Kontrak Cinta Sang Penguasa

Kontrak Cinta Sang Penguasa
Catch


__ADS_3

Esok harinya...


Burung-burung berterbangan di angkasa. Menghiasi langit pagi yang cerah dan juga menghangatkan. Cahaya matahari terasa lebih panas dari hari-hari biasanya. Mungkin karena hari ini sudah memasuki musim panas di negara adidaya. Jadwal penerbangan pun lebih banyak di musim ini dibanding musim-musim lainnya. Tak terkecuali Rain yang menggunakan jalur penerbangan untuk sampai ke negeri tempat ia dibesarkan. Dengan membawa tas punggung berukuran besar, ia melakukan pengecekan barang bawaan sebelum keluar dari area bandara.


Tidak banyak yang berubah.


Rain melihat ke sekeliling bandara dan merasa tidak banyak mengalami perubahan selama ia pergi ke Agartha. Bandara inilah yang menjadi saksi hilir-mudiknya ke berbagai belahan dunia. Dan akhirnya ia ditempatkan di Timur Tengah bersama kedua saudaranya. Bukan tanpa alasan mengapa Rain yang diutus ke sana. Melainkan karena darah Timur Tengah masih mengalir dalam tubuhnya.


Rain menunggu barang bawaannya selesai dicek sambil melihat-lihat ponselnya. Sayangnya bukan foto Ara ataupun ibunya yang ia lihat. Melainkan peta untuk sampai ke lokasi hotel terdekat dengan menggunakan transportasi umum. Rain masih ingin menyembunyikan keberadaannya sampai bertemu dengan Owdie. Karena saat ini ia membutuhkan saksi untuk bergerak lebih lanjut. Tidak mungkin tiba-tiba muncul di hadapan Sam ataupun Nick seorang diri. Karena hal itu hanya akan mencari mati.


Rain tahu jika Nick begitu menginginkan tahta organisasi sampai rela mencelakainya. Sayangnya Rain belum tahu hal apa lagi yang Nick perbuat untuk menyingkirkannya. Rain belum banyak bertukar cerita dengan Owdie yang menjadi saksi atas peristiwa ini. Karenanya ia meminta Owdie untuk segera menemuinya. Rain ingin memperhitungkan setiap tindakan sebelum melangkah ke depan. Ia ingin meminimalisir kesalahan.


Pesan taksi online saja.


Tak lama pengecekan barang bawaan Rain pun selesai. Ia bisa dengan segera ke luar area bandara. Tapi, sebelumnya ia memesan taksi online terlebih dahulu, karena akan berangkat ke sebuah kota yang ada di bagian tengah Amerika Serikat, yaitu Kansas City.


Sementara itu...


Burung-burung besi masih bekerja mengukir langit indah dengan asapnya. Membuat sebuah garis vertikal dan horizontal ke sembarang arah. Di sebuah desa yang ada di Asia pun melihat burung-burung besi itu melewati desanya. Tampak seorang anak sedang menikmati tarian burung besi di langit. Ia pun bercita-cita ingin mengendarai burung besi itu.


"Ternyata kamu di sini, Nak." Tiba-tiba seorang ibu datang sambil membawa kendi air di tangannya.


"Ibu, lihat itu!" tunjuk sang anak kepada ibunya.


Sang ibu pun melihat hal apa yang ditunjuk oleh anaknya. Saat itu juga ia menarik tangan anaknya agar segera pergi. Sontak anak lelaki berusia delapan tahun itu tampak terheran dengan sikap ibunya.

__ADS_1


"Ibu, ada apa? Aku masih ingin melihat pesawat itu," katanya kepada sang ibu.


"Cepat pulang. Akan berbahaya jika tetap berada di luar," tutur ibunya segera.


Sang anak yang masih polos tidak mengerti apa yang dimaksud oleh ibunya. "Ibu, tunggu!" Ia pun menepiskan tangan ibunya, menolak untuk diajak pulang.


"Nak?"


"Ibu belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kita harus segera pulang dan tidak boleh melihat pesawat itu?" tanya anaknya lagi.


Sang ibu menyadari jika seusia anaknya memang sedang serba ingin tahu dan mencoba sesuatu. Ia pun menarik napas dalam sebelum menjelaskannya. "Anakku, pesawat itu membawa racun udara. Kita harus cepat pulang ke rumah agar tidak terkena racun itu." Sang ibu menuturkannya dengan lembut.


