Kontrak Cinta Sang Penguasa

Kontrak Cinta Sang Penguasa
Reality


__ADS_3

.........


Itu adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi, Sayang. Tidak akan pernah.


Rain berjanji di dalam hatinya. Tangannya pun tanpa sadar bergerak mencari tangan Ara. Rain menyadari jika Ara adalah segalanya. Karena Ara, hidupnya menjadi lebih berwarna.


Ara pun merasakan tangan Rain menyentuhnya. Ia terjaga dari tidurnya yang baru sebentar. Ia tersenyum dan membiarkan Rain memegang tangannya. Tanpa peduli dengan perjanjian yang baru saja ia buat bersama suaminya, jika tidak boleh melewati guling pembatasnya. Ara menyadari jika Rain amat membutuhkannya. Begitu juga dengan dirinya yang amat membutuhkan Rain.


Kini perasaan itu lebih dalam lagi dan memiliki sudut pandang yang lebih luas. Mereka telah menjalin ikatan suci pernikahan, yang mana masa depan akan direncanakan bersama. Dan Ara akan selalu mendampingi Rain dalam keadaan suka maupun duka. Ia dengan sepenuh hati akan mengabdi kepada suaminya.


Sementara itu di istana...


Pagi-pagi buta Mile ditarik paksa oleh beberapa prajurit dari dalam kamarnya. Beberapa prajurit datang dan tidak mengenal waktu untuk segera mengeksekusi pelaku tercorengnya nama baik kerajaan.


"Lepaskan aku!" Putri bergaun putih itu ditarik oleh beberapa prajurit agar mengikuti langkah kaki mereka menuju ruang bawah tanah istana. "Akan kuadukan perlakuan kalian kepada ayah dan ibuku. Dan kupastikan tidak akan ada satupun yang selamat dari kalian!" Mile mengancam prajurit yang membawa paksa dirinya ke ruang bawah tanah istana.


Mile akhirnya mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Hakim memutuskan selama empat puluh hari ke depan ia harus merenungi kesalahannya di ruang bawah tanah istana. Di mana tempat itu merupakan penjara khusus untuk para penghuni yang melanggar aturan kerajaan. Dan Mile akan segera merasakannya.


Sementara itu, Pejabat Han sedang melaporkan hasil keputusan hakim mengenai perbuatan yang Mile lakukan. Yang mana Mile telah tercatat dan masuk ke dalam daftar hitam sang hakim. Hakim amat tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh Mile. Sekalipun ia adalah calon ratu negeri ini.


"Ini adalah hukuman teringan yang bisa hakim berikan untuk putri, Pangeran." Han melaporkan.


Keduanya sedang berada di teras depan ruang kerja sang pangeran. Ditemani gemercik air kolam ikan yang menenangkan. Namun, pangeran terlihat sedikit sibuk kali ini. Ia sedang membaca beberapa surat masuk dari negeri lain. Tangan kanannya terlihat memegang kuas tinta untuk membalas pesan tersebut.

__ADS_1


"Aku serahkan urusan ini kepada hakim. Aku tidak bisa banyak membantu." Pangeran menimpali.


Han mengerti. "Selama empat puluh hari ke depan, putri akan menjalani tahap percobaan. Dia bisa saja keluar dari ruang tahanan jika tiba-tiba kesehatannya menurun," jelas Han lagi.


Pangeran mengangkat wajahnya. "Apakah sudah dilakukan cek kesehatan sebelumnya?" tanya pangeran ingin tahu.


"Sudah, Pangeran. Putri dalam keadaan baik. Hanya saja luka akibat benturan di keningnya masih belum sembuh total." Han menerangkan.


Pangeran mengangguk. "Em, baiklah. Terima kasih. Nanti aku akan menjenguknya bersama nona Ara dan juga tuan Rain." Pangeran menuturkan.


"Baik, Pangeran. Kalau begitu saya permisi." Han segera undur diri dari hadapan pangeran.


