
"Kita akan segera sampai." Yang Shui meminta agar Su Lihwa memegang lebih erat tangannya.
Keduanya berhasil menembus ujung dari Lorong Waktu setelah beberapa waktu berada disana, pemandangan yang menyambut mereka adalah padang salju. Sejauh apapun memandang hanya ada tumpukan salju putih.
"Ugh!" Su Lihwa tertunduk ketika merasakan tekanan yang dia rasakan.
Yang Shui memberikan bantuan pada Su Lihwa dengan segera, dalam beberapa saat gadis itu kembali berdiri tegak.
"Ketebalan Qi disini sangat kuat, jutaan kali lebih baik dari Benua Angin Selatan, sehingga itulah yang akan kau rasakan jika belum beradaptasi," terang Yang Shui.
Su Lihwa mengerutkan dahinya, memangdia tertunduk karena tekanan dari energi murni Qi, butuh beberapa saat untuk Su Lihwa beradaptasi. Selama empat hari mereka tidak kemana-mana karena Su Lihwa masih berat untuk melangkahkan kakinya.
Pada hari kelima, Su Lihwa sudah beradaptasi, kini dia juga bisa menggunakan kekuatan penuhnya untuk bertarung tanpa masalah.
"Dimana ini?" tanya Su Lihwa.
"Alam Semesta Es," jawab Yang Shui.
Yang Shui memberitahu Yang Shui bahwa Alam Abadi terbagi menjadi seratus Alam Semesta, dan seratus Alam Semesta itu dimiliki oleh seratus Kaisar yang masing masing memiliki satu. Dia menjelaskan bahwa Bintang Makhluk Buas dimana Benua Angin Selatan berada, itu bertempat di Alam Semesta Waktu.
"Sulit untuk membuka portal Alam Semesta Waktu dari Alam rendah menuju Alam Abadi, dan setahuku. Alam Semesta Es sementara ini pelindungnya sangat rapuh, jadi aku memilih Alam Semesta ini sebagai pijakan pertama kita di Alam Abadi," terang Yang Shui.
Su Lihwa mengangguk paham, dia tidak perduli bagaimana caranya. Yang terpenting dia kini sudah sampai di Alam Abadi, semakin dekat dengan suaminya.
"Pertama-tama kita akan mencari Sekte kuat, bergabung dengan mereka akan mempercepat kultivasimu, juga akan menjadi tempat yang aman," ucap Yang Shui lalu terbang bersama Su Lihwa menuju barat.
Setelah terbang selama satu bulan penuh di padang salju, akhirnya mereka menemukan sebuah kota besar, kota itu sungguh ramai bahkan dari kejauhan. Terdapat bangunan-bangunan megah yang menjulang di kota tersebut.
Yang Shui segera membawa Su Lihwa untuk ke kota tersebut, saat sampai di gerbang kota. Yang Shui dan Su Lihwa mendapat masalah karena jika ingin masuk, mereka harus menunjukan identitas.
__ADS_1
Keduanya hanya memiliki identitas dari Kekaisaran Yang, hal yang tidak mungkin digunakan di Alam Abadi pikir Su Lihwa.
Tapi seolah keajaiban, Yang Shui dengan santai menunjukan Token Putri Kekaisaran Yang pada penjaga, para penjaga itu mengerutkan dahi, tapi tidak beberpa lama mereka membiarkan Yang Shui dan Su Lihwa masuk.
Yang Shui segera mencari penginapan terdekat, walaupun dia dan Su Lihwa sanggup menahan dingin selama berbulan-bulan. Berendam di air hangat pasti akan sangat nyaman.
Setelah mendapatkan penginapan, Su Lihwa bertanya dengan penasaran tentang Token Putri milik Yang Shui. Kenapa mereka dibiarkan masuk oleh penjaga gerbang.
Yang Shui terkekeh, dia mengambil Token Putri miliknya, "Yang, di Alam Abadi, Klan Yang adalah keturunan dari Kaisar Api, tidak banyak keturunan langsung dari Kaisar Api. Hanya seratus, penjaga itu merasakan Aura Api Neraka dari dirimu, sehingga membiarkan kita masuk," jelas Yang Shui.
Su Lihwa terpana, dia sungguh tidak menyangka ada hal seperti itu, kini dia berterimakasih atas Api Neraka miliknya, tapi dia juga heran. Darimana Yang Shui mengetahui itu semua?
