
Kedua gadis itu bangun dengan santai seolah tidak memiliki dosa, Xian Xuenai tersenyum pada Han Xiao menyambut sapaan pemuda tersebut dengan memberikan sebuah kecupan pada pipi pemuda itu.
"Selamat pagi bang Han!" Xian Xuenai sudah bangun namun dia masih bergelayut manja pada Han Xiao.
Bing Xing disisi lain juga walaupun sudah bangun namun gadis itu masih menempel pada Han Xiao.
"Xing, kau sudah bangun kan?" Han Xiao menggernyit heran saat melihat gadis yang selalu menentangnya ini justru menemperl seperti anak kucing.
"Diam, udara sangat dingin, tubuhmu sangat hangat bahkan melebihi hangat dari selimut bulu, maka diamlah aku masih sedikit mengantuk," sahut Bing Xing dengan anda yang polos dan tenang.
Sebuah senyum terlepas dari bibir Han Xiao, dia merasakan sebuah kemenangan ketika melihat Bing Xing yang tertidur di pelukannya. Gadis ini selalu bertingkah bagaikan patung es berjalan padanya, dia bahkan heran karena Bing Xing hangat pada yang lain namun tidak padanya.
"Yasudah jika masih ingin tidur maka tidurlah." Tangan Han Xiao bergerak untuk mengelus pucuk rambut Bing Xing.
Bukan melawan atau tepisan yang dilakukan oleh Bing Xing, gadis itu bahkan sperti mengejar tangan Han Xiao agar dielus terus menerus, tubuh gadis itu bergerak untuk mencari kehangatan pada tubuh Han Xiao. Ketika Han Xiao memperhatikan lagi wajah Bing Xing, ternyata gadis itu sudah terjatuh dalam tidurnya lagi.
"Xuenai, jangan bilang kau yang menggunakan caramu agar Bing Xing tertidur lagi." Han Xiao menatap Xian Xuenai yang kini tengah bergelayut pada tangannya.
"Hahaha, janganlah marah, kapan lagi dia menjadi manja padamu? Aku tahu selama ini dia sangat menentang padamu, jangan berpikiran buruk. Aku tidak memberikan sihir padanya agar bersikap manja padamu, dialah yang berada disini terlebih dahulu sebelum aku datang," ucap Xian Xuenai dengan santai.
Han Xiao menggaruk kepalanya, dia bingung harus melakukan apa, disisi lain dia harus segera ke Pulau Es Menyendiri, namun Bing Xing masih tertidur. Setelah mengingat bahwa dia menunggu Mo Qing datang, Han Xiao memilih untuk membiarkan Bing Xing tertidur sampai wanita Ras Iblis itu datang padanya.
***
"Selamat siang," sapa Mo Qing ketika pintu ruang penginapan Han Xiao terbuka dan Han Xiao sendirilah yang membuka pintu tersebut.
"Aku kira kau akan datang pagi hari," sahut Han Xiao.
"Semalam terjadi badai yang sangat besar, beruntung para warga telah menyelesaikan festival, jika tidak itu akan sangat berbahaya untuk mereka," ucap Mo Qing. "Aku datang siang karena pagi masih turun saju yang lebat, apakah kau tidak melihatnya?" sambung Mo Qing heran.
__ADS_1
Han Xiao tersenyum canggung, dari pagi dia tidak bisa beranjak dari kamar, sehingga dia tidak memperhatikan luar penginapan walaupun bisa melihatnya dengan Penglihatan Ilahi, namun Han Xiao tidak melakukannya karena lebih memilih makan ketimbang memperhatikan sekitar.
"Ternyata badai ini yang menyebabkan dua gadis itu beringsut masuk kedalam kamarku," batin Han Xiao.
"Kau sudah sarapan?" tanya Han Xiao seraya mempersilahkan Mo Qing duduk.
Mo Qing mengangguk ringan, "Aku sudah."
Keduanya mengobrol hal-hal ringan seraya menunggu Bing Xing dan Xian Xuenai bersiap diri, butuh tiga puluh menit untuk Han Xiao menunggu dua gadis tersebut.
Kini sesosok gadis berjubal putih longgar serta gadis berjubah biru muda yang pas dengan proporsi tubuhnya datang ke ruang tamu.
