Kontrak Cinta Sang Penguasa

Kontrak Cinta Sang Penguasa
Dinner


__ADS_3

"Organisasi mengalami kerugian besar. Dan untuk menutupinya harus menggunakan cara lain." Byrne mengungkapkan.


Owdie mengernyitkan dahinya. "Tidak. Ini bukan salah kita. Jika organisasi mengalami kerugian besar, bukan kau atau aku yang harus menanggungnya. Tapi Nick. Dialah yang telah meledakkan kapal pengeboran minyak Rain." Owdie teringat kembali dengan kejahatan yang dilakukan Nick.


Byrne menoleh ke Owdie. "Kita tidak tahu kebenaran yang pasti, Owdie. Namun, satu hal yang harus kulakukan adalah membuat virus dan anti virusnya." Byrne terdengar lemah mengungkapkan.


"Tidak, Byrne!" Owdie menolak. "Ini gila! Jelas-jelas berita mengabarkan jika pria di dalam foto itu memang datang. Tidak salah lagi jika itu adalah Nick. Tapi kenapa kau yang harus menanggungnya? Nick adalah dalang dari meledaknya kapal pengeboran minyak Rain. Dan info itu sudah akurat. Tapi kenapa kakek seolah-olah tidak mengetahui hal ini?" Owdie tak habis pikir. Ia mulai emosi mendengar kabar dari Byrne.


Byrne menghela napasnya dalam-dalam. "Tak ada gunanya melawan penguasa. Jika tidak mati, maka kau akan menderita. Seluruh aset milik Rain sudah dibekukan oleh kakek. Jika aku menolak, maka akan mengalami nasib yang sama atau bahkan lebih." Byrne menceritakan.


"Apa?!" Perempatan urat muncul di dahi Owdie.


"Ya. Kakek berkata seperti itu. Bahkan dia juga mengancamku jika tidak mau melakukannya." Byrne tersenyum miris.


"Dasar iblis! Dia pikir semua tugas darinya itu baik apa?" Owdie geram sekali.


"Owdie." Byrne menegur saudaranya. "Kau adalah saksi atas keenggananku melakukan hal yang diperintahkan kakek. Jika nyawaku tak sampai untuk mengungkapkan kebenaran, maka tolong sampaikan ke dunia. Jika aku sebenarnya juga tidak ingin melakukan hal ini." Byrne terlihat pasrah.


"Apa?! Apa kau bilang?!" Owdie segera mendekati Byrne. "Jangan sembarangan bicara, Byrne. Aku tidak menyukainya. Cukup Rain saja yang pergi. Kau jangan ikut-ikut. Kalau bisa kita kembali bertiga lagi. Jika memang organisasi sudah tak beres, kita bisa mengundurkan diri secara baik-baik. Tapi, kau pasti tahu apa yang akan kita dapatkan jika keluar dari organisasi. Tidak ada lagi perlindungan, tidak ada lagi jaminan keselamatan, bahkan fasilitas yang selama ini kita dapatkan akan hilang. Kita akan meraih kemiskinan." Owdie memaparkan.

__ADS_1


Byrne mengangguk. Namun, hatinya merasa belum sanggup untuk melepaskan semua. Ia masih mempunyai cita-cita yang belum sempat terwujudkan. Dan ia ingin mewujudkannya terlebih dahulu sebelum masa mengakhiri hidupnya.


Aku tahu jika hal ini salah. Tapi, aku tidak bisa melawannya. Rain, cepatlah kembali. Aku yakin kau masih hidup di sana. Tolong bantu aku untuk menghentikan semua ini.


Byrne merasa tertipu dengan organisasi yang mulai berbelok dari tujuan awalnya. Ia merasa pekerjaannya selama ini hanya sia-sia belaka. Ia mempunyai impian untuk membuat imun kebal terhadap penyakit apapun agar semua penduduk bumi bisa selalu sehat tanpa zat kimia. Namun, nyatanya impiannya itu belum juga terlaksana. Percobaannya selama ini seperti disalahgunakan. Bukan untuk kemaslahatan manusia, melainkan sebaliknya. Dan Byrne ingin menolaknya. Namun apa daya, ia tidak kuasa.


