
Hari x bulan xx, gadis itu mulai diarak ke setiap sudut kota, ini tidak masuk akal... apa gadis ini bodoh? Dia tidak menyangkalnya atau berusaha untuk hidup, dia hanya menerimanya bahkan aku yang kesal berdiri di depannya selagi memegangi bahunya berteriak 'Kau katakan sesuatu? Kenapa hanya diam begitu apa kau ini bodoh?' aku mengejeknya namun dia hanya tersenyum lembut, dia melepaskan kalungnya lalu memberikannya padaku sebelum kembali berjalan.
Aku membenci ini, semua orang juga, apa iblis akan tersenyum seperti ini saat mereka dihadapkan ke dalam kematian.
Kurasa tidak, bahkan saat mereka semua membakarnya gadis itu masih dengan ekspresi sebelumnya. Peramal yang memberitahukan kami mulai tertawa seperti seorang yang kesurupan.
Tubuhnya gemetar dan saat Itulah kebenaran terungkap, sosoknya kini berubah menjadi iblis dan dia menjelaskan.
Selama ini dia berniat untuk menghancurkan kota ini namun karena ada gadis ini dia tidak bisa melakukannya sebelum mati, gadis ini adalah pelindung kami semua tapi kami telah membunuhnya.
Semua orang tercengang bahkan mereka semua tidak ada yang berbicara.
Mereka telah melakukan sesuatu yang tidak termaafkan hingga akhirnya semua orang tiba-tiba berteriak kesakitan, beberapa orang mulai membunuh diri mereka sendiri dan sisanya hanya menyemburkan darah hitam dari mulutnya saat kematian mereka datang.
Entah anak-anak, pria dewasa, wanita atau orang tua mereka semua berteriak histeris, aku yang menyaksikannya hanya bisa terduduk lemas.
__ADS_1
Iblis yang mengaku peramal tampak berjalan ke arahku.
"Bagaimana kutukanku tak bekerja padamu, harusnya kau mati."
Dia melirik ke arah kalungku dan berkata.
"Sungguh gadis itu memberikan perlindungan padamu, terserahlah yang penting tujuanku telah tercapai."
"Sebenarnya kenapa kau melakukan ini semua?"
"Kota ini membuatku muak, di kota ini penuh dengan kebahagiaan dan juga setiap orangnya saling membantu satu sama lain, itu merupakan pemandangan menjijikan... hahaha tapi hanya sedikit dorongan kalian semua menjadi iblis sungguh indah."
Kebaikan yang terus dijaga penduduk kota dalam sekejap terhapus dengan satu kejahatan, sungguh menyebalkan.
Aku menarik pisau yang kusembunyikan lalu menusuk jantung tubuh iblis itu hingga menjatuhkannya ke tanah, dia masih tertawa meskipun aku menusuknya beberapa kali.
__ADS_1
Darah dari tubuhnya memuncrat ke wajahku tapi aku tidak peduli, aku terus menusuknya hingga di akhir hayatnya dia hanya tersenyum puas.
Aku berteriak, meski aku sudah berjuang memperingati semua orang tidak ada yang mau mendengarnya mereka selalu bilang bahwa aku hanya gadis kecil yang tidak tahu apapun dan segera mengusirku begitu saja.
Ketakutan, kekhwatiran telah menyelimuti mereka dan iblis memanfaatkan hal itu. Kini seluruh kota hanya akan menjalani hidup mereka di neraka bersama iblis yang membawa mereka.
Memikirkannya hanya membuatku terluka.
Aku membuang pisau itu lalu mundur.
Aku tidak bisa tinggal di kota ini lagi bahkan aku juga tidak akan membiarkan orang lain menempati tempat ini, akan kusebarkan isu bahwa ada kutukan di sini hingga semua orang tak akan tinggal di sini sampai malam.
Sebagai orang selamat, tugasku hanya untuk mengubur semua orang yang telah mati satu per satu.
Hari xx bulan xxx orang yang tak kukenal datang kemari, aku tidak siapa dia tapi dia mengatakan bahwa dia kaisar di negeri ini.
__ADS_1
Dia memintaku untuk tinggal di ibukota dan dia akan menjamin hidupku asalkan dia diperbolehkan untuk menyembunyikan harta warisan miliknya.
Aku menerimanya lalu sengaja meninggalkan buku harianku di sini untuk orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya.