
Rain selalu saja memanfaatkan kesempatan dengan baik. Saat waktu luang, ia selalu bermanja ria kepada Ara. Ara pun seakan tidak berdaya untuk menolaknya. Ia tidak mempunyai alasan lagi untuk mencegah atau melarangnya. Karena Rain kini sudah menjadi suaminya.
Ara menyadari jika dirinya sudah menjadi milik Rain sepenuhnya. Dan sebisa mungkin Ara pun memberikan apa yang Rain minta meski ia sangat lelah. Ia berusaha memahami bagaimana sifat dan kebutuhan suaminya. Semua ini dilakukan tak lain demi menjaga keharmonisan rumah tangga.
Selain uang, hubungan biologis juga diperlukan. Jika dilakukan seimbang, niscaya kehidupan rumah tangga akan tentram dan damai. Ara pun berusaha memenuhinya agar sang suami selalu merasa tercukupi olehnya. Ia adalah salah satu contoh istri idaman bagi kebanyakan pria.
Dini harinya...
Aku terbangun dari tidur yang melelahkan. Entah sudah jam berapa ini, kulihat langit amat gelap dan udara terasa menusuk tulang. Mungkin saja sekitar pukul satu dini hari waktu duniaku. Kulihat suamiku juga masih tertidur di sisi tanpa mengenakan baju.
Oh, ya ampun. Dia juga tidak memakai celana?!
Siang tadi sampai memasuki malam, suamiku tiada henti-hentinya berdrama ria di depanku. Selalu saja minta tambah seperti tidak ada puasnya. Aku pun jadi heran padanya. Apakah teh penaik gelora itu benar-benar bekerja? Karena tidak biasanya suamiku betah berjam-jam lamanya. Dia seperti seorang pengembara yang kehausan di tengah padang pasir lalu menemukan air. Benar-benar tak bisa terkendalikan.
Sayang, kita sudah menyatu seperti ini. Benih di dalam kandunganku menjadi saksi atas cinta yang selalu bersemi di hati. Andai diberi kepercayaan melahirkan bayi kembar, betapa bahagianya aku sebagai seorang istri. Dapat bersamamu saja suatu ketidakmungkinan yang hanya mampu berada di dalam angan. Apalagi sampai melahirkan anak-anakmu dan membesarkannya bersama. Benar-benar sebuah anugerah tak terhingga.
Aku beranjak bangun untuk mengambil air minum karena merasa haus sekali. Kulangkahkan kaki melewati cermin besar yang ada di dalam kamarku. Saat itu juga aku kaget melihat tubuhku sendiri. Ternyata banyak tato gratisnya.
__ADS_1
"Astaga?!! Kenapa sampai tidak terasa?!"
Di sekujur tubuhku dipenuhi oleh tanda cintanya. Di sekitaran dada juga tidak ada satu inchi pun yang terlewat dari cumbunya. Rainku memang tak ada duanya. Selain tampan, dia juga gagah rupawan. Dia mencukupi segala yang aku butuhkan.
"Haus sekali."
Lantas aku segera mengambil air minum lalu duduk di kursi. Kunikmati setiap teguk air yang menyejukkan ini. Rasa-rasanya seperti mata air pegunungan yang terjaga kemurniannya. Airnya begitu jernih dan juga menyegarkan tenggorokan. Mungkin jika di duniaku sejenis air dalam kemasan eksklusif.
"Aku jadi penasaran, sebenarnya ada di mana gadis bernama Lily itu?"
Tiba-tiba saja aku teringat dengan cerita pangeran. Sambil memegangi gelas, aku mencoba menerka di mana gerangan keberadaan cintanya. Pangeran bilang pertemuan terakhir mereka sekitar dua bulan yang lalu. Tepatnya satu minggu sebelum sayembara istana dimulai. Aku jadi curiga, apakah ini seperti di film-film romansa kerajaan? Yang mana cinta sejati pangeran disembunyikan?
Pikiran buruk pun muncul lalu menghakimi wanita bernama Mile. Pangeran tadi menceritakan jika dia dan Mile sebenarnya tidak saling mencintai. Namun, pangeran tidak dapat menolak keinginan ayahnya untuk segera menikah dan mencari penerus tahta kerajaan. Alhasil, karena hal itulah pangeran merasa tertekan. Ia mau tak mau menerima wanita itu di dalam hatinya.
