Kontrak Cinta Sang Penguasa

Kontrak Cinta Sang Penguasa
Can't Move


__ADS_3

Langkah kaki keduanya semakin mendekati Nick. Nick pun seolah tidak bisa lari dari pertemuan ini. Sampai akhirnya keduanya berpapasan langsung dengan sang cucu kandung kakeknya. Namun, baik Rain ataupun Owdie tidak mengindahkannya. Nick diabaikan begitu saja.


Mereka?!


Nick terkejut. Ia diliputi rasa penasaran dalam hatinya. Angin yang berembus saat berpapasan dengan Rain pun terasa begitu mencekam. Kedua saudara seperasuhan itu terus saja melangkahkan kaki menuju pintu keluar manshion Sam. Tiada kata, tiada bicara. Baik Rain maupun Owdie mendiamkan Nick.


Owdie sendiri tampak tersenyum sinis saat berpapasan dengan Nick. Ia benar-benar menganggap Nick tak ada. Owdie sudah muak dengan segala tingkah Nick di organisasi. Ia juga tidak peduli lagi terhadap apa yang terjadi pada Nick. Baginya saat ini hanya ada dua saudara terdekat yang harus dibelanya, Rain dan juga Byrne. Selain itu ia tidak terlalu memedulikannya.


Kau terlihat pucat, Nick. Pasti saat ini tidak menyangka jika Rain masih hidup setelah setengah tahun berlalu tanpa kabar. Bagaimana, apa kau tambah ketakutan dengan kehadiran Rain di sini? Otakmu sungguh licik memperlakukan saudara sendiri. Kau tidak pantas memegang tahta organisasi.


Owdie terus saja berjalan bersama Rain menuju pintu keluar manshion. Sedang Rain tampak diam, seolah tidak melihat Nick sama sekali yang berpapasan dengannya. Hal itu tentu saja membuat Nick berpikir lain. Ia kemudian melakukan sesuatu.


"Tunggu!"


Sebelum keduanya benar-benar pergi dari manshion, Nick menahannya. Sontak baik Rain maupun Owdie mengentikan langkah kakinya.


Nick berbalik, menghadap ke arah keduanya. "Rain, kapan kau datang?" Tiba-tiba ia bertanya seperti itu.


Owdie menghela napasnya. Ia merasa malas untuk meladeni Nick. Namun, ternyata Rain tidak begitu. Ia malah segera menjawabnya.


"Setengah jam yang lalu," kata Rain lalu meneruskan kembali langkah kakinya menuju pintu keluar. Saat itu juga Owdie menahan tawanya. Nick benar-benar diperlakukan tidak penting oleh Rain.

__ADS_1


"Rain! Kita masih punya urusan yang belum terselesaikan!" Nick kembali bicara.


Rain menghentikan kembali langkah kakinya. Ia merasa kesal karena Nick seperti ingin mencari masalah. "Urusan apa?" tanyanya yang berhenti sejenak.


Nick menarik napas dalam-dalam. Ia begitu tegang untuk berbicara kepada Rain. Atmosfer sekitar pun terasa begitu mencekam. Hal ini juga dirasakan oleh Owdie. Ia segera berbalik untuk berbicara kepada Nick.


"Urusan apa yang kau maksud?" Owdie menyilangkan kedua tangannya di dada. "Sepertinya semua urusan telah selesai. Atau kau ingin mencari urusan yang baru?" tanya Owdie kepada Nick.


Saat itu juga Nick menyadari jika kedua saudara seperasuhan yang ada di hadapannya itu tidak lagi memedulikannya. Nick tahu jika Owdie sangat berpihak kepada Rain. Terbukti dengan sebelumnya mereka pernah sempat adu mulut karena Owdie menuntut pertanggungjawaban Nick atas hilangnya Rain. Namun, saat itu Nick masih bisa selamat dari berbagai fakta yang dipaparkan oleh Owdie. Sam sendiri yang menahan keributan itu.


Di lain sisi Rain berusaha menahan amarah yang hampir meluap ke permukaan. Bagaimanapun Nick juga hampir mencelakai istrinya. Seseorang yang sangat berati bagi hidupnya. Jika karena tidak ingin menambah masalah, pastinya Rain sudah membuat perhitungan dengan Nick. Tapi karena ia ingin segera menyelesaikan urusannya, Rain bertahan dalam diam. Walau nyatanya ia sungguh kesal di dalam hatinya.


