Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab372. Zi Yao kedua?


__ADS_3

Diantara kerumunan, ada seorang gadis berjubah putih, pembawaannya sangat lembut dan tenang. Orang-orang yang berada disekitarnya juga merasakan tenang ketika sosok tersebut datang.


Dia adalah Jian.


Jian menonton pertarungan sengit antara Yalan dan Gouyu, dia sudah mengetahui hasil akhirnya ketika melihat Gouyu melakukan ritual kepemilikan.


Ada hal aneh pada dirinya ketika melihat Golok yang ada di tangan Gouyu, sekelebatan ingatan itu kembali muncul namun tidak dengan rasa sakitnya. Tapi setelah Gouyu menghilang, sekelebatan ingatan itu kembali menyiksanya.


Jian dengan sangat cepat pergi dari tempat tersebut dan menghiraukan temannya yang menyerukan namanya, saat inj adalah prioritas dirinya atas sakit yang dia rasakan. Jian tidak ingin orang lain mengetahui dirinya tengah merasakan sakit.


"Sial, jika disini. Bukan tidak mungkin ada Kaisar yang mengetahui diriku sakit!" gerutu Jian.


Sangat sial, rasa sakit itu terus menghantamnya. Kini yang ada dalam kepalanya bukan hanya sosok gadis, ada juga sesosok pemuda yang tengah memeluk sosok itu dengan sangat erat. Seolah, tidak ingin kehilangannya?


Jian kini bertambah bingung dan sakit, pertanyaan dalan kepalanya semakin bertambah. Siapa mereka? Kenapa mereka ada di dalam kelalaku? Jian sungguh menderita. Dia tidak sanggup pergi jauh sehingga memilih kembali ke kamarnya.


Di dalam Kamar, Jian menjambaki rambutnya, mungkin hanya hal ini yang bisa sedikit melampiaskan kesakitan dari kepalanya. Walaupun bisa meredakan hanya sedikit, Jian masih sangat menginginkannya. Sakit ini sungguh tidak bisa dia lawan, rasa sakit dari tusukan pedang bahkan tidak bisa mengalahkannya.


Air mata Jian sudah mengalir saat dia menahan agar dirinya tidak berteriak, dalam kepalanya kini mulai terihat jelas sesosok pemuda yang menangis penuh parau seraya memeluk sosok gadis yang sebelumnya terus bermunculan di kepalanya.


"Siapa kalian?!" rintih Jian mulai tidak tahan merasakan sakit yang terus mendera di kepalanya.


Seolah paham dengan rintihan Jian yang kesakitan, sosok gadis itu menatap padanya dan tersenyum lembut. Jian terpaku saat melihat senyum itu, secara tiba-tiba rasa sakitnya menghilang. Diiringi dua sosok di kepalanya juga menghilang.


Jian termemung, tangan gadis itu masih di kepalanya menggantung pada rambutnya yang berantakan. Jian masih memikirkan senyum lembut dari sosok gadis yang selalu membuat kepalanya sakit itu.


***


"Guru! Kenapa kau menarikku? Aku bisa menahan serangannya dan mengalahkannya!" Di tempat lain, Yalan yang kini berhadapan dengan Kaisar Dewa mengeluh dengan tidak terima.


"Aku tidak akan membiarkan muridku kalah di hadapan orang banyak, lebih baik bertindak seperti ini." Kaisar Dewa tidak mengatakan banyak hal lagi, dia segera melenggang pergi.

__ADS_1


Jalan masih tidak terima, tapi dia tidak bisa melawan gurunya.


***


"Guru, aku berhasil mengalahkannya!" Gouyu yang sudah berada di hadapan Kaisar Bintang melapor penuh kesenangan biarpun gurunya sudah tahu tentang kemenangannya.


Kaisar Bintang mengangguk ringan, ekspresi menyendirinya menjadi dipenuhi kehangatan pada saat menatap Gouyu dan dua muridnya.


"Kau memang hebat, boleh aku melihat Golok milikmu?" ucap Kaisar Bintang.


Gouyu tidak banyak bicara lagi, dia memiliki kepercayaan mutlak pada gurunya, sehingga dia memberikan Golok pada Kaisar Bintang.


Kaisar Bintang memperhatikan dengan sangat teliti Goloj tersebut, tidak sampai beberapa saat dia memiliki wajah penuh keterkejutan.


