
Aku ... aku memutar waktu ...?
Aku tak percaya dengan yang hal kualami ini. Sungguh sesuatu di luar dugaan bagiku. Ternyata aku bisa melihat kejadian yang telah berlalu. Terlihat jelas di depan kedua mataku putri itu menyeret seorang perempuan dengan seenaknya. Sedang kedua tangan perempuan itu diikatnya. Apakah ini pertanda jika kemampuanku sudah terasah dengan baik?
Aku sendiri tidak mengetahui kemampuan apa yang sebenarnya kumiliki. Setelah menderma uang lima ribu, kehidupanku berubah drastis. Bertemu dengan pria yang kuimpikan, menjalin kasih dengannya, bahkan sampai menikah. Dan sekarang aku berpetualang ke negeri entah berantah yang belum dapat dipastikan keberadaannya. Sungguh anugerah yang tak terkira.
Ya Tuhan ... anugerah yang Engkau berikan sungguh luar biasa untukku.
Kini aku dengan mudah pergi ke suatu tempat seperti ke bukit pohon surga kemarin. Hanya dalam beberapa helaan napas saja, jiwaku sudah sampai ke tempat itu. Apakah hal ini sama seperti itu juga? Aku bisa menjelajah dimensi ruang dan waktu dalam sekejap saja?
Sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya. Semakin dipikirkan, semakin dibuat penasaran. Lantas kuputuskan untuk mengikuti ke mana putri itu membawa seorang perempuan yang berteriak kesakitan. Aku ingin mengetahui apa yang mereka lakukan.
Seingatku Pangeran Agartha mengatakan jika gadis yang membuatnya jatuh hati, Lily tinggal di gubuk yang ada di danau, tempat aku dan suamiku datang pertama kali ke sini. Kulihat keadaan sekitar dan kusadari jika tempat yang kudatangi sekarang juga ada di danau itu.Tidak salah lagi jika perempuan yang diseret itu adalah Lily.
Aku harus diam-diam mengikuti mereka. Jangan sampai ketahuan.
Pelan-pelan aku melangkahkan kaki, melewati pintu goa lalu gubuk yang ada di sini. Aku pun menuruni anak tangga setapak agar bisa terus mengikuti mereka. Tapi di saat mereka berhenti, aku segera bersembunyi. Aku tidak boleh ketahuan.
Ke mana mereka membawa Lily?
Aku penasaran, sungguh penasaran. Wajah Lily belum bisa kulihat dengan jelas karena putri itu menyeretnya dengan kasar. Tak lama kemudian kulihat beberapa orang berbadan kekar menunggu mereka di dekat kereta kuda yang ada di tepi danau. Lily pun dihempaskannya ke arah pria-pria itu.
"Akh!"
Lily terlihat kesakitan. Aku pun seperti bisa merasakan apa yang dia rasakan. Dia pasti amat kesakitan saat diperlakukan bak hewan oleh manusia-manusia tak beradab itu. Tak kusangka jika putri itu akan berbuat hal sekeji ini.
"Lepaskan aku! Aku tidak kenal dengan kalian!"
__ADS_1
Lily berteriak sambil memberontak sekuat tenaganya. Ikatan di kedua tangannya seperti ingin ia lepas dengan cepat.
"Diam!"
Tak lama kemudian aku pun terperanjat dengan apa yang kulihat. Di depan kedua mataku, Lily dipukul oleh salah satu pria berbadan kekar itu sampai pingsan.
Astaga! Teganya mereka!
Aku geram. Sangat geram melihat perlakuan orang-orang jahat itu memperlakukan Lily. Bagaimana bisa mereka menghakimi seorang gadis yang tidak bersalah terhadap keadaan mereka? Bukankah Lily tinggal di gubuk danau seorang diri dan tanpa sanak saudara? Lalu kesalahan apa yang telah dia buat sampai harus mendapatkan perlakuan kasar seperti itu?
Ya Tuhan ....
Setelah pingsan, kulihat Lily digotong masuk ke dalam kereta. Aku pun ingin sekali berlari ke sana. Tapi saat itu juga aku tersadar jika ini hanya kilas balik kejadian sebelumnya. Yang asli sudah dibawa entah ke mana.
