
Di sana kami mengikat Anastasia di kursi sementara aku mengintrogasinya selagi duduk di tempat tidur, Naula berdiri di belakangnya dan untuk Sirius dia duduk di atas meja selagi menikmati cemilan yang baru dibelinya, adapun untuk Liz dia hanya memelukku dari belakang menempatkan kepalaku di dadanya.
Ini jelas pemandangan yang aneh yang bisa kuceritakan pada siapapun.
Anastasia menyipitkan mata.
"Hidup dengan wanita cantik, terlihat menyenangkan, apa kau sudah terpuaskan?'
Sejujurnya ini sangat merepotkan.
Aku berusaha untuk tidak mengatakan hal itu dan langsung ke intinya.
"Jadi seperti apa Cygnus itu? Kukira benua ini sangat hoby menamai wilayah kerajaannya dengan namanya sendiri."
"Aku mungkin harus setuju dengan itu, dia pria yang kuat yang sudah mengalahkan banyak musuh dengan tangannya sendiri bahkan jika kau seorang penyihir, sihir tidak akan bisa mempan padanya."
"Apa mungkin dia itu memiliki tubuh seperti hantu," potong Naula kemudian disusul Sirius.
"Mungkin mirip puding."
Itu cukup membuat Anastasia kesal.
"Liz kau tidak ingin mengejeknya?"
"Aku tidak peduli dengan siapapun kecuali tuan.. haaah haaah.. aroma tuan sangat enak."
Dia hanya orang mesum akut yang sudah tak tertolong lagi. Liz menjatuhkan kepalanya di bahuku.
Dan Anastasia melanjutkan.
"Majikan yang kulayani merupakan salah satu dari sembilan pengguna pedang iblis, bahkan siapapun akan bertekuk lutut padanya."
__ADS_1
"Pengguna pedang iblis, apa dia anggota yang paling kuat?"
"Pengguna pedang iblis bukanlah suatu organisasi, mereka hanya kebetulan orang-orang yang memiliki pedang itu dan semua orang mengelompokkannya menjadi satu."
Dengan kata lain semua orang tidak tahu mereka memiliki hubungan satu sama lain atau tidak.
"Yang paling kuat diantara mereka adalah wanita bernama Nene kudengar dia bergabung dengan organisasi bernama Kagutsuchi, meski begitu majikanku sangatlah kuat."
Organisasi pria bertopeng yang kutemui di ibukota Elysium.
"Kesetiaanmu sangat berlebih, apa yang dia tawarkan untukmu?"
"Dia berjanji akan menyembuhkan wabah penyakit yang menular di desaku serta membangunnya menjadi desa yang lebih maju."
Aku terdiam sejenak untuk memikirkannya lalu berkata.
"Naula bisa kau pergi ke desa tempat tinggal Anastasia, jika orang yang dimaksud Anastasia baik dia tidak mungkin ingin menyerang tempat ini."
Tanpa ditanya Anastasia langsung memberitahukan tempatnya. Bagaimana pun dia tahu bahwa kami tidak memiliki niat jahat.
Aku berdiri dari tempat tidur setelah melepaskan pelukan Liz yang sangat erat, aku menciptakan kamera di tanganku yang mana kuberikan pada Naula.
"Gunakan ini untuk memfotonya."
Setelah aku menunjukan caranya, Naula mengangguk mengerti.
"Baik, tapi jaraknya sangat jauh aku tidak mungkin bisa sampai dengan cepat."
"Jangan khawatir, aku bisa mengatasinya."
Aku membuka jendela kamar untuk mengarahkan tanganku ke luar.
__ADS_1
"Summon," bersamaan perkataanku sebuah kucing putih raksasa dengan sayap muncul di sana.
"Namaku Neko, siap melayani tuan Aksa."
Dia pejantan.
"Tolong antarkan Naula."
"Laksanakan."
Liz, Naula dan Sirius menatapnya dengan mata berbinar.
"Bukannya dia sangat imut, biarkan aku mengelus perutmu," teriak Sirius yang mendapatkan anggukan kecil keduanya.
"Tidak hari ini, untuk Sirius tolong bantu aku menyiapkan jebakan di luar kota dan Liz awasi wanita ini."
"Dimengerti."
Sekarang yang menunggu kami selanjutnya adalah peperangan.
Sementara itu di tempat lain, pria mesum berlari meninggalkan bar yang sebelumnya dia kunjungi, meninggalkan para bodyguard dan wanita yang dia sewa, dia berlari ke rumahnya sendiri kemudian mengemasi barang berharga yang dimilikinya, sebelum dia hendak melarikan diri sebuah pedang menembusnya dari belakang lalu menariknya dalam sekejap hingga pria itu terkapar di lantai, terlihat sosok yang melakukannya mengenakan pakaian pegawai pos merpati pada umumnya.
Ia memiliki tubuh kurus dengan rambut mirip jamur, pria itu melempar kacamata yang digunakannya memperlihatkan mata yang tajam.
"Kau? Mikan."
"Maaf saja, kau sebaiknya meninggalkan semua hartamu di sini, kami memerlukan untuk memulai peperangan."
"Sebenarnya kau siapa?"
Dengan ringan Mikan mengayunkan pedangnya membelah tubuh pria mesum itu menjadi dua bagian.
__ADS_1
"Aksa... Pertarungan sesungguhnya baru dimulai loh, buatlah aku terhibur," katanya menyeringai senang.