Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 99 : Tembakan


__ADS_3

Seperti yang pernah kukatakan wilayah goblin dibagi menjadi tiga bagian, pertama wilayah goblin biasa, Hobgoblin serta High goblin tidak dipungkiri bahwa di antara mereka ada Goblin King, dari masing-masing goblin memiliki peranan sendiri seperti Goblin Archer yang bertugas menjatuhkan musuh dari kejauhan dengan busur, Goblin Swordman yang bertugas menyerang dari jarak dekat serta Goblin Shaman yang mampu menggunakan sihir dari jarak menengah.


Ketiga goblin ini memiliki peranan penting dalam menjaga wilayahnya secara terorganisir, inilah yang kebanyakan petualang salah mengartikan bahwa goblin makhluk lemah yang setingkat satu level dari slime.


Selemah apapun mereka saat bertarung bersama mereka akan menjadi kuat, itulah yang harus diketahui semua orang.


Lesoria dan Jeanne mengambil langkah untuk menebas Goblin Swordman yang mendekat, sementara aku mencari keberadaan Goblin Archer yang bersembunyi di atas dahan pepohonan lalu menembaknya dari bawah hingga mereka berjatuhan begitu saja.


Satu, dua goblin tumbang lewat senjataku hingga kulihat dari kejauhan ada goblin Archer yang bersiap menyerang Lesoria, aku hendak mengeluarkan senapan panjang akan tetapi goblin itu lebih dulu dijatuhkan oleh Sirius dari belakang.


Walau dia tidak ingin ikut campur namun pada akhirnya dia tetap saja membantu.


Aku berjalan mendekat ke arah Lesoria dan Jeanne yang telah berhasil menaklukkan puluhan goblin hingga sekujur pakaian mereka dipenuhi noda darah.


"Di sini sudah selesai, mari berisitirahat sebentar di sungai untuk membersihkan diri," kami hanya mengangguk atas perkataan Jeanne.


Aku bersandar di batu besar sementara kedua kesatria itu membersihkan diri di belakangku, selagi mengisi senjata apiku dengan peluru, Sirius yang ada di sampingku hanya menikmati buah yang baru dipetiknya tanpa mengatakan apapun.


Ketika aku melihat seekor goblin muncul aku menembaknya tepat di kepalanya.


"Ada apa Aksa?" suara itu berasal dari Jeanne.

__ADS_1


"Jangan khawatir, barusan ada goblin datang kemari."


"Begitukah."


"Tangkap."


Aku mengeluarkan sabun dari sihir penyimpananku lalu melemparkannya tanpa menoleh.


"Pakailah itu saat mandi."


"Benda apa ini?'


"Aku juga baru melihatnya, tapi aromanya harum."


"Aku mengerti," jawab Lesoria semangat.


Setelah selesai keduanya berdiri di hadapanku selagi berpose imut, tak lupa mereka juga mengembalikan sabun yang mereka pakai namun aku memilih untuk memberikannya saja.


"Bagaimana penampilanku?"


"Aku juga "

__ADS_1


Sebelum aku menjawabnya Sirius yang dari tadi makan bergerak maju untuk mengangkat rok keduanya.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Jeanne sedangkan Lesoria menarik kedua pipi Sirius.


Barusan pemandangan yang bagus.


Di atas tebing kulihat beberapa goblin tengah berkumpul di satu titik, jujur saja semenjak datang ke wilayah ini aku tidak tahu sudah berapa banyak goblin yang telah kami kalahkan, yang aku tahu itu tidaklah sedikit.


Aku menciptakan lingkaran sihir di atas mereka lalu berkata.


"Thunder."


Dan petir jatuh menghantam mereka semua hingga membakarnya menjadi debu, di sini kurasa sudah selesai.


Aku mengalihkan pandangan ke arah lain dan kulihat asap mengepul dari sana, beberapa goblin mungkin menembakan sihir pada Lesoria dan Jeanne, kendati demikian itu bukan masalah untuk keduanya.


Dengan serangan ini para goblin pasti akan semakin waspada hingga mulai menyisir area hutan ini untuk menemukan kami, Sirius yang dari tadi membuat tenda akhirnya selesai juga, tenda itu hanya akan di tempati oleh para wanita sementara aku akan terus berada di sini memantau semuanya dari teropong senjata di tanganku.


Door.


Satu goblin telah tumbang di jarak 200 meter di arah jam 9, dua puluh kaki dari sana seekor Hobgoblin muncul dan bernasib sama seperti barusan.

__ADS_1


Yang membedakannya hanyalah ukuran mereka saja.


__ADS_2