Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 71 : Kembali Ke kota Antares


__ADS_3

Dua hari semenjak aku kembali ke Benua Lemuria tepatnya di masionku di kota Antares tidak ada hal yang berubah kecuali anggota baru di masion ini yang bertambah, tentu mereka adalah Nicol dan Sirius.


Keduanya kubawa dari benua barat yang menjadi tempat petualanganku sebelumnya.


Nicol akan membantu segala keperluan rumah tangga di masion ini sedangkan Sirius menjadi pedangku, dari semua orang nona Helietlah yang paling menentangnya.


"Aku tidak terima jika Sirius terus bersama Aksa, aku saja yang akan bersamanya."


"Bukannya kau memiliki toko yang harus di kelola," balasku lemas.


"Aku akan gulung tikar hari ini."


Aku menarik pipinya.


"Pikirkan para petualang yang sudah datang ke toko selama ini."


"Soal itu.."


"Pastikan tidak berbuat masalah."


"Aku bukan anak-anak."


Nona Heliet berjalan sedikit ke pekarangan rumah dekat gerbang di mana tokonya sendiri berada di sana, kami sepakat untuk memindahkan toko ke sini agar guruku tidak perlu repot berjalan jauh lagipula dia agak sedikit sulit untuk bangun di pagi hari.


Ketiga gadis dari kerajaan Animalia sudah pergi ke hutan goblin dan biasanya mereka akan pulang pada malam hari dan terkadang mereka juga tidak pulang dalam beberapa hari.


Setiap mereka mendapatkan uang mereka akan beristirahat sebentar lalu berpetualang kembali saat uang mereka menipis, kehidupan petualang itu memang cukup berat.


Sirius muncul dari belakangku bersama Noela yang sebelumnya adalah pemilik masion ini, ia adalah hantu yang cantik yang mana belakangan ini cukup populer di antara tetangga.

__ADS_1


Awalnya orang-orang takut padanya namun semenjak membantu pekerjaan guruku di toko, dia menjadi hantu yang dikenal ramah.


"Noela. Hari ini kau bekerja lagi?"


"Tentu saja, aku sangat senang bisa mengobrol dengan banyak orang yang datang ke toko."


"Syukurlah."


"Aku pergi."


Dia terbang sebentar sebelum menembus dinding kayu, satu lagi yang masih belum kutemui adalah Lulu. Dia muncul dengan wajah mengantuk serta pakaian berantakan.


"Kau tidak pergi bekerja?"


"Aku benci bekerja, aku akan tidur lagi."


Sebelum dia kembali masuk aku menangkapnya dari belakang.


"Heh."


"Aku dan Sirius akan pergi ke Guild untuk mengambil pekerjaan, aku lebih suka kalau Lulu sendiri yang mengurusi keperluan kami."


"Ba-baik, tapi ngomong-ngomong kapan kau akan melepaskanku."


"Maaf."


Aku segera melepaskan tanganku.


"Tak, apa.. aku akan menyusul nanti, kalian pergi saja duluan."

__ADS_1


"Baiklah, mari pergi Sirius."


"Baik master."


Di jalanan batu itu aku lihat Vivia sedang berjalan selagi memakan apel di seberang jalan lain, dia menatapku dan aku balas menatapnya.


Vivia adalah seorang kesatria kerajaan Elysium dan sekaligus petualang senior yang kukenal baik di kota, dia menunjuk ke arahku.


Sepertinya dia terlihat kesal, mari pergi sesegera mungkin.


Aku menarik Sirius di depan dan Vivia malah mengejarku dari belakang.


"Tunggu, jangan lari."


"Master kenapa kita harus lari darinya?"


"Aku merasa dia membawa masalah yang merepotkan pada kita."


"Begitukah."


Ketika jarakku dengannya sudah menjauh tiba-tiba sosok zirah besi hitam turun dari langit membuat lubang besar di tanah.


"Mau kemana lagi kau sekarang? Kau sudah kembali tapi belum menceritakan petualanganmu kepadaku."


"Vivia Legal."


Zirah itu menghilang menampilkan sosok wanita dengan rambut pirang yang sama panjangnya dengan Sirius.


Dari semua orang yang sudah kutemui Astral miliknya adalah paling kuat, Astra adalah sebutan roh yang bisa membentuk dirinya menjadi zirah besi demi meningkatkan pemilik kontrak.

__ADS_1


Sirius juga adalah Astral namun dalam kasusnya sangat langka di mana bukan zirah melainkan pedang.


__ADS_2