
Kaisar Yang Qian merasakan tenang dan senang dalam hatinya, sudah sangat lama dia menginginkan momen damai dari anak-anaknnya, sepertinya Pertarungan Keajaiban tidak sebatas memberi keajaiban pada para jenius saja. Itu juga menjadi keajaiban untuknya.
Pemenang terbesar kali ini adalah Kekaisaran Yang, itu karena bukan hanya tiga tim dari Kekaisaran menduduki tiga besar, mereka juga sangat beruntung karena meninggalnya Ming Huan yang merupakan Pangeran Kekaisaran Ming.
Dekan Li mendatangi kamar Han Xiao dan mengajak semua orang yang didalam menuju aula utama, disana sudah ada petinggi Akademi yang akan secara langsung memberikan ucapan selamat dan hadiah pada para jenius tim Penguasa Generasi dan empat tim lainnya.
Ketika sampai di aula utama, Han Xiao bisa melihat sebuah layar proyeksi besar yang menunjukan urutan posisi yang diduduki oleh tim peserta Pertarungan Akademi.
Nama Penguasa Generasi berada di urutan nomor satu dengan huruf berwarna emas terang, hal mengejutkan kali ini adalah tim Yang Qianfan menduduki posisi kedua, sepertinya pemuda itu telah berburu dengan liar untuk mendapatkan poin. Posisi ketiga diisi oleh tim Yang Shui.
Tim Bing Kong berada pada posisi keempat dan tim Xi Wang menduduki posisi kelima, mereka bukan tidak kuat, namun mereka sudah gencar untuk berburu para jenius, tapi serangan gila Yang Qianfan dan Yang Shui bukan hal yang bisa dilakukan oleh mereka karena mereka berdua tidak memiliki Perubahan Tubuh dari Binatang Suci seperti Naga dan Qilin.
"Usaha yang baik." Han Xiao menepuk pundak Yang Qianfan.
"Terimakasih," sahut Yang Qianfan.
Kini seorang pria dan wanita menghampiri para muda-mudi tersebut, pria itu memiliki tampilan yang sangat elegan dan santai, cara berpakaiannya sungguh terlihat seperti dia adalah orang yang paling terpelajar dan rapi. Terlihat seperti bangsawan kelas tinggi!
Sedangkan wanita disampingnya memiliki tampilan yang berapi-api, buah dadanya yang besar seperti dengan sengaja di tonjolkan untuk menarik perhatian, ditambah pakaian yang terlihat sangatlah minim, dia sungguh terlihat sangat panas untuk para lelaki!
"Aku suka yang seperti ini," ucap Han Xiao ketika memandang buah dada wanita itu secara terang-terangan tanpa tahu malu.
BUUK...
PLAK...
Sebuah pukulan dan tamparan mendarat pada Han Xiao. Bukan, bukan wanita tadi pelakunya, melainkan dua gadis yang kini tengah menatapnya nyalang, mereka adalah Ruan Jian dan Bi Jiao.
__ADS_1
Punggung Han Xiao tiba-tiba merinding, segera dia memalingkan wajahnya untuk melihat sosok di sampingnya. Han Xiao mendapati Yang Shui tengah menatapnya dengan tatapan horor membuat bulu kuduk Han Xiao merinding.
"Ayolah aku hanya bercanda," ringis Han Xiao seraya mengangkat jari tengah dan telunjuknya membentuk huruf V diiringi senyum canggungnya.
"Hmph!!!" Ketiga gadis itu mendengus secara bersamaan.
"Apa yang salah dengan otak mereka?!" kutuk Han Xiao dalam hatinya, gadis yang berprilaku seperti ini lebih menakutkan dari Binatang Iblis tingkat 8 menurutnya.
"Hahaha... Kalian sangat akrab ya, sudahlah biarkan. Aku juga tidak terganggu oleh pandangannya pada tubuhku." Wanita itu membubarkan rasa canggung yang bergaung didalam ruangan karena tingkah Han Xiao.
"Perkenalkan, aku adalah Wanpi Nuhai, petinggi Akademi, kalian bisa memanggilku Presiden Wanpi," ucap wanita tersebut.
Segera saja para anggota tim lain menyapa Wani Nuhai, mereka juga memberikan penghormatan karena Wanpi Nuhai adalah Presiden Akademi.
