
Tak perlu lama untuk kami menyergap mereka, demi membuat keuntungan orang-orang ini telah membuat penipuan dengan cara mewarnai serangga ini menjadi warna emas.
Aku mengikat mereka dengan tali lalu membawa mereka ke penjaga kota dengan bantuan Kazel dan Mavis.
Sayang karena kami tidak bisa mendapatkan uang tapi ini lebih baik dibanding membiarkan penipuan ini terus berlanjut. Kazel memerosotkan bahunya kecewa sementara aku dan Mavis berjalan di belakangnya.
"Kurasa kaya dengan instan sangat sulit, aku akan kembali ke perkerjaan lamaku."
Seharusnya dia bekerja sebagai pengelola tanah semestinya walaupun hampir seluruh uang itu dia berikan ke panti asuhan jadi ada nilai baik padanya.
Ketika kami berjalan di jalanan sepi, seorang gadis berambut biru panjang tiba-tiba saja berlari terburu-buru ke arah kami.
Dia mengenakan celana pendek hitam dengan bagian atasnya gaun mini berwarna biru, bagian depan lebih pendek dibandingkan bagian belakang.
Kazel bersiap memeluknya namun gadis tersebut memilih bersembunyi di belakangku.
"Tolong selamatkan aku Aksa."
Dia adalah teman Mavis yang sebelumnya kutanyakan di guild.
"Xie Lien kemana saja kau? Aku sudah mencarimu."
"Aku sedang dikejar-kejar seseorang jadi aku bersembunyi."
"Dikejar?"
Tak lama kemudian beberapa orang bersama seorang pemimpi pria berambut panjang muncul dari depan kami. Ia mengenakan sesuatu seperti seorang bela diri pada umumnya.
Dia menyatukan tangannya lalu berkata ke arahku.
__ADS_1
"Maaf atas kelancangannya, namaku Hao Lian saya dari sekte teratai hitam bisakah Anda memberikan gadis di belakang Anda."
Aku diam untuk memikirkannya selagi melirik ke arah Xie Lien.
"Aku tidak mau menikah, aku masih ingin hidup bebas seperti ini... saudara Hao Lian, bisakah Anda meninggalkanku?"
"Maaf Nona Xien Lien, saya tetap harus membawa Anda atas perintah ketua."
"Ayahku hanya orang tua dia pasti mengerti... dia menjadikan putrinya sebagai hadian kompetisi bela dirinya... itu keterlaluan."
"Ini demi perkembangan sekte.. dengan itu ayah Anda bisa pensiun dengan tenang kudengar beliau juga membuka kompetisi untuk sekte lainnya."
"Ayahku sangat nekat."
Kazel berjalan dengan penuh gaya.
"Kau ini, dia bilang dia tidak mau maka pergilah dari sini."
"Hah, dia hanya ahli bela diri apa yang harus kalian takutkan."
Orang ini bodoh.
"Kalau Anda bersikeras maka terimalah akibatnya."
"Memang apa yang bisa kalian lakukan?"
Hao Lian mengirim tinju aneh pada tubuh Kazel hingga dia terlempar ke sampingku sebelum menghancurkan rumah di belakang.
"Gwaah."
__ADS_1
Aku bisa melihat tinju miliknya penuh kobaran api.
"Apa itu?"
"Itu adalah energi Qi, kalian harus berhati-hati Hao Lian telah mencapai lapisan tingkat alam surgawi pertengahan."
Aku maupun Mavis saling bertukar pandangan.
"Tidak ada jalan lagi selain bertarung, Mavis."
"Aku mengerti."
"Kalian berdua tidak akan bisa menahan tinju api penembus bumiku."
"Kalau tidak dicoba mana tahu," teriak Mavis.
Jika dia ahli bela diri maka akan kugunakan pedangku sebagai pendekar pedang.
"Kalian semua serang mereka."
"Siap 86."
Kugunakan tarian pedang angin untuk menghempaskan mereka, dibanding pemimpin pasukan para prajurit tidak terlalu memberikan tekanan.
Aku menjatuhkan mereka semua dengan tarian pedang angin dan sisanya lewat perisai Mavis, semuanya baik-baik saja sampai Hao Lian telah bersiap dengan memasang kuda-kudanya.
Sebelum dia menembakan energi Qi nya aku mengarahkan tanganku menciptakan lingkaran sihir dan berkata.
"Fire Bolt."
__ADS_1
"Apa? Sihir tanpa rapalan."
Bola api melahapnya dengan mudah.