Sungguh kasihan. Ternyata di tengah gemerlapnya harta tidak bisa membuat seseorang bahagia. Padahal kalau dipikir-pikir, pangeran bisa memiliki apa saja yang dia inginkan. Tinggal tunjuk, lalu tak lama kemudian menjadi milik sepenuhnya. Tapi sayang, cinta yang ia inginkan hilang begitu saja. Mungkinkah ini yang dinamakan kesepian dalam gemerlapnya harta?
Sayang, lekas besar ya. Ibu menanti kelahiran kalian.
__ADS_1
Kuusap perutku seraya tersenyum bahagia. Tak sabar rasanya menanti kelahiran buah hati kami. Aku tak tahu benarkah mengandung bayi kembar atau tidak. Tapi, berapapun janin yang kukandung, aku harap bisa meneruskan perjuangan kami sebagai orang tuanya. Hidup tidaklah mudah. Namun, aku berharap mereka selalu bahagia.
Saat ini hatiku amat bahagia setelah kepedihan kurasakan. Wanita mana yang tak bahagia saat dapat mengandung anak dari pria yang begitu dicintainya. Terlebih pria itu begitu sempurna, tidak ada kurangnya. Andai ini mimpi, aku tidak ingin terjaga.
"Hoaaam. Sepertinya aku masih mengantuk."
Kusadari jika aku terbangun karena rasa haus menerpa. Lekas-lekas beranjak ke kamar mandi lalu membasuh wajah ini. Tak lupa pipis terlebih dulu sebelum masuk ke kamar lagi. Aku ingin bersih-bersih sebelum bertemu suamiku kembali.
Kebahagiaanku saat ini adalah buah manis dari kesabaranku. Tuhan lah yang mencukupi segala kebutuhanku dengan memberikan suami yang sempurna. DIA memang Maha Besar. Tak layak satu makhluk pun menyekutukan-NYA. Semoga saja dengan izin-NYA, keluarga kami bahagia dan sejahtera selamanya.
Ara terbangun dan merasa haus. Ia kemudian meneguk segelas air untuk melepas dahaga setelah bermain-main bersama suaminya. Kini ia pun kembali ke dalam kamar lalu tidur di sisi kanan sang penguasa. Ara tersenyum memandangi suaminya yang tanpa busana. Ia kemudian menarik selimut lalu menutupinya. Ara amat menyayangi hujannya.
Rain sendiri tampak kelelahan setelah berulang kali melepas hasrat yang menggelora. Ia terlelap dalam mimpi dan tidur nyenyak tanpa busana, tanpa peduli lagi terhadap keadaan sekitar. Baginya, Ara sudah mencukupi segala kebutuhan lahir maupun batinnya. Ia juga tidak pernah berpikir untuk mencari yang ke dua atau yang ke tiga. Sehingga hal yang terjadi di istana tadi tidaklah dianggapnya.
Apapun yang dilakukan oleh Mile, Rain sama sekali tidak ingat atau merasakannya. Ia tertidur, seperti mengalami mimpi dalam mimpi. Namun, ia tidak bisa menolak mimpi itu karena tubuhnya tidak bisa digerakkan. Itu adalah salah satu bukti bahwa teh penaik gelora mulai bekerja pada tubuhnya.
Untungnya saja Ara cepat datang dan menghentikannya. Kalau tidak, satu atau dua jam setelah meminum teh itu, Rain bisa saja tidak terkendalikan. Seperti yang tabib istana katakan pada Ara.
__ADS_1
Kini sepasang suami istri itu sedang tertidur bersama dalam satu ranjang cinta. Ara pun memeluk suaminya yang tertidur pulas, nyenyak dalam mimpinya. Cinta Ara kepada Rain begitu besar hingga tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Begitu juga dengan Rain yang akhirnya jatuh cinta kepada gadis asal Indonesia. Mereka berharap semesta ikut merestuinya.
Lain sepasang suami istri, Ara dan Rain, lain pula yang sedang dialami oleh Pangeran Agartha. Tampak pria berjubah hitam itu memandangi langit malam yang dipenuhi bintang dari jendela kamarnya. Ia terlihat sedih, merenungi nasib yang seolah tidak berpihak kepadanya. Ia berduka saat keinginannya tidak terlaksana. Merasa telah kehilangan hal yang paling berharga dalam hidupnya.