Saat Su Lihwa menanyakan hal tersebut, Yang Shui hanay tersenyum dan menjawab, suatu hari nanti Su Lihwa akan mengetahuinya sendiri.
Memaksa pun tidak ada gunanya, pada akhirnya Su Lihwa memilih untuk berendam air hangat untuk menyegarkan tubuhnya yang kedinginan.
***
"HUAAAAAAAAAH APA!!! SATU BULAAAAAAAN!!!" teriakan nyaring membuat Ne Zha dan Mon Cie tekejut.
Ne Zha bergegas menuju asal suara, dia yakin itu adalah Han Xiao yang sudah terbangun dari koma nya.
Sesampainya di kamar, Ne Zha melihat Han Xiao yang tengah mengguncang-guncang pundak Shuiyu dan berulangkali mengulang kalimat. "Kau bercanda."
Shuiyu merasakan kedatangan Ne Zha, dia segera memohon lwat ekspresi wajanya pada Ne Zha agar Han Xiao melepaskannya.
Ne Zha berjalan mendekati saudaranya tersebut, dia melepaskan tangan Han Xiao dari Shuiyu lalu memberikan sedikit aliran listrik pada Han Xiao agar pemuda itu diam.
"Apa yang dikatakan oleh Shuiyu benar, kau sudah koma selama satu bulan." Ne Zha membenarkan apa yang sebelumnya dikatakan oleh Shuiyu.
__ADS_1
Han Xiao menundukkan kepalanya, "Karena aku, petualangan kita satu bulan terbuang," gumamnya.
Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan, dia mengangkat kepala Han Xiao, "Keselamatanmu lebih penting, lagipula kita masih memiliki empat bulan lebih," ujarnya.
Ne Zha memberi isyarat bahwa dirinya ingin berbicara empat mata, Shuiyu dan Mon Cie paham segera meninggalkan kamar tersebut.
"Ceritakan," kata Ne Zha.
***
Su Lihwa yang sudah selesai berendam telah berganti pakaian, kini dia dibalut dengan sebuah hanfu ringan berwarna hitam bermotifkan bunga merah darah. Gadis itu bertemu dengan Yang Shui yang tengah asik memakan hidangan di meja.
"Makanlah, aku sudah mendapatkan informasi. Istana Petapa Es sedang membuka gerbang mereka, dalam dua hari kedepan akan melakukan pemilihan. Kita akan berbegas pergi kesana, jadi sebaiknya kau penuhi perutmu agar nyaman," kata Yang Shui dengan tenang.
Su Lihwa menuruti kata-kata dari Yang Shui, biarpun dirinya yang kini berada di Alam Dewa tidak membutuhkan makan karena Qi dalam tubuhnya, tapi Su Lihwa menginginkan makanan juga.
Yang Shui tidak memberitahu bagaimana detail nanti mereka di Istana Petapa Es akan mendaftar murid bagaimana, tapi yang pasti. Orang yang bisa dipercaya dan diikuti oleh Su Lihwa di Alam Abadi ini hanyalah Yang Shui, jadi Su Lihwa akan mengikuti pilihan baik menurut Yang Shui.
Setelah menghabiskan makanan mereka, keduanya segera bergegas pergi menuju Istana Petapa Es yang katanya tidak terlalu jauh dari Kota ini, Sepanjang jalan, Su Lihwa mengetahui bahwa tidak ada bedanya Alam Semesta Es dan Alam Semesta Waktu.
Biarpun terdapat Salju sejauh mata memandang, orang-orang yang berada di ALam ini juga tidak seluruhnya memiliki Elemen Es, beberapa memiliki Roh Beladiri lainnya seperti di Benua Angin Selatan.
Dari yang Su Lihwa ketahui, Ras pribumi Alam Semesta Es disebut sebagai Ras Peri Es, paling luar biasa dari Ras Peri Es ini, mereka seluruhnya perempuan, konon katanya Ras Peri Es ini dibuat langsung oleh Kaisar Es, juga jikamereka menikah dengan Ras lain. Anak mereka juga akan perempuan. Namun, sangat sedikit kasus Ras Peri Es menikah, itu karena Ras Peri Es memiliki hati yang seolah mati. Sehingga sulit membuka hati mereka.
***
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 73/75
__ADS_1