Kontrak Cinta Sang Penguasa

Kontrak Cinta Sang Penguasa
Missing


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan, Owdie?!" Saudara Nick tidak terima.


"Owdie, kau sudah gila! Memukul saudara sendiri!" seru saudara yang satunya.


"Lepaskan, Byrne!" Owdie meminta Byrne untuk melepaskannya.


Byrne pun melepaskan Owdie. "Owdie, tenanglah. Jangan gegabah," pinta Byrne kepada Owdie.


"Owdie, hentikan perbuatanmu! Di mana tata kramamu? Datang dan tiba-tiba meninju Nick. Kau tidak tahu siapa dia?" Saudara pendukung Nick memperingatkan Owdie.


"Hei, dengar! Aku tidak ada urusan dengan kalian! Jangan buat kesabaranku habis. Aku tidak punya banyak waktu untuk beradu argumen saat ini." Owdie menegaskan.


Byrne maju ke tengah-tengah mereka. "Tenang, Saudaraku. Owdie datang hanya ingin meminta penjelasan dari Nick." Byrne menenangkan saudaranya yang mendukung Nick.


Nick mulai memainkan sandiwaranya. "Owdie, kau datang dan tiba-tiba langsung menuduhku tanpa bukti. Kau telah memfitnahku." Nick menyalahkan Owdie.


Owdie mengepalkan tangannya. Ia sudah amat kesal. "Cukup sudah drama yang kau mainkan, Nick. Aku tahu akal licikmu untuk menyingkirkan Rain. Bukankah kau yang membunuh pekerja Rain setelah berhasil memanfaatkannya?" Owdie langsung ke inti pembicaraan.


Seketika Nick menelan ludah. Ia merasa ada seseorang yang telah membongkar rahasianya. Ia segera berpikir siapa saja orang-orang yang bekerja dalam rencana ini.


"Hei, kau tidak bisa menuduh Nick tanpa bukti!" Saudara Nick membela.


"Ya, benar. Kau bisa terkena hukuman penjara karena tuduhanmu ini. Hati-hati dalam berbicara, Owdie!" seru saudara satunya.

__ADS_1


Byrne merasa masalah ini tidak akan menemukan titik temu sampai Nick mau mengaku sendiri. Tapi jika dilihat dari jumlah, Byrne menganggap lebih baik mengalah saja karena dua lawan tiga tidaklah mudah. Semua saudara seperasuhannya dibekali teknik bela diri yang mumpuni. Pastinya mereka juga tahu kelemahan masing-masing.


"Nick, aku rasa kau tidak bisa menyimpan sesuatu karena suatu saat pasti akan ketahuan. Jadi mengakulah baik-baik. Kami tidak akan mempermasalahkan lebih lanjut." Byrne mengambil jalan tengah.


"Ada apa ini?!" Tiba-tiba saja Sam datang dan melihat keributan yang terjadi.


Sontak kelima cucu Sam terdiam. Sam pun tersadar saat melihat dokumen yang jatuh berserakan di lantai.


Ada apa ini?


Ia kemudian ingin mencari tahu permasalahan yang terjadi. "Ikut aku ke meja bundar sekarang. Kita bicarakan hal ini di sana." Sam meminta kelima cucunya untuk pergi ke lantai bawah.


"Baik, Kek." Mereka pun mau tak mau menuruti keinginan sang kakek yang telah menghidupi sedari kecil.


Owdie kemudian segera mencari tahu di mana tempat tinggal pekerja Rain tersebut. Ia kemudian meminta bantuan tetangga sekitar untuk memutar CCTV sebelum kejadian ledakan kapal pengeboran. Dan ternyata, salah satu CCTV tetangga merekam kedatangan seorang pria yang mirip sekali dengan Nick. Sehingga Owdie berasumsi jika Nick adalah dalang dari kejadian ini.


Terlepas dari benar atau tidaknya, tampaknya Nick mulai merasa terancam. Terlihat kecemasan di raut wajahnya. Pria berambut pirang dengan tinggi 185 senti meter itu mulai kelabakan dengan kedatangan Byrne dan Owdie. Ia harus segera mencari alasan agar tidak sampai ketahuan.


Sementara itu di kampus Ara...