Byrne adalah satu-satunya cucu Sam yang ahli dalam bidang sains. Tidak hanya itu, Byrne mampu membuat mikroorganisme baik untuk kesehatan tubuh manusia. Ia mampu mengembangbiakannya dan menjadi penyelamat penderita dari gangguan sel darah.


Byrne juga berhasil masuk ke nominasi peraih nobel beberapa tahun terakhir. Ia merupakan kandidat termuda dalam bidang sains dan anatomi tubuh manusia. Namun sayang, persaingan nobel sangat ketat sehingga ia belum berhasil memenangkannya. Namun, walaupun begitu Byrne sudah amat senang karena kerja kerasnya dihargai dunia. Tepatnya oleh para penduduk imigran dari Meksiko ke USA. Dan Byrne ingin terus meningkatkan kemampuannya.


Sementara itu di Dubai...


Kedua keluarga itu akhirnya bertemu dan mengadakan acara makan malam bersama di tepi kolam renang rumah keluarga Jasmine. Terlihat beberapa hidangan istimewa telah disediakan di atas meja. Lilin-lilin putih pun telah dinyalakan. Beberapa pelayan juga ikut mendampingi sesi acara makan malam ini. Sebuah acara makan malam mewah dengan nuansa kekeluargaan.


Kini kondisi kesehatan Jasmine sudah lebih membaik dari sebelumnya. Hubungan pertemanannya dengan Rose juga berangsur-angsur membaik. Mereka akhirnya bisa saling menerima dan memaafkan. Tak ayal proses penyembuhan penyakit Jasmine pun lebih cepat dari yang diprediksikan. Hanya dalam beberapa hari saja persentase leukimia di tubuh Jasmine bisa terkikiskan. Tentunya tidak terlepas dari dukungan kedua orang tua dan juga teman terdekatnya.


"Aku harap malam-malam ke depannya kita bisa terus mengadakan acara makan malam seperti ini, Tuan Johnson." Ayah Jasmine bersenda gurau dengan ayah Rose.


Johnson tertawa. "Ya, tapi jangan salahkan aku jika meminta hidangan yang mahal," sahut ayah Rose.

__ADS_1


"Hahahaha." Keduanya pun tertawa bersama.


Pakaian yang mereka kenakan malam ini tampak formal dan juga elegan. Kedua putri pemilik saham terbesar di kampus tempat Lee mengajar itu juga mengenakan gaun yang mewah. Rose dengan gaun merahnya dan Jasmine dengan gaun putih tanpa lengan. Membuat keduanya bak putri kerajaan merah putih yang cantik jelita.


"Dosen Lee, silakan disantap hidangan yang lainnya. Jangan sungkan." Ibu Jasmine berbicara kepada Lee yang sedari tadi hanya diam.


Lee tersenyum. Ia kemudian mengambil hidangan lain untuk menghargai jamuan makan malam.


Lee diam bukan tanpa alasan. Ia sedang memikirkan pengajukan pertukaran pengajar kepada kedua pemilik saham terbesar di kampusnya. Namun, ia khawatir hal yang akan dibicarakan malah berdampak buruk baginya. Sehingga sedari tadi ia hanya diam.


"Dosen Lee, sepertinya ada yang sedang dipikirkan. Katakanlah, mungkin kami bisa membantu." Pria paruh baya berjas putih itu menyadari sikap Lee yang sedari tadi hanya diam.


Lee tersentak. Ternyata gestur tubuhnya dapat dibaca oleh seseorang yang sangat terpandang di kampusnya. "Maaf, Tuan. Saya hanya merasa senang karena akhirnya Jasmine dan Rose bisa berteman baik kembali." Lee beralasan.


Pria itu adalah ayah Jasmine. Ia adalah seorang pengusaha yang mempunyai jam terbang begitu tinggi. Ia jarang sekali terlihat berada di rumah karena terlalu banyak berpergian ke berbagai tempat. Namun, karena saran dari Lee, ia akhirnya memutuskan untuk cuti dari pekerjaannya dan memberikan dukungan kepada Jasmine agar bisa lekas pulih. Alhasil kondisi kesehatan putrinya jadi lebih baik lagi.


"Mungkin ada hal yang ingin dibicarakan, Dosen Lee. Katakan saja di sini."


Tiba-tiba Johnson ikut bicara. Ia ternyata juga menyadari perubahan sikap Lee sedari tadi.

__ADS_1


__ADS_2