Kontrak Cinta Sang Penguasa

Kontrak Cinta Sang Penguasa
Something Wrong


__ADS_3

Sang pangeran pun tampak mendengarkan setiap kata yang dituturkan oleh Han, pejabat kepercayaannya. Saat itu juga pangeran terbelalak kaget dengan apa yang ia dengar.


"Putri Mile sering mengancam pelayan yang tak menurut padanya?" Pangeran terbelalak kaget.


"Benar, Pangeran. Saya juga pernah melihatnya menyeret seorang pelayan perempuan karena salah memenuhi permintaannya. Dia bahkan dengan tega menyiram pelayan itu dengan air panas," tutur Han lagi.


"Astaga ...," Pangeran mengurut dahinya. "Dia sudah benar-benar keterlaluan. Tega-teganya berbuat seperti itu kepada pelayan istana ini." Pangeran tak habis pikir.


"Benar, Pangeran. Saya melihat sendiri kejadian itu beberapa minggu yang lalu. Namun, saya diam karena ingin mengetahui lebih lanjut tentangnya. Dan saya rasa, putri seperti memiliki kelainan jiwa. Emosinya tidak stabil saat keinginannya tidak terpenuhi. Dia juga sering main hakim sendiri tanpa mengenal belas kasihan." Han mengungkapkan.


Pangeran mengangguk.


"Sepertinya Pangeran harus lebih berhati-hati padanya. Dia orang baru di istana, tapi sudah berani bertindak layaknya ratu." Han menyarankan agar pangeran berhati-hati.


Pangeran mengernyitkan dahinya. "Sebenarnya selama ini aku juga merasa ada hal aneh pada dirinya. Semenjak hadir di istana, dia seolah-olah melarangku untuk mengecek keseluruhan bagian istana ini. Seperti ada yang disembunyikan dariku. Beberapa pelayan juga tampak bersikap kaku saat ada dirinya. Tapi, apakah benar Mile sampai melakukan kekerasan terhadap mereka?" Pangeran masih tak percaya.


Han mencerna baik-baik kata-kata pangeran. "Kedua orang tua putri adalah saudagar terkaya di negeri ini. Tentunya dia telah terbiasa mendapatkan apa yang dia mau. Namun, saat berada di istana, dia harus mengikuti semua tradisi dan juga peraturan di sini. Mungkin dia belum terbiasa dengan suasana istana yang baku. Atau mungkin juga tabiatnya memang seperti itu." Han menuturkan pendapatnya.


"Jadi ...?"

__ADS_1


"Saya rasa sayembara yang diadakan Yang Mulia dua bulan lalu juga tidak terlalu murni memenangkannya. Mungkin saja ada keterlibatan ayah dan ibunya agar putri dapat memenangkan sayembara. Bukankah kedua orang tuanya membawakan Yang Mulia banyak sekali hadiah?" Han mencoba mengajak pangeran berpikir ulang atas kemenangan Mile pada sayembara istana beberapa bulan yang lalu.


Pangeran Agartha mengangguk. "Kau benar. Aku rasa ada yang salah dengan kemenangannya waktu itu."


Pangeran Agartha menyadari jika kemenangan Mile dalam sayembara tidak sepenuhnya murni. Kedua orang tua Mile datang waktu itu dan membawakan raja banyak sekali hadiah sebelum pengumuman akhir pemenang. Jadi ia berpikir ulang dan merasa apa yang dituturkan oleh Han memang ada benarnya.


Ayah, jika memang memenangkannya karena hadiah-hadiah itu, maka harga dirimu tak lebih dari sebatas hadiah.


Pangeran tampak merenung. Ia menyesali jika benar perbuatan ayahnya seperti itu.


"Pangeran?" Han pun menyapanya.


"Ya." Pangeran segera tersadar dari lamunannya.


Pangeran mengangguk. "Kau benar. Tapi, bagaimana dengan Mile?" tanya pangeran lagi.


Han berpikir sejenak sebelum mengatakannya. "Saya rasa untuk sementara putri harus diisolasi dari aktivitas istana. Dia harus merenungi kesalahannya. Karena hal yang dia lakukan amatlah fatal. Terlebih jika kejadian ini sampai menyebar ke luar. Citra baik istana akan runtuh karenanya. Dan apakah Pangeran akan diam saja? Tentunya Pangeran harus mengedepankan nama baik kerajaan dibandingkan dirinya." Han mengutarakan pemikirannya kepada pangeran.


