
"Sekarang!" Yalan berteriak ketika Bola Cahaya telah mencapai puncaknya.
Seluruh Murid Kaisar mengangkat tangan lalu melakukan dorongan pada Bola Cahaya ke arah Han Xiao.
Bola Cahaya itu melesat dengan sangat cepat, Han Xiao sudah mempersiapkan diri tetapi dia masih tertangkap sedikit lengah.
Han Xiao terbang langsung untuk menghadapi Bola Cahaya dengan menghunuskan Pedang Delapan Kejahatan.
Para murid Kaisar mengerutkan dahi mereka, sungguh tidak menyangka Han Xiao akan nekat menghunuskan pedangnya dibandingkan menghindar, tetapi karena inilah. Cemoohan tercetak pada wajah mereka.
Bola Cahaya itu adalah jurus gabungan yang diturunkan oleh para Kaisar, bahkan Zi Yao yang saat itu telah meresahkan Kesatuan berhasil dibunuh oleh Bola Cahaya itu. Namun sayang mereka tidak mengetahui bahwa Zi Yao selamat.
Han Xiao telah bertabrakan dengan Bola Cahaya, bunyi ledakan keras menggema ke Segal arah, pemandangan antara Han Xiao yang beradu dengan Bola Cahaya sungguh mengesankan. Pedang Delapan Kejahatan yang berbenturan secara langsung secara tiba-tiba membuka mata utama.
Saat Mata Utama terbuka, cahaya merah darah terbentuk di sekeliling Han Xiao dan membantu Han Xiao untuk menghadapi Bola Cahaya. Percikan serta ledakan berantakan kemana-mana. Efek dari pertemuan dua kekuatan mengerikan itu sungguh luar biasa, tanah yang berada seratus meter dibawah Han Xiao menjadi berlubang bagaikan kawah raksasa, lubang itu terus menjadi besar seiring Han Xiao dan Bola Cahaya beraduan.
"Kita tidak bisa diam, kekuatan Bola Cahaya memang mendominasi, tetapi aku merasakan hal tidak baik pada Han Xiao ini." Yalan selalu dihadapkan dengan pertarungan hidup dan mati, sehingga tingkat kepekaan dalam situasinya adalah yang tertinggi.
Yalan mmengangkat Tongkat Alat Dewanya, dialirinya Qi dalam jumlah yang sangag gila. Cong Lai juga langsung bereaksi seperti Yalan, kejadian terakhir kali membuat Cong Lai tidak ingin lengah.
Melihat Cong Lai dan Yalan siap menyerang lagi, para murid Kaisar juga segera bersiap. Murid Utama mengeluarkan Senjata Alat Setengah Dewa mereka, lalu murid kedua dan ketiga mengeluarkan senjata terbaik mereka. Sekali lagi terlihat soal kualitas di sini, murid utama mendapatkan Alat Setengah Dewa sedangkan murid kedua dan ketiga ini hanya memiliki Alat yang satu tingkat dibawah Alat Dewa.
"Sialan!" Han Xiao mengumpat saat melihat murid Kaisar mempersiapkan serangan mereka lagi, saat ini dia tengah dalam kesulitan menghadapi Bola Cahaya, Han Xiao tidak bisa mundur dari Bola Cahaya karena itu akan memperburuk dirinya.
Han Xiao memejamkan matanya, dia mengalirkan kesadarannya pada Pedang Delapan Kejahatan.
"Menyatu!" Han Xiao berseru rendah lalu membuka matanya yang kini sepenuhnya menjadi warna biru gelap.
__ADS_1
Hawa Han Xiao sekali lagi berubah, itu sangat mirip dengan hawa yang dilepaskan oleh Pedang Delapan Kejahatan, ini adalah jurus untuk menyatukan diri dengan senjata! Han Xiao memilih untuk menyatukan dirina dengan Pedang Delapan Kejahatan untuk menghadapi Bola Cahaya.
Dibawah sengitnya serangan Bola Cahaya, Han Xiao meraung keras. Dirinya sudah beresonasi dengan Pedang Delapan Kejahatan, kekuatannya telah meningkat lagi. Bola Cahaya yang sebelumnya menekan Han Xiao ke bawah kini mulai terdorong oleh Han Xiao.
Yalan tidak ingin Han Xiao lolos, sehingga dia langsung memerintahkan para murid Kaisar untuk menyerang Han Xiao.
