Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 223 : Salah Satu Anggota Dewan Meja Bundar Roswal


__ADS_3

Liz menerjang dengan sihir esnya disusul Naula dengan tombaknya, Edward dengan pedangnya sementara aku dengan pistol.


Kutembakan ke arah kepala mereka hingga meledak satu persatu sebelum akhirnya Edward meluncur ke dekatku selagi memuntahkan darah.


"Guakh..."


"Kau baik-baik saja?"


"Sungguh menyedihkan beberapa tulang rusukku patah."


Aku melirik ke arah pria mawar itu yang berdiri dengan golem raksasa terbuat dari besi. Tak hanya bisa mengendalikan pikiran dia juga sepertinya tipe penyihir pemanggil.


Aku menembakan satu peluru padanya dan dengan mudah dia menangkapnya dengan satu tangan.


Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan kebanyakan orang.


"Apa kau ini kesatria seperti mereka?"


"Tidak, aku juga seorang penyihir."


Lingkaran sihir muncul di moncong peluruku saat kutarik pelatuknya itu mencipta ledakan luar biasa dengan kecepatan cosmic.


Aku tidak mengincar pria itu melainkan golem di belakangnya hingga bagian atasnya hancur berkeping-keping.


"Sebaiknya kau menyebutkan namamu sebelum aku membunuhmu."


"Penyihir dengan sihir yang tidak pernah kulihat kah? Namaku Roswal dari empat dewan meja bundar yang kini telah mengambil alih kerajaan Animalia."

__ADS_1


"Jadi begitu, lalu bagaimana dengan mereka semua?"


"Mereka hanya kawanan tahanan yang kami keluarkan dari beberapa penjara, tak kusangka hampir sebanyak ini yang datang ke perbatasan Elysium."


"Sudah jelas kan, jika kalian mengeluarkan penjahat sebanyak itu maka daerah di Animalia hanya akan menjadi perebutan kekuasaan beberapa kelompok penjahat saja... mereka semua mungkin orang -orang yang tidak bisa tinggal di sana lagi karena sulit persaingan."


"Kau cukup pintar rupanya."


"Aah, aku juga lebih cepat darimu."


Aku sudah muncul di sampingnya selagi mengirimkan tendangan lokomotif. Roswal dengan santai menahan serangan tersebut dengan hanya punggung tangan sementara tangan lain mencengkeram wajahku lalu membantingnya jatuh ke tanah dengan bunyi.


"Bam."


"Aku terkesan, namamu?"


Saat dia mengalihkan pandangan ke samping lingkaran sihir telah mengelilinginya dari setiap sisi lalu meledak dahsyat hingga dia mundur ke belakang.


Roswal berdiri selagi membersihkan tubuhnya dari debu.


"Magic script, di mana menggabungkan formula sihir dengan formula roh, kerajaan Elysium memang memiliki Sage luar biasa."


"Ini masih belum apa-apa."


"Hoh."


Aku bangkit selagi mengambil syal yang kulilitkan kembali di leherku. Liz dan Naula yang telah mengalahkan para musuh muncul di dekatnya.

__ADS_1


Liz menciptakan pedang es untuk berusaha melukai Roswal yang berhasil menghindarinya, di saat yang sama tombak Naula bisa ditahan oleh Roswal sebelum menariknya hingga mereka berdua saling bertubrukan.


"Aku datang untuk mencari putri, kurasa sudah cukup bersenang-senangnya... dari kegelapan terdalam, aku memanggilmu dan dengarkanlah perintahkan. Summon Magic : Grandolt."


Bersamaan perkataannya sosok bayangan hitam muncul di langit hingga menjatuhkan isinya, yang dia panggil ke dunia ini adalah seekor monster raksasa dengan kepala manusia, entah itu tubuh maupun rambutnya semuanya di buat dari ular dengan jumlahnya ratusan atau ribuan.


"Ini hadiah dariku, bersenang-senang lah."


Roswal berubah menjadi bunga mawar dan menghilang seutuhnya meninggalkan jejak kehancuran di belakangnya.


"Liz, Naula," panggilku.


Mereka berdua melompat saat ekor menghancurkan tempat dimana sebelumnya mereka berdiri.


Aku membantu Edward sebelum mundur ke atas bangunan bersamanya.


"Sialan, makhluk apa itu... benar-benar mengerikan."


"Para pasukanmu sepertinya tidak akan bisa mengalahkannya, bagaimana sekarang?"


"Entahlah, seharusnya aku tidak meremehkan orang tadi."


Dengan kondisinya yang sekarang hampir tidak mungkin menggunakan Astral miliknya, di mana roh membentuk zirah besi dan memberikan kekuatannya.


Para kesatria kerajaan bisa melakukannya.


Matahari mulai terbit, di saat itu Liz yang paling aktif mengirimkan serangan miliknya sementara Naula berhenti bergerak dan mengawasi di belakang.

__ADS_1


Kecuali dengan sihir aku cukup ragu seseorang bisa mengalahkannya hanya dengan kekuatan fisik.


__ADS_2