Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 210 : Roh Ikan, Norma Dan Hal Mengejutkan


__ADS_3

Pagi berikutnya aku, Jeanne, Vivia, Ayumi, Meliana serta Nona Heliet telah tiba di wilayah para naga, aku meminta semua anggota partyku untuk terus bersiaga di kota sampai kami kembali setelah menyelesaikan masalah di wilayah ini.


Seperti yang kuduga hampir seluruh tempat tinggal telah hancur lebur.


Jeanne pernah menyusup ke wilayah para naga karena itu keberadaannya sangat dibutuhkan di tempat ini.


Meliana menciptakan lingkaran sihir roh di mana ikan-ikan terbuat dari air segera mengitari sekitar tempat ini, di sisi lain Nona Heliet dan Vivia memeriksa apa ada seorang yang masih hidup di bawah reruntuhan.


Ayumi berkata ke arahku yang sedang menutup mata salah satu wanita yang telah meninggal.


"Dia sangat cantik, sayang sekali harus meninggal di usia muda."


Hal seperti kematian adalah sesuatu yang misterius, kau tidak akan tahu saat waktumu telah tiba.


Meliana yang menyebarkan rohnya berjalan mendekat.


"Sepertinya ada 8 orang yang menyerang tempat ini dan kemudian mereka berpencar ke tempat lain."


Meliana bisa merasakan beberapa sihir berbeda dari tempat ini sebelum akhirnya berpencar, jika disesuaikan dengan peta wilayah naga yang dibawa Jeanne semuanya terarah ke arah satu kota."


Vivia maupun guruku menggelengkan kepala sebagai jawaban.


Tidak ada yang selamat.


"Mari berpencar dan ikuti rute dari ke delapan orang itu."

__ADS_1


Kami semua ada enam orang dengan kata lain dari kita semua harus ada yang mengambil dua musuh yang harus dihadapi.


Aku hendak mengambilnya namun Vivia dan Jeanne lebih dulu melakukannya.


Mereka berdua menancapkan pedang mereka di tanah lalu berkata.


"Knight Mode," sehingga seluruh tubuh mereka terlapisi baju besi.


Setiap orang akan dipandu oleh seekor ikan roh untuk memastikan kami tidak akan kehilangan jejak satu sama lain.


"Bukannya ini waktunya untuk yel-yel, benarkan guru?"


"Benar sekali, yel-yel membantu kita menjadi bersemangat."


Selain mereka berdua kami semua memucat.


"Hey, Hey, Hoh."


Kami melakukan hal sama seperti yang dilakukan guruku sebelum akhirnya menyebar pergi.


Aku memasuki kawasan hutan dengan bantuan ikan yang terbang di depanku, kami semua tidak tahu lawan yang harus kami hadapi seperti apa? Meskipun begitu.


Mereka pasti bukankah orang yang mudah untuk dihadapi.


Setelah melewati hutan aku mendaratkan kaki di pinggiran sungai, baru saja menginjakan kaki sebuah perangkat sihir aktif lalu meledak dahsyat.

__ADS_1


Aku melindungi diriku dengan sihir meskipun tubuhku masih harus terlempar ke dalam air.


"Kau masih hidup setelah terkena jebakanku, menarik sekali."


Aku berdiri di atas air selagi mengacungkan pistol ke arahnya.


Ke arah seorang pria yang muncul secara tiba-tiba, untuk alasan yang tidak diketahui dia melepaskan jubah serta topeng yang menutupi wajahnya.


Menampilkan warna gelap sesungguhnya.


"Kau bukan manusia?"


"Kami semua memang seperti ini."


Seluruh anggota Kagutsuchi selain Shinji dan Nene hanyalah sebuah bayangan hitam tanpa wajah kecuali mulut besar dengan posisi seperti hidung.


"Apa sebenarnya kalian ini?"


"Kami adalah makhluk yang diciptakan oleh penyihir kegelapan lewat sihir terlarang miliknya, kami disebut sebagai Norma."


"Sebuah makhluk dengan kecerdasan sendiri mirip homunculus."


"Homunculus kah? Aku sedikit kagum kau mengetahui istilah seperti itu, tapi berbeda dengan homunculus yang diciptakan lewat Alkimia kami diciptakan dari sebuah janin manusia yang sesungguhnya telah mati dan diberikan kembali wujud seperti ini oleh penyihir kegelapan untuk membalas dendam kepada umat manusia termasuk ibu kami yang telah membuang kami begitu saja."


"Aku tidak mengerti bukannya penyihir kegelapan sudah dikalahkan tapi kenapa kalian masih hidup?"

__ADS_1


"Tuan kami belum mati sepenuhnya, suatu hari nanti beliau akan bangkit kembali dan saat itu era kegelapan akan datang lagi.. demi itulah, kami bekerja sama dengan orang bernama Shinji."


Ini jelas sesuatu yang tidak terduga.


__ADS_2