Han Xiao tersenyum melihat dua sosok indah bagaikan malaikat dihadapannya ini, "Kalian sudah besiap? Baiklah mari kita menuju Pulau Es Menyendiri."
Langkah Han Xiao diikuti oleh kedua gadis tersebut, Mo Qing sendiri menyusul berjalan paling belakang.
Sekitar lima belas menit terlewati mereka akhirnya sampai di tepian pantai yang akan menuju Pulau Es Menyendiri, hamparan luas pasir yang bercampur dengan salju memenuhi pesisir pantai, Han Xiao tidak memikirkan keunikan laut yang tidak membeku pada suhu serendah ini, itu karena mengingat di kutub utara dunianya dulu saja terdapat tempat seperti ini.
Han Xiao tersenyum kecil untuk menanggapi, "Kita tidak membutuhkan kapal, aku memiliki kendaraan yang lebih baik dari itu." Tangan Han Xiao melambai lalu Kuai You Shengqi muncul dihadapan mereka.
"Masuklah," ajak Han Xiao seraya melangkahkan kakinya menuju kabin dan duduk di kursi kemudi.
Mo Qing sempat bingung, hal itu diketahui oleh Xian Xuenai sehingga gadis itu membuka pintu penumpang dan membiarkan Mo Qing duduk disamping Han Xiao karena wanita itu akan memandu jalan mereka.
Bing Xing dan Xian Xuenai masuk kedalam kabin penumpang dan duduk dengan nyaman disana, ketika masuk kedalam Kuai You Shengqi, rasa dingin mereka segera hilang dan digantikan oleh rasa hangat.
"Kendaraan yang sangat bagus," komentar Mo Qing dengan sangat kagum ketika Kuai You Shengqi mulai melayang diatas laut dan bergerak menuju Pulau Es Menyendiri.
"Tentu saja hahaha," sahut Han Xiao dengan sangat pongah.
__ADS_1
Kecepatan Kuai You Shengqi sudah tidak perlu dikatakan lagi, hanya dalam waktu singkat mereka sudah melayang berada diatas Pulau Es Menyendiri.
Seluruh Pulau tersebut dipenuhi berbagai macam bentuk Es, sangat indah ketika melihat pepohonan hijau yang terselimuti oleh es, Mo Qing mengarahkan mereka untuk masuk kedalam hutan dalam Pulau Es Menyendiri.
Ketika masuk kedalam hutan, Han Xiao lebih kagum karena suasana didalam sini berbeda jauh dari luar, didalam hutan justru tidak memiliki sedikitpun Es dn terlihat tanaman tumbuh hijau segar. Pepohonan disini juga menjulang tinggi dan berhimpitan, jika Kuai You Shengqi belum ditambahkan sebuah pisau pemotong pada bagian depannya, mungkin mereka harus berjalan kaki masuk kedalam.
"Terus luruh kedepan, sudah dekat dari tempat yang kumaksud," ucap Mo Qing.
Han Xiao mengangguk dan mengikuti arahan jaan dari Mo Qing untuk terus mengambil jalan lurus.
"Kenapa tidak ada makhluk jahat yang dibicarakan oleh rumor?" Bing Xing mengerutkan dahinya bingung.
"Mereka tidak akan berani mendekat jika priamu ini mengeluarkan aura yang lebih menyeramkan dari kekuatan jahat itu sendiri," jawab Mo Qing dengan senyum kecut.
Bing Xing bingung dengan perkataan tersebut, aura yang dikeluarkan priamu? Maksudnya?
"Apa maksudmu?" tanya Bing Xing.
"Kau tidak merasakan aura dari priamu memang hal wajar, karena dia mengendalikannya dengan sangat baik," jawab Mo Qing.
"Bukan itu," sahut Bing Xing.
"Eh dia priamu kan?" Mo Qing adalah orang yang sudah hidup ribuan tahun jadi dia mengerti apa yang ingin dimaksudkan oleh Bing Xing. Dia segera menepuk pundak Han Xiao.
Wajah Bing Xing memerah saat mendengar perkataan tersebut, "Tentu saja bukan!" ketus gadis tersebut.
***
Update Mingguan : 02/14
__ADS_1
Update Merdeka : 04/75