
Ketua sekte menatap ke arahku dengan pandangan tajam.
Dia berkata.
"Mata itu, dan juga energi Qi-mu berapa banyak orang yang telah kau bunuh? Puluhan? Ratusan? Atau Ribuan?"
Aku menjawab.
"Jutaan, aku telah berdiri di atas jutaan nyawa banyak orang."
"Jadi begitu, pantas saja energimu begitu gelap kau mirip orang-orang yang mempelajari kultivasi iblis, biar aku yang akan menghajarmu."
Ketua sekte atau ayah Xie Lien melepas pakaiannya menunjukkan tubuh terlatih miliknya yang seluruhnya dipenuhi otot kuat.
"Ayah?"
Tepat saat aku sadari ketua itu telah berada di depan wajahku, dia mencengkeram wajahku lalu membantingnya ke lantai arena menciptakan ledakan ke udara bersamaan material bangunan yang berhamburan ke segala arah.
"Sialan," teriakku selagi mengayunkan pedang namun tangan ketua ini menepisnya hingga pedang Wuyan menancap di area luar pertarungan.
Dia menarik wajahku ke atas kemudian melemparkannya ke depan membuatku menabrak dinding bangunan.
"Aksa, aku akan membantumu."
"Hentikan, ini pertarunganku."
"Tapi..."
"Diamlah di sana."
Aku tidak mungkin membuat Chunhua ambil bagian dalam pertarungan ini, jika dia mati ayahnya tidak akan diam dan hasilnya entah sekte teratai hitam atau sekte pedang keadilan keduanya akan bertarung dan akan saling membunuh sampai kapanpun.
Darah menetes dari wajahku.
Tidak ada alasan untuk menyembunyikan sihir dalam pertarungan ini, pertama aku menciptakan Machine gun kaliber 50 MM dengan jumlah peluru 3000 butir.
"Kau penyihir?"
__ADS_1
"Memangnya kenapa?"
Rentetan peluru melesat dengan kecepatan tinggi hingga selosong berjatuhan bersamaan suara yang memekakkan telinga.
Peluru itu terus menghujani ketua sekte ini tanpa jeda, setelah machine gun kehabisan pelurunya aku membuangnya ke samping dan menggantinya dengan dua pistol di tanganku.
Seperti yang kuduga peluru tidak mempan padanya, tubuhnya seolah menciptakan hawa panas yang menghasilkan uap ke udara.
Dia berdiri selagi menyilangkan tangannya tanpa terluka dan aku mengalihkan pandangan ke arah Chunhua.
"Dia berada di lapisan mana?"
Chunhua yang diam beberapa saat lalu tersadar dengan suaraku.
"Ketua sekte ini berada di lapisan alam dewa tingkat menengah."
"Jadi begitu."
"Onii-chan jangan kalah."
"Pertarungan ini baru saja dimulai."
Dia melesat maju dengan sosok yang hampir tidak terlihat. Aku menengok ke arah samping namun pukulan lebih dulu menghantam wajahku membuatku terbang melesat ke sisi lain.
Di saat aku berbalik musuhku telah berada di belakangku, aku hendak menembakan pistolku namun dia telah bergerak kembali.
"Aku akui kau sangat kuat, baru kali ini ada seseorang yang bisa melihat pergerakanku walaupun hanya sedikit," katanya.
"Tutup mulutmu pak tua, saat aku bisa mengimbangi kecepatanmu aku hanya perlu membunuhmu dengan ini."
Ketua sekte muncul di belakangku, aku menahan pukulannya meskipun sedikit terdorong ke belakang.
Orang ini sangat kuat.
"Aku tidak tahu senjata seperti apa yang kau gunakan, tapi jika aku terkena aku bisa mati."
"Kau bisa menyadarinya... bagus juga, jadi kau tidak perlu menyesalinya jika mati di tanganku."
__ADS_1
"Akan kuakhiri."
Dia mengincarku dari belakang dan aku mampu menangkap pukulannya setelah melepaskan kedua tanganku, sejak tadi dia hanya mengincar belakangku sudah jelas aku akan terbiasa dengan ini.
"Apa?"
Aku menariknya ke depan lalu membantingnya jatuh ke bawah, tubuhnya memang sangat keras mari coba senjata ini.
Aku mengeluarkan sebuah pipa raksasa mirip seperti sebuah bolpoin raksasa dimana aku hantamkan ke perut ketua sekte ini hingga tubuhnya merebas beberapa senti meter ke tanah.. bersamaan itu rantai di sekelilingnya mulai menancapkan diri di tanah untuk menopang bolpoin raksasa ini agar bisa berdiri dengan tegak.
"Guakh."
Darah menyembur dari mulutnya.
"Apa-apaan ini?"
"Aku menyebut alat ini dengan sebutan pasak bumi."
Aku mengambil tombol yang terhubung dengan kabel dan di saat yang sama pipa besi lain di dalam bolpoin raksasa terangkat ke atas, tentu bagian ujungnya begitu tajam.
Tanpa sadar aku menyeringai.
"Tahan ini."
"Sialan kau," teriaknya.
Aku menekan tombolnya.
Beep.
Dan pipa sebelumya yang berada di atas jatuh ke bawah dengan kecepatan tinggi membuat tubuh ketua sekte ini terdorong dengan ledakan tanah luar biasa.
Seperti yang kuduga dia masih bertahan setelah dihantam benda semacam ini. Darah lagi-lagi menyembur dari mulutnya.
"Kau?"
"Lapisan alam dewa memang kuat, tapi apa kau bisa menahan serangan kedua kalinya?"
__ADS_1
Pipa besi naik lagi ke atas saat aku akan menekan tombolnya Xie Lien tiba-tiba saja memelukku dari belakang.
"Hentikan Aksa, aku mohon," dia mengatakannya dengan air mata mengalir di wajahnya.