Pangeran mengangguk. Han pun lekas pergi dari hadapan pangeran. Sebenarnya pangeran tidak tega untuk menjatuhkan hukuman kepada Mile. Namun, jika dibiarkan ia khawatir Mile akan bertambah jadi dalam setiap perbuatan. Apalagi pangeran sangat menjaga nama baik kerajaan. Bahkan ia sampai rela menyingkirkan kebahagiaannya hanya untuk menyenangkan hati sang raja, ayahnya.


Pria berjubah hitam itu masih belum bisa melupakan sosok gadis yang telah berhasil membuatnya jatuh hati. Ia sampai tidak tidur dan mengisi waktu di tengah fajar dengan bekerja. Han pun dengan siap siaga mendampingi pangeran. Ia amat berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai orang kepercayaan. Tak ayal pangeran pun lebih percaya kepada Han dari pada Mile yang akan menjadi istrinya sendiri. Karena bagi pangeran, kepercayaan adalah segalanya.


Lily, aku masih menunggumu di sini ....


Cinta itu tidak bisa dipaksakan sekalipun diimingi jabatan. Mungkin bibir bisa saja berkata iya. Tapi bagaimana dengan hati, apakah bisa berbohong? Begitu juga dengan Pangeran Agartha yang masih berharap dapat dipertemukan kembali dengan cintanya, Lily.


Pertemuan tak terduga di telaga itu membuat pangeran belum bisa melupakan bayang-bayang gadis itu. Karena hatinya tidak mudah untuk melupakan begitu saja segala kenangan indah yang telah tercipta. Karena pria juga manusia.


Di dunia yang sebenarnya...

__ADS_1


Sosok pria tua berusia delapan puluh tahun sedang duduk di atas kursi megahnya. Ia duduk di depan TV sambil mencengkram erat tongkatnya. Mendengarkan saksama berita yang disiarkan beberapa stasiun TV di seluruh dunia. Penglihatannya pun tertuju kepada berita yang disiarkan di Dubai. Yang mana headline news mengambil tajuk konspirasi tentang meledaknya kapal pengeboran minyak Rain.


"Saya tidak tahu kebenaran yang pasti. Tapi, saya sebagai tetangga dari kepala pengeboran minyak membenarkan jika pria yang ada di dalam foto itu memang datang. Namun, saya tidak tahu siapa nama dan asalnya." Seorang kepala rumah tangga, tetangga terdekat mendiang kepala pengeboran minyak diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi.


"Menurut Anda apakah hal ini ada kaitannya dengan organisasi ternama yang bermain di belakang layar?" tanya wartawan lagi.


Pria itu mengembuskan napasnya. "Entahlah. Semua bisa saja terjadi. Yang jelas negara kami mengalami kesulitan pasokan minyak setelah kejadian itu. Jangankan untuk ekspor, untuk dalam negeri pun kami kesulitan," terang pria itu lagi.


Seketika Sam mematikan televisinya. "Mereka berani-beraninya menggoreng berita ini! Tidakkah mereka tahu jika mata-mata organisasi ada di mana-mana?!" Sam mencengkram erat tongkatnya. Ia beranjak berdiri. "Sepertinya ada yang sengaja mengompori masalah ini agar tidak tenggelam. Tapi siapa? Siapa yang telah berani bermain-main dengan organisasi?!" Sam bertanya sendiri.


"Tuan." Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.


Sam segera tersadar. "Masuk!" Ia pun mempersilakan masuk orang yang datang.


Tak lama kemudian terlihatlah seorang pria bertubuh kekar, berjas dan berkaca mata hitam memasuki ruangannya. Ia terlihat membawa sebuah dokumen di tangannya.


"Tuan Sam. Saya ingin melaporkan hasil investigasi tim CIA pada Anda," tutur pria itu.


"Baik." Sam pun menerima.


"Mohon maaf Tuan, tim CIA yang diutus membenarkan jika pria di dalam foto itu adalah tuan Nick." Pria itu menuturkan.


"Apa?!"

__ADS_1


Seketika Sam terkejut bukan main. Tongkatnya pun hampir terlepas dari tangan. Jantungnya terasa amat sakit. Tak menyangka akan mendengar kabar ini.


__ADS_2