"Aku tidak punya urusan denganmu, Owdie. Jangan ikut campur masalah orang." Nick risih karena Owdie ikut bicara.


"Kau!" Nick pun mengepalkan tangannya.


"Em ... aku rasa semua urusan di antara kalian sudah berakhir. Lagipula Rain bukan lagi bagian dari organisasi. Jadi kau tidak perlu terlalu ketakutan." Owdie menekan intonasi bicaranya di kalimat terakhir.


Sontak Nick terkejut dengan pernyataan Owdie. Sebuah kabar ia terima menjelang sore ini dari saudara seperasuhannya tentang Rain. Yang mana membuat Nick jadi berpikir ulang tentang keduanya.


Apakah mereka sedang bersandiwara di depanku untuk menusukku dari belakang?

__ADS_1


Nick merasa Rain dan Owdie sedang merencanakan sesuatu untuknya. Ia diliputi ketakutannya sendiri. Rain pun berbalik, menghadap Nick untuk menyelesaikan urusannya.


"Aku diam bukan berarti takut kepadamu, Nick. Aku hanya tidak ingin menambah masalah. Tapi jika kau masih belum puas atas apa yang terjadi kemarin, mari kita selesaikan sekarang." Rain akhirnya bicara.


Sontak Nick menelan ludahnya kala mendapat peringatan dari Rain. Ia tidak mungkin melawan Rain dengan tangan kosong. Rain sudah seringkali memenangkan pertarungan atasnya sehingga tidak mudah untuk dikalahkan. Sedangkan Owdie tampak tersenyum-senyum sendiri saat mendengar Rain berkata seperti itu. Ia merasa puas melihat raut wajah Nick yang gugup dan ketakutan.


Aku sering kalah darinya. Tidak mungkin melawan dengan tangan kosong. Jikalaupun terjadi, hanya akan menanggung malu di depan saudara-saudaraku. Aku harus mencari cara lain untuk mengalahkannya.


Nick merasa pesimis jika akan berkelahi dengan Rain. Sedang Rain masih menunggu jawaban dari Nick. Owdie sendiri mendongakkan kepala seraya bertolak pinggang. Ia merasa pertemuan ini harus segera diselesaikan.


"Rain sudah kembali, Nick. Jangan membuatnya berubah pikiran karena hanya akan membuatmu menyesal," tutur Owdie kembali.


Nick diam. Ia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya. Ia mengerti benar apa maksud dari perkataan Owdie. Secara tidak langsung sangat merendahkan dirinya.


"Jika tidak ada hal lain yang ingin dibicarakan, kami permisi."


Owdie pun berpamitan seraya tersenyum sinis kepada Nick. Ia kemudian mengajak Rain untuk segera keluar dari manshion Sam. Rain pun diam seraya membalikkan badan. Keduanya meninggalkan Nick yang terpaku di ruang tengah manshion Sam. Nick merasa geram dengan ulah kedua saudaranya.


Kalian harus membayar penghinaan ini! Lihat saja nanti!


Bukannya tersadar dari kesalahan, Nick malah ingin mempermasalahkan hal yang terjadi. Ia seakan menabuhkan genderang perang kepada saudaranya sendiri. Ia masih belum jera untuk selalu memperkeruh masalah. Seakan tidak mempunyai tugas penting untuk organisasi.

__ADS_1


Nick sangat berambisi untuk menduduki tahta organisasi sampai tidak melihat lagi siapa yang ada di hadapannya. Ia begitu tergila-gila memegang kekuasan tanpa peduli dengan setiap tindakan yang dilakukan. Karena Nick hanya tahu jika tahta organisasi itu harus jatuh kepadanya. Selebihnya ia anggap biasa-biasa saja.


Siang ini pun menjadi saksi pertemuan tiga saudara seperasuhan yang sudah lama tidak saling menyapa dan bersua. Namun, bukannya kehangatan yang dirasakan, malah suasana mencekam begitu terasa. Nick masih saja ingin menambah masalah dengan Rain tanpa peduli apa akibatnya. Hal itu pun dilihat oleh Sam sendiri dari atas lantai dua manshionnya. Ia menyadari aura persaingan begitu pekat di antara cucu-cucunya, terutama Nick.


__ADS_2