
Vivia maupun Lesoria hanya duduk berseiza saat Lulu memarahi keduanya, kini aku tahu siapa yang paling kuat di kota ini.
Tentu saja itu Lulu.
Membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya aku kembali ke tokoku tanpa mengambil quest apapun, sebagai gantinya aku membeli beberapa buah-buahan yang akan digabung dengan ramuan milik nona Heliet.
"Aksa kau kembali lebih cepat?"
"Hari ini banyak masalah jadi aku pulang cepat."
"Masalah?"
Saat aku menjelaskan apa yang terjadi dia tertawa.
"Jadi begitu, gawat sekali jika Lesoria tinggal di sini juga.. keduanya memiliki sejarah panjang yang sulit dijelaskan."
"Itu malah membuatku semakin penasaran."
"Mau dengar?"
"Tolong ceritakan."
"Dulu ada sebuah tugas yang diberikan pada Lesoria sebagai kesatria suci, menurut petingginya itu adalah tugas yang mulia dimana tugasnya sendiri ialah membasmi para Undead yang menyerang pemukiman penduduk desa, akan tetapi saat Lesoria pergi ke daerah tujuannya semuanya telah dibereskan oleh Vivia hingga dia pun hanya terkejut, tentu saja itu cuma kebetulan.. padahal Lesoria berusaha dapat prestasi dan pujian namun yang dia dapatkan hanya kehampaan haha bukannya itu lucu."
"Tidak, itu menyedihkan."
"Benar kan, tapi lucu."
Mari kesampingkan hal itu dulu untuk sekarang.
Guruku mulai menyediakan kuali yang telah diisi air serta tungku yang sudah membara, dia memasukkan beberapa daun, jamur, serta tumbuhan lainnya, lalu mengaduknya menjadi satu.
__ADS_1
Aku berfikir kapan dia mengeluarkan suaranya yang khas dan itu muncul setelah beberapa saat.
"Hihihihi."
Ada tradisi penyihir dimana mereka harus tertawa seperti itu saat mengaduk kuali, dari awal aku sudah tahu itu cuma kebohongan.
"Tolong aduk ini Aksa, akan kusiapkan bahan lainnya."
"Baik."
Nona Heliet memandangku selagi mengembungkan pipinya.
"Dimana Hihihi-nya."
"Aku tidak mau berhihi, lagipula untuk apa mengeluarkan suara seperti itu."
"Itu aturan."
Dengan memasukan ektra buah-buahan secara bertahap aroma yang terkesan aneh telah berubah menjadi aroma buah-buahan yang harum, setelah selesai baru kami mengemasnya pada botol yang mudah di pecahkan.
Perlu seseorang yang mencobanya dan peran itu diambil olehku.
Aku meminumnya hingga tubuhku terasa lebih kuat dari sebelumnya, ini potion penguat yang hanya bekerja selama lima menit dimana meningkatkan kekuatan petualang lima kali lipat.
"Bagaimana?"
"Ini bagus, aku tidak merasakan pahit lagi melainkan manis."
"Berarti kita berhasil."
Nona Heliet memelukku erat.
__ADS_1
Seperti biasa pelukannya sangat nyaman.
Siang hari itu akhirnya aku mencoba menawarkan ke beberapa orang yang lewat, awalnya mereka meragukan apa yang kukatakan namun setelah mencobanya antrian di toko mulai memanjang hingga aku pun turut membantu.
"Silahkan, datang lagi."
"Tolong lima buah."
"Baik, guru kita perlu ramuannya lagi."
"Baik."
Hari itu menjadi penjualan kami yang paling tertinggi, ketika aku hendak menutup toko, Vivia maupun Lesoria telah berada di depan pintu.
"Kenapa kalian datang kemari?"
Nona Heliet mengintip dari belakang.
"Kalian berdua."
"Sejujurnya kami tidak memiliki uang lagi untuk menyewa penginapan karena itu..."
Mereka harus mengganti kerusakan yang mereka perbuat di guild tadi.
Keduanya menundukan kepala dan berkata secara bersamaan.
"Izinkan kami tinggal di sini juga."
"Kalian bisa tinggal di sini dengan syarat kalian juga harus bekerja, membersihkan rumah serta memasak bergiliran, apa kalian masih mau?"
"Tentu."
__ADS_1
Bukan ide baik memasukan keduanya masuk ke dalam rumah, kendati demikian membiarkan mereka juga tidak baik dilakukan, kini ada empat orang yang tinggal di tempat ini.