutupi keterkejutannya.
"Jujur saja, aku mendapatkan ini dari sesseorang yang sangat misterius, awalnya orang itu datang untuk membiarkan barang ini dilelang oleh Paviliun Surga Harta Karun yang secara kebetulan sedang aku kelola, tapi saat sehari lelang akan dimulai, orang itu datang padaku. Dia mengatakan bahwa suatu hari nanti akan ada orang yang bisa memberiku Manual kultivasi yang cocok, maka gunakan ini untuk membayarnya," jelas Cao Huangjin dengan sedikit ragu.
"Haish siapa lagi ini? Xian Chin sayang, apakah ini ulahmu?" batin Han Xiao.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 07/14