
Sementara itu di gazebo depan istana...
Gazebo adalah sejenis tempat bersantai dengan atap yang melindungi dari panas atau hujan. Biasanya di dalam gazebo tersedia satu set tempat duduk seperti meja dan beberapa kursi. Yang mana di sekeliling sisinya dibiarkan terbuka lebar.
Kini Pangeran Agartha sedang berbicara dengan pejabat dalam negerinya di gazebo depan istana. Ia tengah mendengar laporan tentang persiapan pesta pernikahannya. Tampak pangeran yang antusias dalam mendengarkan setiap laporan pejabatnya. Sedang pejabat itu menuturkan apa saja yang sudah dipersiapkan untuk pesta pernikahan.
"Jadi pihak dekorasi akan datang sebentar lagi?" tanya pangeran kepada pejabatnya.
"Benar, Pangeran. Malam ini akan diselesaikan seluruhnya. Pangeran jangan khawatir." Pejabat itu meyakinkan.
"Bagus. Kalau begitu aku bisa tidur dengan tenang malam ini. Untuk sementara biarkan rakyat tidak mengetahuinya karena aku khawatir hanya akan memicu fitnah. Aku serahkan urusan ini kepadamu." Pangeran memercayakan tugas ini kepada pejabat dalam negerinya.
"Saya akan laksanakan, Pangeran. Kalau begitu saya permisi." Pejabat itu undur diri.
Pangeran mengiyakan. Pejabat itu pun segera pergi dari hadapan pangeran. Sedang pangeran masih ingin bersantai di ujung hari lajangnya. Karena esok hari statusnya sudah berubah menjadi suami orang.
Akhirnya tak lama lagi statusku akan berubah. Semoga aku bisa menjadi suami yang baik bagi Lily. Bisa menjadi ayah teladan bagi anak-anak kami. Dan juga bisa menjadi raja yang baik untuk negeri ini.
Pangeran memanjatkan doa seraya menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Ia kini dapat merasa tenang setelah menemukan belahan jiwanya. Ia pun tersenyum seraya mengingat kembali kejadian sebelum hari ini. Di mana ada hal-hal lucu yang tercipta di antara dirinya dan Lily di telaga waktu itu.
Keduanya pernah terjatuh bersama dan hampir berciuman karena terpleset saat berjalan di tepi telaga. Dan saat itu pangeran merasa jika ia memang benar-benar membutuhkan Lily sebagai pendamping hidup. Agartha berharap langkah dan keputusan yang ia ambil ini adalah benar.
__ADS_1
Esok harinya...
Pagi telah datang. Mentari bersinar dengan terang. Saatnya pesta pernikahan Pangeran Agartha digelar. Untuk pertama kalinya ada sebuah pesta pernikahan di istana kaca seluas ini. Yang mana putra mahkotanya sendiri yang menikah, meminang gadis pilihan hatinya.
Sang mempelai wanita pun, Lily sudah didandani sedemikian rupa bak seorang putri kerajaan yang cantik jelita. Pernak-pernik menghiasi seluruh rambutnya dari bebatuan zamrud dan mutiara. Gadis yang berasal dari kalangan rakyat biasa itu tampak tidak ada yang mengenalinya. Tata busana dan rias wajahnya sungguh membuatnya amat berbeda.
Pesta pernikahan yang pangeran gelar hari ini bukanlah pesta pernikahan besar-besaran yang menghabiskan banyak biaya. Namun, pesta sederhana sebagai rasa syukur karena telah dipertemukan dengan pendamping hidupnya. Pangeran ingin segera mengikat janji suci bersama seorang gadis yang telah berhasil membuatnya jatuh hati. Begitu juga dengan Lily yang merasa nyaman saat bersama Agartha.
"Nona, mari saya antarkan menemui pangeran."
