Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab299. Masalah


__ADS_3

"Untuk makhluk hidup di Alam rendah, waktu tiga juta tahun memang akan lama, tapi di Alam Abadi, kau mungkin bisa menghabiskan jutaan tahun hanya untuk mengejar orang, atau kau dikejar oleh seseorang," terang Xian Chin.


Kepala Han Xiao menjadi pusing seketika, dia tidak bisa membayangkan berapa umur dari tunangannya tersebut. "Kau adalah yang paing pantas disebut perawan tua," celetuk Han Xiao.


"Han!" suara Xian Chin menggema membuat Han Xiao pusing hingga terjatuh dari duduknya.


"Oke aku minta maaf, kau memang seharusnya seperti itu, karena hanya aku yang boleh menyentuhmu, aku adalah tunanganmu, terimakasih sudah menjaga dirimu untukku," ujar Han Xiao diiringi kekehan.


"Cepat beritahu mereka untuk bersiap!" Itulah suara terakhir Xian Chin sebelum benar-benar menghilang tidak menjawab serentetan pertanyaan dari Han Xiao.


Han Xiao mendengus kesal, sebelumnya dia sangat senang karena Xian Chin yang terlihat sangat malu-malu padanya seolah gadis sekolah yang mendapat cinta pertamanya, tapi jika mengingat umur ari gadis itu mungkin sudah Jutaan atau bahkan milyaran tahun, Han Xiao menganggap hal itu sedikit geli.


"Ah sudahlah." Han Xiao menggibaskan tangannya didepan wajahnya, dia segera bangkit dan mencari Ne Zha berada. Waktu yang diberikan oleh Xian CHin hanya satu jam dari sekarang, sehingga dia harus mempersiapkan hal terakhir, yaitu perpisahan singkat pada orang-orang terdekatnya.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Han Xiao menemukan Ne Zha yang sedang berduaan dengan Su Lihwa.


"Ehm... Aku akan kembali tiga puluh menit lagi kemari," kata Han Xiao ketika sampai disana dia tengah melihat adegan mesra dari Ne Zha dan Su Lihwa.


Sebagai kultivator, tentu saja Ne Zha dan Su Lihwa mendengar suara Han Xiao, mereka dengan serempak menatap kearah Han Xiao yang tengah melangkah pergi.


"Tidak perlu, Han kapan waktu kita berangkat?" tanya Ne Zha.


Han Xiao menghentikan langkahnya, segera saja pemuda itu menggelengkan kepala dan menggibaskan tangan, "Tidak Zha, aku tidak melihatnya." Han Xiao melipat tiga jarinya dan menyisakan jari telunjuk dan tengah, "Serius, aku tidak melihatnya," ulang Han Xiao.


Ne Zha meraih pot bunga yang berada disampngnya, dia melemparkan pot bunga tersebut hingga mendarat tepat di kepala Han Xiao, hal itu membuat Han Xiao serentak membalik dan mengaduh kesakitan.


"Aku tidak melihatnya Zha sungguh!" seru Han Xiao dengan panik.

__ADS_1


Hendak saja Ne Zha mengambil pot lainnya dan melemparkan pada Han Xiao jika tidak ditahan oleh Su Lihwa.


"Berhenti bercanda, waktu kita pasti tidaklah banyak," ujar Ne Zha.


Han Xiao mengerucutkan bibirnya kesal, namun segera saja sorot matanya menjadi sangat bahagia, "Ya benar, kita hanya memiliki waktu satu jam sebelum berangkat ke Alam Abadi."


Ne Zha menganggukan kepalanya ringan, dia mengatakan bahwa semua barang miliknya sudah siap, hanya tinggal menunggu keberangkatan mereka. Ne Zha bertanya apakah Han Xiao sudah mempersiapkan semuanya, pemuda itu hanya terkekeh dan menjawab bahwa tidak banyak barang yang dimilikinya, dan semua itu sudah ada di Cincin Darah miliknya.


"Hanya mengucapkan perpisahan saja, itu bisa dilakukan ketika kita berangkat, labih baik kau gunakan waktu satu jam ini dengan hal yang lebih baik," saran Ne Zha pada Han Xiao.


Han Xiao menggaruk kepalanya, tidak banyak hal yang lebih baik seperti yang dikatakan oleh Ne Zha, orang0orang yang sangat dekat dengannya bisa dihitung dengan jari. Dan kini mereka juga berada di Akademi atau di Sekte mereka.