"Apakah benar Yan Zhong mendapatkannya di Lelang?" tanya Kaisar Bintang.


Gouyu menganggukan kepalanya, "Seperti yang kau tahu guru, aku meminta Yan'gege untuk ke Sungai Kematian di Alam Semesta Air."


Kaisar Bintang pergi menuju ke kamar Kaisar Air, beruntung bahwa Kaisar Air belum pulang kembali ke Alam Semesta Air.


"Ada yang ingin aku tanyakan." Kaisar Bintang tidak suka bertele-tele.


Dengan wajah terkejut, Kaisar Air mempersilahkan Kaisar Bintang masuk, ketika di dalam, Kaisar Air langsung menanyakan apa yang membawa Kaisar Bintang kemari.


"Apakah ada kejadian aneh di Alam Semesta Airmu dalam waktu dekat ini?" Kaisar Bintang bertanya.


Kaisar Air merenung sejenak, sebelum dia menggelengkan kepalanya, "Aku tidak yakin. Tapi ada kejadian dimana satu Ras Jijian dibantai habis pada sebuah Bintang tingkat empat."


"Apakah itu Bintang tempat Sungai Kematian berada?" Kaisar Bintang mengeluarkan pertanyaan lagi.


"Aku sedikit heran, bukankah kau seharusnya memiliki informasi seperti ini? Mengingat kau adalah pengumpul informasi terbaik." Kaisar Air menggernyitkan dahinya heran pada pertanyaan Kaisar Bintang.

__ADS_1


"Aku tidak perduli dengan kejadian seperti itu," sahut Kaisar Bintang.


Kaisar Air memilih untuk tidak berdebat, dia memberitahu bahwa kejadian itu tidak terjadi di Bintang yang mana ada Sungai Kematian.


"Lalu, apakah ada hal aneh lain di Bintang tempat Sungai Kematian?" Kaisar Bintang bertanya karena dia belum membaca laporan terbaru kejadian di berbagai Alam Semesta.


"Zhangyu dan Tou Jiu mati," jawab Kaisar Air.


Pada tingkat dirinya, Kaisar Bintang tidak akan menghiraukan jika makhluk seperti Zhangyu dan Tou Jiu mati. Tapi dia harus menyelidiki berbagai hal yang bersangkutan.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Muridku Gouyu mendapatkan Alat Setengah Dewa dari lelang Sungai Kematian, saat aku melihat Golon tersebut, itu telah ditempa menggunakan metode kuno. Yang bahkan Alam Semesta Baja tidak memilikinya, aku menduga ada Zi Yao kedua saat ini." Dugaan Kaisar Bintang seperti itu, karena pada saat Zi Yao muncul, wanita itu menampilkan berbagai keterampilan kuno yang bahkan tidak dimiliki oleh para Kaisar.


"Maksudmu, Zi Yao masih hidup?" Kaisar Air menjadi sedikit tergerak.


Kaisar Bintang menggelengkan kepalannya, "Kematian Zi Yao sudah pasti, tapi yang aku maksud. Orang yang melelang Golom di Sungai Kematian, kemungkinan besar mendapatkan peninggalan Zi Yao."


Kaisar Air bukanlah orang yang bodoh, jika benar ada seseorang yang mendapatkan peninggalan Zi Yao, bukan tidak mungkin orang tersebut memiliki ancaman yang sama dengan Zi Yao. Atau lebih besar lagi!


"Dia akan menjadi ancaman jika menjadi orang yang berlawanan," ujar Kaisar Air.


Kaisar Bintang menganggukan kepalanya, "Lalukan penyelidikan terbaik di Alam Semestamu, jika menemukannya jangan langsung bunuh. Kita akan melihat terlebih dahulu, dia berada di sisi mana."


Tidak seperti cara berpikir orang pada normalnya, mereka adalah Kaisar. Yang sudah hidup ratusan milyar tahun, cara berpikir mereka tidak akan pernah bisa ditebak dengan mudah.


Tapi karena hal itulah, mereka akan memiliki pikiran yang bercabang hingga akhirnya tidak berguna.


Memang tebakan dari Kaisar Bintang tepat, Han Xiao dan Ne Zha adalah keturunan dari Zi Yao. Namun, pilihan tentang penyelidikan. Itu akan menjadi hal tidak berguna karena Han Xiao dan Ne Zha telah pulang ke Alam Semesta Waktu.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 13/14


__ADS_2