Beberapa pelayan istana berbusana pesta datang, mengetuk pintu kamar Lily dan meminta izin mengantarkan Lily menemui pangeran. Lily pun mengangguk. Ia segera menarik napas dalam agar tidak grogi saat berjalan. Namun, tetap saja hatinya dag-dig-dug tak karuan karena sebentar lagi akan bertemu dengan pangeran dan mengikat janji. Lily jadi gugup sendiri.
Lily tidak tahu pesta seperti apa yang telah Agartha siapkan untuknya. Sedari kemarin ia belum juga bertemu dengan calon suaminya. Ia seperti dipingit untuk menjalani perawatan dan persiapan mental sebelum pernikahan. Alhasil hatinya kini dag-dig-dug tak karuan.
Sementara itu...
Ara dan Rain masih bersiap-siap menunju istana. Mereka kini sedang merapikan tata rias pasangannya. Hari ini pun gaun pesta yang disediakan pihak istana untuk Ara tampak lebih terbuka di bagian dada. Sehingga Rain harus mengakalinya dengan berbagai macam cara.
"Sayang, modelnya memang seperti ini. Sedikit turun di bagian dada." Ara meminta Rain untuk berhenti mengakali gaunnya agar tidak terbuka.
Gaun yang Ara kenakan seperti dres malam di dunia sebenarnya. Tidak ada rompi yang melapisi sehingga bisa menutupi bagian dada. Rain pun kesal karena tidak bisa mengakalinya. Ia berulang kali berusaha tapi tetap saja tidak bisa.
__ADS_1
"Astaga, pakai gaun sebelumnya saja." Rain tidak rela jika ada sedikit bagian dada istrinya yang terlihat orang lain.
"Sayang, tapi kan—" Ara ingin menolaknya.
"Tidak ada tapi! Aku harus bersusah payah untuk mendapatkannya, sedang orang lain bisa melihatnya dengan mudah?! Tidak, Sayang!" Rain tidak terima.
"Huh!"
Ara pun memajukan bibirnya. Ia cemberut karena tak lagi bisa menolak keinginan suaminya. Pada akhirnya, ia kembali mengenakan gaun biasa. Gaun sutera berwarna putih namun rambutnya saja yang digulung lebih rapi.
Sekarang aku tidak lagi bisa membantahnya. Padahal kalau dipikir-pikir hanya sedikit saja yang terlihat. Oh, ya ampun. Suamiku ini memang tidak ada duanya.
Rain sendiri diberi pakaian pesta mirip seperti pendekar kerajaan Cina. Berwarna putih dengan sabuk berwarna sama. Hanya saja rambut Rain kali ini disisir ke belakang sehingga lebih rapi. Ia pun terlihat tampil beda kali ini.
Ara sendiri menuruti keinginan suaminya. Ia tidak jadi mengenakan gaun pesta yang pihak istana berikan. Melainkan mengenakan gaun yang biasa ia pakai. Sehingga bagian dadanya bisa tertutupi dan Rain pun tenang karenanya.
Beberapa saat kemudian...
Bunga-bunga indah dibentuk sedemikian rupa di pintu penyambutan tamu. Terlihat beberapa prajurit berjaga di sekitaran istana. Mereka tampak berdiri tegap menjalankan tugas dari negeri untuk mengawal pesta pernikahan sang putra mahkota. Hingga akhirnya satu per satu tamu undangan berdatangan ke istana. Ada yang menaiki kuda dan ada yang menaiki kereta kuda bersama pengawalnya.
Tamu-tamu yang datang disambut oleh para pejabat penting istana. Mereka mengantarkan tamu itu untuk segera mengambil tempat duduk yang telah disediakan. Sementara para pelayan berbusana sopan terlihat hilir mudik mengantar minuman. Beberapa dari mereka juga ada yang mengantarkan hidangan.
__ADS_1
Dekorasi pesta pernikahan pangeran seperti dekorasi mewah jika di dunia sebenarnya. Lilin berwarna-warni pun ikut dinyalakan sebagai penambah hiasan. Aroma semerbak tak lupa menyertai pesta kali ini. Walaupun sederhana tetapi tetap saja terlihat mewah dan elegan.