"Gadis Nakal, pantas saja kau berpakaian seperti ini," celetuk Han Xiao mengomentari arti nama dari Presiden Wanpi.
"Perkenalkan aku adalah Ouyang Mu, aku juga merupakan Petinggi Akademi, kalian bisa memanggilku Presiden Mu, juga di Akademi hanya posisi kita berudalah yang tertinggi," sapa pria berpenampilan elegan tadi.
Baik Ouyang Mu atau Wanpi Nuhai adalah orang yang sama dengan orang yang menonton Pertarungan Keajaiban dalam bayang-bayang, mereka adalah orang tertinggi di Akademi, dengan turun tangan untuk mengucapkan selamat dan hadiah secara langsung pada pasukan Penguasa Keajaiban sungguh menakjubkan.
Bahkan orang sekuat Kaisar Yang Qian masih harus memberikan hormat, tapi harga diri Kaisar Yang Qian sangatlah mahal dan tinggi, dia hanya bersikap hormat, tidak membungkuk seperti yang dilakukan oleh dua Kaisar dari Kekaisaran Ren dan Ming.
"Aku ucapkan pada pasukan Penguasa Generasi, kalian sungguh benar-benar Penguasa Generasi," ucap Presiden Mu dengan sangat ramah.
"Kenapa kita dikeluarkan? Bukankah mereka masih bisa kita bunuh?" ujar Han Xiao, dia ingat bahwa pertarungan keajaiban belum berjalan bahkan satu bulan, tapi mereka sudah dikeluarkan.
Presiden Mu tersenyum canggung sebelum dia menjelaskan, jika tim Penguasa Generasi terus berada disana, bukan hanya menyebabkan teror. Maka kemungkinan besar seluruh peserta dari kekuatan besar dan menengah akan tereliminasi seluruhnya, itu bukanlah yang diinginkan oleh Akademi.
__ADS_1
"Mereka akan sulit menunjukan bakat mereka jika dibawah teror kalian, maka dari itu kami memutuskan untuk mengeluarkan kalian dan menjadikan kalian pemenang terbesar era ini," jelas Presiden Wanpi.
"Jika begitu, mana hadiah kami?" Han Xiao mengadahkan tangannya pada Presiden Wanpi.
Wanita itu terbatuk pelan, bocah dihadapannya ini sungguh seperti tidak memiliki etika dan hanya bertingkah semaunya saja.
Pada dasarnya Han Xiao tidak pernah berpura-pura menjadi orang lain, dia selalu berprilaku sesuai dirinya saja, jika dia adalah orang jahat maka dia jahat, jika dia tidak sopan memang seperti itulah dia, tapi semua prilakunya akan memiliki dasar yang kuat.
Begitu juga Ne Zha, pemuda itu selalu bersikap dingin pada orang lain yang tidak dekat dengannya, tapi jika orang itu mengenalnya lebih jauh. Maka mereka akan mengenal Ne Zha yang hangat dan ceria.
Presiden Mu mengayunkan tangannya, lima Cincin Spasial muncul pada tangannya, "Hadiah kalian ada didalam, silahkan diterima," ucap Presiden Mu seraya menyerahkan Cincin Spasial tersebut pada masing-masing ketua.
Han Xiao dan Ne Zha tersenyum ketika menerima hadiah tersebut, yang menerima adalah Han Xiao, tapi pemuda itu segera memberikannya pada Ne Zha, dia tidak terbiasa untuk membagikan hal-hal, jadi menurutnya memberikan pada Ne Zha adalah hal yang baik.
"Sepertinya kalian puas dengan hadiahnya? Baiklah jika begitu aku akan pamit terlebih dahulu," ujar Presiden Mu, pria itu menatap Presiden Wanpi.
"Baiklah, selamat bertemu nanti di kesempatan berikutnya," sahut Presiden Wanpi.
Semuanya memberikan hormat ketika dua Presiden tersebut hendak pergi, tapi kemudian langkah kedua orang tersebut terhentikan oleh teriakan Han Xiao.
"Berhenti Presiden!"
"Ada apa?" tanya Presiden Wanpi penasaran.
Perhatian semua orang kini terfokus pada Han Xiao, mereka bingung dengan apa yang ingin dilakukan oleh pemuda tersebut.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 01/14