Pada akhirnya Han Xiao hanya mengiyakan saran dari Ne Zha, pemud itupun melenggang pergi dari tempat tersebut, dan meninggalkan Ne Zha dan Su Lhiwa berduaan kembali.


Ketika melihat bahwa Han Xiao sudah pergi jauh, Su Lihwa mengarahkan pandangannya pada Ne Zha, "Hanya satu jam lagi waktu kita untuk bersamaan seperti ini," lirih Su Lihwa.


"Zha, apa yang kau lakukan?" tanya Su Lihwa.


"Ini adalah tanda dari Pasukan milikku, dengan tanda ini. Aku bisa memanggilmu kapan saja, jadi jangan cemas lagi, aku bisa menarikmu ke sisiku pada suatu waktu. Namun dengan kekuatanku yang sekarang, akan sulit melakukan hal tersebut, aku membutuhkan setidaknya Alam Dewa Roh," jelas Ne Zha. 


Wajah Su Lihwa menjadi sangat senang ketika mendengar penjelasan dari Ne Zha, "Bagus jika begitu, aku yakin bahwa peningkatan kultivasimu sangatlah mudah, aku akan menunggu hingga kau mengambilku ke sampingmu lagi, kini aku tidak terlalu berat untuk melepaskanmu dan menunggumu, aku akan berkultivasi dengan seluruh kemampuanku agar saat kau menngambilku nanti aku tidak menjadi beban untukmu!" Su Lihwa berkata dengan tekad yang sangat kuat dan bulat.


Beban dan ganjalan dalam dirinya kini sudah terangkat, hilang sudah semua keraguan dan keresahan dalam dirinya. 


Ne Zha tentu menyadari hal tersebut, dia tersenyum senang ketika caranya berhasil mengangkat beban dan ganjalan dalam diri Su Lihwa, kini dia juga semakin yakin bahwa Su Lihwa akan bertahan hingga dia datang nanti, setidaknya akan membutuhkan waktu puluhan atau ratusan tahun saja untuk Su Lihwa mencapai Alam Dewa Roh.


***

__ADS_1


"Huaaaah! Aku harus kemana?" Han Xiao menggaruk kepalanya bingung, sebelumnya dia sudah mengelilingi Benua Angin Selatan bersama Legenda Benua Angin Selatan, juga dia sudah bernostalgia perjalanan hidupnya di dunia ini. Sekarang dia bingung harus melakukan apa selama satu jam ini, tidak pernah sekalipun dalam hidupnya merasa bingung ketika untuk menghabiskan waktu.


Pada akhirnya Han Xiao memutuskan untuk datang ke dapur, disana ada Feng Jin yang sedang asik membuat kue ditemani Chang Yue, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang.


"Han, kau disini?" Chang Yue segera menghampiri Han Xiao ketika pemuda itu datang ke dapur.


Han Xiao mengangguk ringan.


"Aku sudah membersihkan rambutku, sekarang sudah tidak ada lagi kutu!" ceplos Chang Yue dengan polosnya.


Han Xiao membeku, sementara Xiao Jiang, Xiao Wushuang dan Feng Jin menatap aneh pada Han Xiao.


"Aku bisa jelaskan." Han Xiao mengangkat tangannya.


Setelah mendengar penjelasan Han Xiao, ketiga gadis itu menepuk kening mereka, ternyata dibalik garangnya Chang Yue di medan perang, gadis itu justru sangatlah polos dibandingkan dengan apa yang mereka pikirkan. 


"Apakah dia memiliki kepribadian ganda sungguhan? Atau ada masalah dengan kepalanya?" Han Xiao megetuk kening Chang Yue tiga kali.


"Hush!" Feng Jin, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang menjauhkan tangan Han Xiao dari Chang Yue, sedangkan Chang Yue yang diketuk oleh Han Xiao justru mengejar tangan Han Xiao.


Han Xiao kini justru bertambah bingung, apakah keputusannya untuk datang ke dapur adalah pilihan yang tepat. Ya, setidaknya dia memiliki kegiatan yang bagus untuk Xiao Jiang, Xiao Wushuang dan Chang Yue sebelum meninggalkan mereka. Tidak lama kemudian juga datang Yang Shui yang ikut memasak. 


Wajah Han Xiao menjadi pucat, kini dia meyakini bahwa pilihannya datang ke dapur adalah masalah.


***


Update Mingguan : 14/14

__ADS_1


Update Merdeka : 43/75


__ADS_2