Kontrak Cinta Sang Penguasa

Kontrak Cinta Sang Penguasa
Flirty


__ADS_3

"Ak-aku ... aku akan menjadi seorang ayah?" Rain tak percaya dengan kabar ini.


"Benar, Rain. Usia kandungan istrimu memang masih dini. Tapi bisa dipastikan jika kedua sel telah bertemu dan berpadu. Sekarang sedang menjalani proses pertumbuhan di dalam sana." James menuturkan.


"Ya Tuhan ...," Rain pun tidak sanggup menahan rasa haru di hatinya. "Akhirnya aku ... akhirnya aku bisa menjadi ayah?!"


Rain beranjak bangun. Ia lekas-lekas berlari, masuk ke dalam kamar istrinya. Ia kemudian duduk berlutut di sisi kasur sambil menumpahkan rasa bahagianya. Ia pegang tangan Ara lalu diciuminya, berulang kali. Ia usap penuh kasih kening sang istri yang sedang tertidur. Ia kembali mengecupi tangan istrinya.


"Sayang, terima kasih."


Betapa bahagia hati Rain. Ia sampai-sampai tidak bisa lagi menahan tangisnya. Akhirnya kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil yang diinginkan. Rain sebentar lagi akan menjadi seorang ayah bagi janin yang dikandung Ara. Ia merasa dunia ini hanya menjadi miliknya saja.


Ini adalah kado terindah untukku. Tepat di malam hari ulang tahunku, aku mendapatkan hadiah terindah dari Tuhan.


Ya Tuhan, terima kasih atas segala nikmat yang Engkau berikan. Sungguh aku sangat bahagia sekali.


Dinginnya malam ini menjadi saksi kebahagiaan Rain atas kabar kehamilan Ara. Ara dinyatakan hamil dan saat ini sedang mengandung benih Rain. Hal itu tentunya membuat hati Rain riang bukan kepalang. Ia merasa usahanya tidaklah sia-sia. Dan Rain amat mensyukurinya.


Esok harinya...


Pagi-pagi Ara terbangun. Dilihatnya sang suami masih tertidur di sisinya sambil mendengkur. Ara pun tersenyum lalu segera mencium pipi suaminya. Ia kemudian meninggalkan Rain sendirian di kamar. Ara ingat benar tanggal berapa ini. Ia pun segera ke dapur untuk membuatkan sesuatu.


Ara belum tahu jika dirinya tengah hamil. Ia membasuh wajah lalu menggulung cepat rambutnya. Ia akan membuat kue hari ini. Karena hari ini adalah hari spesial suaminya. Jadi, ia juga akan berdandan spesial untuk Rain. Tersirat senyum manis dari wajah indonya. Ia amat bersemangat hari ini.


"Baiklah, kita buat kue sekarang."


Pagi-pagi Ara sudah menyiapkan semua bahan yang ada untuk membuat kue. Kebetulan kulkas empat pintu milik Rain masih menyimpan bahan makanan. Dengan segera Ara pun mengambil beberapa butir telur, margarin, tepung terigu dan susu bubuk. Ia akan membuat kue ulang tahun hari ini.


"Kasih vanila biar harum."


Ara juga menambahkan penyedap rasa vanila ke adonan kuenya. Ia mengambil mixer untuk mengocok telur, lalu mencampurkan mentega dan tepungnya. Tak ayal, adonan kue itu tak lama sudah jadi saja.


Ara segera menuangkan adonan kue ke dalam loyang berbentuk lingkaran. Ia panggang adonan kue itu sampai mengembang. Dan akhirnya kue Ara pun sudah matang. Tinggal menghias bagian atas dan sisinya saja.

__ADS_1


"Sayang, semoga kau suka rasa kue ini."


Ara mencairkan cokelat batang lalu disiramkannya ke atas kue. Cokelat itupun mengelilingi seluruh permukaan atas dan sisi kue Ara. Aromanya terasa begitu sedap hingga Ara ingin mencicipinya. Alhasil kue Ara menjadi cokelat pekat dan rasanya juga manis. Ia kemudian memberi hiasan krim dan juga strawberry di atasnya. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi saja. Ara pun segera membuatkan sarapan.


"Baiklah, kita letakkan kuenya ke atas meja makan."


Setelah selesai membuat kue, Ara lekas-lekas membuatkan sarapan untuk suaminya. Ia akan membuatkan nasi goreng spesial dengan sedikit minyak hari ini. Dan begitulah bagaimana kesibukan seorang istri dalam mengurus suami tercintanya. Ara pun amat menikmati peran barunya, menjadi istri dari sang penguasa, Rain Sky.