Baiklah, aku harus cepat membuntutinya.
Ya Tuhan, tolong aku ....
Saat itu juga otakku berpikir cepat. Kupegang apa saja yang ada di dekatku untuk menahan tubuhku agar tidak sampai jatuh. Dan akhirnya, aku memegang sebatang pohon terdekat yang masih berjuang tumbuh. Alhasil aku tidak jadi jatuh.
"Astaga. Astaga."
Keringat pun mulai bercucuran dari keningku. Hampir saja aku jatuh. Untungnya ada pohon gaharu di sini yang bisa menahan tubuhku. Jika tidak, aku tidak tahu harus bagaimana. Pastinya kandunganku bisa terkena dampaknya.
Di mana mereka?!
Aku pun kembali fokus untuk mengejar mereka. Namun ternyata, aku kehilangan jejaknya. Mereka telah pergi dari tempat ini tanpa sepengetahuanku. Seketika aku merasa tidak berguna. Aku tidak tahu Lily dibawa ke mana.
__ADS_1
Ngiiing!
Di tengah rasa kesalku, tiba-tiba saja kudengar denging suara yang entah apa. Saat itu juga aku merasa ada yang bergetar di kepalaku. Kupegang kepalaku lalu kucari sesuatu apa yang bergetar itu. Dan ternyata getaran itu berasal dari tusuk konde yang nenek pemberi gelang berikan padaku. Cahaya keemasan pun muncul di hadapanku, lalu tak lama kemudian keadaan sekitar berubah. Menjadi suatu tempat yang sangat asing bagiku.
Ini di mana? Kenapa gelap sekali?
Aku tidak tahu sedang berada di mana. Aku merasa sudah berpindah ke suatu tempat yang sangat gelap sekali. Hanya sedikit cahaya matahari yang bisa masuk ke sini. Tempatnya begitu gelap dan juga banyak teralis besi di kanan dan kiriku. Pelan-pelan kusadari jika ini adalah sel kurungan. Tak lama kemudian kudengar suara langkah kaki yang mendekatiku. Aku pun segera bersembunyi di balik dinding yang gelap.
"Cepat masukan dia ke kurungan! Cepat!"
Kudengar suara putri itu lagi. Dia memerintah kepada seseorang yang tidak kutahu. Aku pun jadi penasaran dibuatnya. Aku intip saja. Dan ternyata...
Astaga ... jadi?!
Sontak aku menyadari sesuatu. Ternyata dialah yang telah menculik Lily. Entah apa motifnya, tapi ini adalah suatu perbuatan keji yang tak pantas dilakukan.
Kulihat pria-pria berbadan kekar itu membawa Lily masuk ke sebuah kurungan berteralis besi. Mereka lalu segera keluar begitu selesai memasukkannya. Salah satu dari mereka pun mengunci pintunya dari luar. Benar-benar tidak berhati nurani.
Apakah ini di ruang bawah tanah istana? Jika iya itu berarti ...?! Astaga!!!
Aku terkejut dengan pemikiranku sendiri. Putri itu lalu pergi bersama pria-pria berbadan kekar setelah memasukkan Lily ke dalam kurungan. Lekas saja aku mendekati tempat itu untuk melihatnya. Dan kulihat Lily terkulai lemah di dalam sana. Dia belum sadarkan diri.
Putri itu memang benar-benar tidak berprikemanusiaan. Dia tidak pantas mendampingi pangeran!
Aku geram, sangat geram. Rasanya ingin sekali memberi pelajaran kepada wanita iblis itu. Bisa-bisanya dia berbuat seperti ini kepada sesama perempuan. Seperti tidak pernah disekolahkan.
Cahaya itu?!
__ADS_1
Tak lama kemudian, aku pun melihat sebuah cahaya putih keemasan muncul kembali. Saat itu juga aku seperti tersedot ke suatu tempat. Aku berpindah lagi. Namun, kali ini aku seperti tahu di mana gerangan berada. Aku seperti berada di gerbang belakang istana.