Pangeran pun mengangguk.

__ADS_1


Selama ini aku selalu berusaha menuruti keinginan ayah untuk bersikap baik padanya. Di dalam hatiku sungguh tidak mempunyai perasaan terhadap wanita itu. Tapi biarlah hanya aku yang tahu bagaimana perasaanku yang sesungguhnya. Orang lain tidak perlu tahu jika aku tidak mencintai Mile. Karena suatu saat bisa saja hal itu menjadi boomerang untukku.


"Baiklah, aku akan menemui Nona Ara. Sementara itu bantu aku untuk meredam kejadian ini agar pihak luar tidak ada yang tahu." Pangeran beranjak dari duduknya.


"Baik, Pangeran." Han pun menyanggupi.


Siang ini pangeran berusaha berlapang dada dengan kabar yang ia dengar. Sejujurnya ia amat terkejut dengan perbuatan yang Mile lakukan. Namun, ia tidak mempunyai rasa kepada Mile sehingga tidak perlu marah ataupun naik pitam karena cemburu. Mile bukanlah wanita yang berarti dalam hidupnya. Hubungannya dengan Mile hanya sekedar menyenangkan hati orang tua.


Saat ini yang pangeran tahu adalah hal apa yang harus ia lakukan agar kejadian ini tidak sampai diketahui pihak luar. Pangeran pun telah mempercayakan tugas ini kepada Han. Ia berharap tidak ada satupun pihak luar yang mengetahuinya.


Sementara itu di kamar Mile...


Mile di kamarnya sedang dag-dig-dug tak karuan karena perbuatan kotornya diketahui oleh orang kepercayaan pangeran. Ia pun tengah memikirkan cara agar bisa memutarbalikkan fakta dengan membuat pangeran tidak percaya lagi kepada Han. Ia belum juga tersadar dari perbuatan buruknya.


Sialan! Rencanaku gagal di penghujung karena pejabat itu! Harusnya aku bisa mendapatkan Rain dan memilikinya. Sekarang semua berantakan! Pelayan-pelayan itu begitu bodoh. Tidak bisa menahan agar dia tidak masuk ke dalam kamarku. Sekarang aku harus mencari cara untuk menjatuhkannya. Aku harus membuatnya seolah-olah mengkhianati pangeran. Tapi, hal apa yang harus aku lakukan?


Mile berpikir cara apa yang harus ia lakukan agar pangeran tak percaya lagi dengan Han. Karena menurutnya, hanya dengan cara itulah ia bisa selamat dari masalah ini. Ia seperti seekor rubah yang menggali lubang kuburnya sendiri. Perhitungannya selama ini salah dan tidak memikirkan konsekuensi.


Mile sendiri merupakan gadis asal Agartha yang memenangkan sayembara istana. Ia mengalahkan peserta lainnya dalam ajang yang diadakan oleh raja untuk mencari pendamping, penerus kerajaan. Namun, tidak ada satupun peserta yang sesuai dengan kriteria sang raja saat itu. Hanya Mile lah yang dianggap bisa memenuhinya. Sehingga hal itulah yang membuatnya memenangkan sayembara.

__ADS_1


Usut punya usut ternyata kedua orang tua Mile pernah datang dan membawakan banyak sekali hadiah untuk raja. Yang mana membuat raja semakin terkesima dengan keloyalan kedua orang tua Mile. Raja berpikir jika ayah dan ibunya saja seperti itu, bagaimana dengan anaknya. Pastinya Mile juga loyal seperti kedua orang tuanya. Namun sayang, raja tidak memikirkan bagaimana perasaan putra mahkota.


Kini sang raja sendiri sedang berdestinasi ke negeri lain dan memercayakan kekuasaan sepenuhnya kepada sang putra, Pangeran Agartha. Tak ayal Pangeran Agartha lebih disibukkan dengan urusan kerajaan hingga membuat dirinya jarang pergi ke telaga. Dan saat pergi ke telaga, ia tidak lagi menemui gadis yang dicintainya. Karena jabatan ia harus kehilangan cintanya.


__ADS_2