"Racun udara?" Anaknya tampak tak mengerti.


Sang ibu berlutut. Ia lalu mengusap pipi anaknya. "Asap yang dikeluarkan oleh pesawat itu bukan awan, Nak. Melainkan chemtrail, racun udara yang sangat berbahaya. Tidak baik untukmu melihat awan yang terbentuk dari pesawat itu. Kita harus segera kembali ke rumah," tutur sang ibu lagi.


Sang ibu tersenyum. "Nanti sesampainya di rumah akan ibu jelaskan apa itu chemtrail. Sekarang kita pulang dulu ya. Kasihan nenek di rumah sendirian," ajak ibunya.


Anak lelaki itupun akhirnya mengangguk. Ia mendapat janji dari ibunya sehingga hatinya luluh dan mau pulang bersama. Ibunya pun tersenyum lalu menuntun tangan anaknya. Sedang tangan yang lain memegang kendi berisi air yang ia bawa. Mereka pulang bersama sebelum petang tiba.


Garis horizontal dan vertikal yang dibentuk sembarang arah di atas langit membuat penduduk bumi bertanya-tanya. Hal apakah yang sampai membentuk awan seperti itu? Mereka pun tampak terheran melihatnya. Penasaran mengapa bentuk awan bisa sedemikian rupa. Tak ayal awan itu pun menjadi kekhawatiran bagi yang melihatnya.


Kansas City, pukul sepuluh pagi...


Rain memesan kamar hotel bintang tiga yang ada di kota untuk tempat menginapnya selama beberapa malam. Bukan tanpa alasan, melainkan ia masih ingin menyembunyikan keberadaannya dari pihak-pihak organisasi. Karena dengan menyewa hotel bintang tiga sangat sulit untuk terdeteksi.

__ADS_1


Saat ini terlihat dirinya yang sedang membaca koran dan melihat berita terkini di USA. Sebuah topik hangat pun membuatnya tertarik untuk membaca berita itu lebih lanjut. Rain sampai ingin mencari kelanjutannya di YouTube.


Kali-kali saja sudah ada channel YouTube yang memberitakannya.


Semenjak mengetahui banyak hal dari YouTube, Rain merasa ketagihan dan ingin mendapatkan informasi lebih dari channel YouTube pilihannya. Ia juga tak sungkan untuk bergabung dengan komunitas yang ada di sana tentang perkembangan dunia saat ini. Namun, Rain tidak menggunakan identitas asli, melainkan identitas palsu yang sengaja ia buat untuk menyamarkan diri. Karena ia tahu jika kaki tangan organisasi bisa saja ikut masuk dan mengenalinya.


Chemtrail?


Tak lama kemudian ia menemukan sebuah postingan seseorang yang memvideokan chemtrail di daerahnya. Rain pun tertarik untuk mengetahui komentar yang ada di postingan tersebut. Ia membaca dan menransletnya agar mudah dipahami. Tak lama sebuah dering telepon pun menyadarkannya.


"Halo?" Ia segera menjawab teleponnya.


"Rain, ini aku Owdie." Seseorang dari seberang mengaku sebagai Owdie.


Rain melihat lebih jelas kontak nomornya. Dan ternyata memang benar jika Owdie lah yang meneleponnya. "Ada apa?" tanya Rain segera kepada saudaranya.


Terdengar suara yang ramai dari seberang sana lalu perlahan-lahan mengecil. Sepertinya Owdie sedang mencari tempat sepi untuk bicara kepada Rain. Rain pun dengan antusias menunggu saudaranya bicara.


"Rain." Tak lama suasana di seberang terdengar mulai sepi.


"Ya?" Rain masih menanggapi.


"Aku ada kabar buruk tentang Byrne," jelas Owdie.


"Kabar buruk?" Rain penasaran.

__ADS_1


"Ya, benar. Byrne ditangkap pihak intelijen Rusia saat menjalankan tugas dari kakek," tutur Owdie.


"Apa?!" Seketika Rain terperanjat. "Bagaimana bisa?" Seribu tanya pun muncul di benaknya.


__ADS_2