Segera saja para murid Kaisar ini melepaskan serangan mereka, sejumlah seratus lima puluh lebih cahaya warna-warni melesat ke arah Han Xiao dari berbagai arah. Cahaya itu mewakili masing-masing setiap Unsur.
Diantara cahaya itu yang paling menonjol adalah yang dilepaskan oleh Yalan dan Cong Lai, jelas saja karena mereka menggunakan Alat Dewa!
Serangan murid Kaisar sampai dengan sangat cepat, mereka mendarat telak pada tubuh Han Xiao.
Han Xiao yang masih harus menangani Bola Cahaya putih tidak sempat mengeluarkan pelindung, dengan gila serangan dari berbagai arah itu mendarat padanya.
Dibawah tekanan serangan Han Xiao tidak sanggup untuk terus melawan Bola Cahaya putih, pada akhirnya Bola Cahaya putih itu menerobos perlindungan Han Xiao dan menekannya ke bawah.
BAAAAAM!!!
Han Xiao terus tergali ke tanah sangat dalam akibat serangan dari Bola Cahaya Putih, sebuah kawah raksasa sedalam ratusan meter tercetak di permukaan tanah.
Yalan menghembuskan napas ketika melihat serangan Bola Cahaya mendarat telak pada Han Xiao, senyum sinis terbentuk pada bibir indahnya.
"Pada akhirnya kau mati di tangan kami!" ketus Yalan saat Cahaya memudar dan pada tengah kawah terlihat Han Xiao yang tergeletak tidak bergerak.
Perwujudan Han Xiao sudah sangat berantakan, tangan kanan Han Xiao hancur karena sebelumnya menahan serangan dari Bola Cahaya, darah sudah memandikan dirinya dalam genangan.
Hancur, itulah kondisi Han Xiao saat ini, aura Kematian yang pekat mengiar dari tubuh Han Xiao. Yalan lebih percaya diri saat merasakan aura kematian dari Han Xiao.
__ADS_1
"Jangan berpuas diri." Cong Lai segera berkata, "Serang dia lagi, aura kematian itu akan memperkuatnya. Bukan menandakan dia mati!"
Tidak menunggu reaksi yang lainnya, Cong Lai segera melemparkan ring Alat Dewanya untuk menyerang Han Xiao, tidak tanggung. Cong Lai menambahkan banyak Unsur Ruang yang sangat dalam disana.
Wajah Yalan berubah, sesaat dia langsung ingat salah satu aura yang dirasakannya dari Delapan Pulau. Matanya memicing dan langsung mengubah ukuran Tongkat Alat Dewa menjadi raksasa bagaikan pillar langit, Yalan langsung menghantamkan Tongkatnya pada Han Xiao.
Serangan Cong Lai dan Yalan membuat Han Xiao harus kembali tertanam lebih dalam ke tanah.
"Serang!" Cong Lai meraung untuk mengingatkan rekannya yaitu para murid Kaisar.
Semua nya tersadar, mereka langsung melakukan serangan lagi pada Han Xiao.
Sekali lagi serangkaian serangan menghantam Han Xiao yang kini terbaring tidak berdaya, serangan gabungan ini beberapa langsung mengenai kakinya, bahkan saat ini satu dari kaki Han Xiao hancur luluh lantah. Kondisi Han Xiao sudah sangat mengerikan, bagaimanapun dilihatnya. Sulit bagi Han Xiao untuk dikatakan selamat, biarpun nanti hidup, pasti akan menjadi cacat.
"Cukup!" Seorang gadis berjubah putih tiba-tiba muncul, diantara Han Xiao dan para murid Kaisar.
Kedatangan gadis itu membuat semua murid Kaisar mengerutkan dahi mereka.
"Siapa kau? Perwakilan dari Alam Semesta mana?" Yalan langsung bertanya pada gadis tersebut.
"Bing Xing, dari Alam Semesta Es," desis gadis tersebut lalu menguatkan aura hawa dingin yang sangat dahsyat. Sebuah Sabit besar muncul di tangannya.
"Sabit Dingin!" Yalan berseru dengan terkejut.
Bing Xing mengarahkan tangannya yang terbuka ke arah Han Xiao lalu mengepalkan tangannya, dalam satu detik tubuh Han Xiao yang hancur membeku menjadi sebuah bongkahan es yang memiliki suhu dingin maha dahsyat.
Bing Xing menatap dingin pada Yalan, dia mengayunkan Sabit Dingin dengan sepenuh kekuatannya ke arah Yalan.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 03/14