
Aku meninggalkan bar bersama Liz yang terus menempel padaku, kami hanya sebentar namun sudah menarik banyak perhatian.
"Apa aku harus membunuh mereka?"
"Mereka hanya datang untuk mengawasi kita, mari berjalan ke dalam gang itu."
"Aku mengerti."
Saat para pengintai mengikuti dari belakang, mereka telah kehilangan jejak kami.
"Mereka tidak jauh, cepat kejar."
"Baik."
Aku maupun Liz keluar dari tembok menggunakan teknik ninja yang bersembunyi dengan kain.
"Mereka sudah pergi."
"Mari kembali ke penginapan."
Ketika kami masuk ke dalam kamar penginapan tampak Naula tertidur bersama Alyssa di lantai sementara Malifana sulit kami temukan.
"Kita terlambat."
Liz mengambil secarik kertas yang ditinggalkan oleh Malifana yang bertuliskan.
"Terima kasih sudah membantuku di guild bahkan mengantarkan aku kemari, tapi mulai sekarang aku akan pergi sendirian, Aksa?"
"Dia ingin merebut kembali kerajaan Animalia dengan tangannya sendiri, Liz coba bangunkan Naula... kita akan pergi mengejarnya."
"Aku mengerti, bagaimana dengan Alyssa?"
"Aku tidak tega membangunkannya jadi biarkan saja, dia tidak apa-apa."
"Baiklah."
Aku duduk di kursi untuk menyatukan seluruh informasi yang kudapatkan, pertama dari pria di bar yang mengatakan bahwa Animalia kini menjadi negara tidak aman di mana banyak perampokan serta para Undead yang menyerang secara berkelompok, namun sejauh itu keluarga kerajaan tidak bertindak apapun.
__ADS_1
Kedua adalah kami sudah tahu bahwa Malifana seorang putri Animalia yang entah kenapa berada di kota Antares.
Sayangnya dia lebih dulu mendahului kami.
Aku tidak tahu alasan seperti apa yang membuatnya harus menyembunyikan identitasnya.
Naula buru-buru bangun sembari mengeluarkan balok-balok es dari ***********.
"Dingin, dingin, kau.... apa kau tidak bisa membangunkanku secara normal."
"Ini menyenangkan."
Aku hanya menghela nafas panjang sebelum kami bertiga keluar penginapan untuk mencari keberadaan Malifana, sebelum melangkah Edward telah menunggu kami di sana dengan pedang yang ditarik dari pinggangnya.
Ada yang aneh tentangnya terlebih beberapa pasukan tampak terluka di bawah kakinya.
"Mungkinkah dia membantai pasukannya sendiri."
"Tidak, dia sedang dikendalikan," kataku pada Naula.
Edward meluncur ke arahku dengan kecepatan tinggi, aku menangkap pergelangan tangannya kemudian membantingnya ke tanah dengan mudah sebelum menghentikan seluruh pergerakannya dengan sihir tanah disusul menggunakan sihir suci.
"Apa yang terjadi denganku?
"Kau baru saja dikendalikan."
"Mustahil."
Dia mengalihkan pandangan ke arah pasukannya yang terkapar tak berdaya.
"Mereka dilukai oleh pedang dan itu berarti kaulah yang melukainya."
"Aku hanya ingat kami mengejar seseorang yang mencurigakan dan setelahnya aku tidak tahu lagi."
"Jadi begitu, apa yang terakhir kau lihat?"
"Bulan."
__ADS_1
"Bulan?"
Liz dan Naula melirik ke atas dan dalam sekejap mereka berhenti bergerak lalu berusaha menyerangku, kugunakan sihir air dan itu membasuh seluruh tubuh mereka hingga terbangun.
"Aku dikendalikan barusan."
"Aku juga."
Nada mereka terdengar bercanda tapi itulah yang terjadi, syukurlah karena aku belajar pada Aphrodite jadi sihir semacam ini tidak bekerja padaku.
Aku menatap bulan yang berwarna merah mudah bersamaan itu kelopak bunga mawar berterbangan lalu membentuk dirinya menjadi seseorang yang tidak kukenal.
Dia pria dengan setelan hitam putih yang kebanyakan pelayan kenakan, rambutnya di potong bagian sisi sementara bagian tengahnya ditarik ke belakang.
"Aku ingin menjemput tuan putri, apa dia bersama kalian?"
Mungkinkah Malifana pergi karena tahu orang ini mencarinya?
Edward bangun kemudian mengambil rokok dari balik bajunya.
"Dia telah melukai pasukanku, yang ini biar aku atasi."
"Bukannya kau sendiri yang melukainya?"
"Itu karena kau yang mengendalikanku."
"Heh, tidak enak jika pertarungan ini hanya dilakukan kita berdua, bagaimana jika lebih banyak lagi yang bertarung."
Dari balik gorong-gorong bawah tanah orang-orang bermunculan, mereka orang yang sama yang aku tangkap di bar sebelumnya.
Edward berkata.
"Apa dia orang dibalik mereka semua."
"Sepertinya bukan, dia hanya kebetulan memanfaatkan mereka."
"Jadi ada dua musuh yang mengganggu perdamaian di kota ini."
__ADS_1
"Tepat sekali."
Liz, Naula, Edward dan Aku, siap bertarung.