Ara sudah lama sekali tidak masuk kuliah. Membuat trio kampus kelabakan sendiri mencarinya. Ponsel Ara juga sudah tidak aktif sejak lama, membuat ketiganya mencemaskan keadaan Ara. Tampak Taka, Ken dan juga Nidji saling menuturkan pendapatnya tentang Ara.


"Pihak kesiswaan menutupi alasan Ara cuti. Aku tidak tahu hal apa yang sebenarnya terjadi." Ken, pria berkaus putih itu menuturkan.

__ADS_1


"Ya, aku rasa memang sengaja ditutupi. Atau mungkin Ara sendiri yang ingin menutupi alasannya cuti." Nidji berargumen.


Lelaki berjaket cokelat itu tampak bingung karena sudah lama tidak melihat Ara di kampusnya. Ia bahkan sudah menanyakan hal ini kepada Minji, tetapi tetap saja Minji tidak tahu di mana keberadaan Ara sekarang. Taka yang berada di sana juga tampak berpikir keras. Ia khawatir jika terjadi apa-apa terhadap Ara. Bagaimanapun Taka adalah mahasiswa yang paling dekat dengannya. Dan pastinya Taka lebih khawatir dari yang lainnya.


Ara seperti sengaja menutupi alasannya cuti. Apakah dia menikah dengan pria itu?


Taka meyakini jika ada yang disembunyikan oleh Ara. Ia merasa jika Ara telah menikah dengan pria yang ditemuinya waktu itu, Rain. Namun, sampai sekarang ia tidak tahu alasan pasti mengapa Ara mengambil cuti lama. Karena Ara tidak bisa dihubungi lagi.


Lain Taka, Ken dan Nidji, lain pula dengan Lee. Dosen fakultas teknik itu tampak termenung di depan meja kerjanya. Ia memikirkan di mana keberadaan Ara sekarang. Hatinya harap-harap cemas menantikan kabar. Tapi sayang sampai saat ini kabar itu tak kunjung datang.


Di mana kau sekarang, Ara? Mengapa kau pergi begitu saja dari kehidupanku? Apakah aku ini hanya sebatas pemeran pembantu? Atau memang takdir berkata tidak untukku?


Saat ini aku ingin sekali bertemu. Tapi sepertinya hal itu teramat sulit bagiku. Aku sudah ke apartemen dan bertanya kepada teman-temanmu. Tapi nyatanya tidak ada satu pun yang tahu. Jika memang cerita kita hanya sampai di sini, mengapa tidak membuat kenangan indah sebelum pergi?


Lee memang seorang pria. Ia banyak menggunakan logika dalam hidupnya. Tapi, saat hati sudah berkata, perasaannya mulai mengambil alih pikirannya. Dan kini ia mencemaskan keadaan Ara.


Lee percaya sesuatu tidak mungkin terjadi tanpa alasan. Begitu juga pertemuannya dengan Ara. Pasti ada sesuatu alasan mengapa mereka bisa dipertemukan. Namun, Lee belum bisa mendapatkan jawaban. Ia dilanda kebimbangan dalam penantian yang panjang.


Saat ini suasana kampus tampak berbeda kala Ara tidak ada kabar. Pihak kesiswaan pun seolah tidak bisa memberikan alasan pasti mengapa Ara mengambil cuti lama. Sepertinya memang sengaja disembunyikan. Pertemuan terakhirnya dengan Ara pun menjadi asumsi terakhir mengapa Ara bisa menghilang dari pandangannya.


Harus Lee akui jika ia menyukai Ara. Bahkan rasa sukanya itu sudah berubah menjadi rasa cinta. Namun, ia harus dapat menerima kenyataan jika Ara sudah ada yang punya. Dan Lee seolah tidak bisa merebut hatinya.


Ara sendiri memang sengaja merahasiakan pernikahannya. Ia tidak ingin merusak hari pernikahannya dengan cemburu buta Rain. Ia tahu persis bagaimana sikap Rain saat ia bersama teman-temannya. Rain sudah seperti bodyguard yang menjaga ketat dan tidak ingin melepas pandangan. Sehingga karena hal itulah Ara terpaksa merahasiakan kabar bahagia ini dari teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2