Satu jam kemudian...


Rain terbangun, ia lihat waktu sudah menunjukkan hampir pukul delapan pagi. Ia raba sisi tempat tidurnya. Namun, tidak ada Ara di sampingnya. Ia pun terkejut lalu segera beranjak dari kasur, khawatir jika Ara kenapa-kenapa.


"Sayang?"


Lekas-lekas Rain keluar kamar lalu mencari keberadaan istrinya. Ia mencari ke ruang tamu hingga ke dapur. Namun, sang istri tidak ada di sana. Rain pun cemas. Ia kemudian berniat mengambil ponselnya di dalam kamar. Namun, saat berbalik Rain dikejutkan oleh Ara. Istrinya itu tengah berpose menantang ke arahnya.


"Sayang ...."


Ara menggigit bibirnya sendiri saat melihat suaminya. Tubuhnya terbalut mini dres yang ketat dan juga terbuka. Sontak Rain menelan ludahnya sendiri.


Ara kemudian berjalan pelan-pelan ke arah Rain. Sepatu hak tinggi berwarna merah itu ikut mengantarkannya menemui sang suami. Hingga akhirnya Ara tiba di hadapan Rain. Ia menyampirkan rambutnya, seolah menggoda. Saat itu juga bahu mulus Ara terlihat di kedua mata Rain.


"Kau mencariku?" tanya Ara lalu menggigit bibirnya sendiri.


Rain tidak tahan lagi melihat istrinya. Ia segera menarik Ara lalu ingin menciumnya.


"Hei, mandi dulu." Ara menahan bibir Rain dengan jari telunjuknya. Jari itu ikut menelusuri dada Rain yang masih terbalut sweter krim.


Rain menelan ludahnya. "Ikut mandi?" Jantungnya berdebar kencang sekali.


"Aku sudah. Kamu saja." Ara menatap dalam-dalam kedua mata suaminya.


"Tapi ...." Rain mencoba menolak.

__ADS_1


"Ssst. Cepat atau kuabaikan." Ara mengancam Rain.


Rain terbelalak. Ia kaget dengan ancaman Ara pagi ini. Ia pun lekas-lekas menuju kamar mandi. Tanpa sadar apa yang akan Ara perbuat untuknya pagi ini.


Sayang, bagaimana jika hari ini aku yang mendominasi?


Ara tersenyum. Ia menahan tawa saat melihat respon suaminya pagi ini. Hari ini Ara memang berbeda sekali. Tidak biasanya ia berdandan seksi. Dan Rain dibuat terpukau olehnya.


Lima belas menit kemudian...


Rain baru saja keluar dari kamar mandi. Ia masih mengenakan handuk sebatas pusar hingga lututnya. Namun, lagi-lagi pandangan matanya dibuat terkejut oleh sang istri. Ara membelakanginya sehingga rok mini yang dipakai sedikit terangkat ke atas. Hampir-hampir saja dalamnya juga ikut terlihat.


Astaga, dia menguji kesabaranku rupanya.


Rain kesal. Ia segera mendekati istrinya yang sedang berada di depan meja makan. Ia peluk istrinya dari belakang. Saat itu juga Ara tersadar jika Rain sudah selesai mandi.


"Sayang, main yuk." Rain sudah tidak tahan.


Ara tersenyum. Ia berbalik ke arah suaminya. "Suamiku." Ara menyapa Rain dengan intonasi menggoda.


"Ya, Sayang?" Rain pun menantikan persetujuan dari Ara.


Ara lalu mengambil kue buatannya. "Selamat ulang tahun." Ara memberikan kue buatannya kepada Rain.


"Ap-apa?!"


Rain terbelalak kaget. Saat itu juga hasrat yang sedang menggebu menjadi reda seketika. Ara dengan cepat merubah suasana hati Rain menjadi rasa haru. Rain pun melihat kue buatan Ara yang sudah ada satu lilin di atasnya.


"Sayang, ternyata ...."


Mata Rain berkaca-kaca. Ia merasa amat bahagia. Dipeluknya sang istri lalu dihirupnya dalam-dalam aroma tubuh istrinya. Saat itu juga Rain menyadari jika bukan hanya sekedar hasrat yang ada di pikirannya. Tapi juga perasaan sayang yang menggelora.


"Terima kasih." Rain memeluk istrinya dengan erat.

__ADS_1


Ara mengangguk, dipeluknya sang suami tercinta. Ia pun merasa bahagia jika Rain bahagia. Dan Ara berharap kebahagiaan ini akan selalu dirasakannya. Bersama sang suami tercinta, Rain Sky.


__ADS_2