Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 201 : Pengguna Pedang Iblis Terakhir Nene


__ADS_3

Di sebuah bukit yang terjal seorang pria berambut hitam panjang duduk selagi memakan daging kadal mentah ke dalam mulutnya.


Ia mengenakan pakaian serba longgar berwarna coklat, ketika dia menikmati makan siangnya sebuah kepala muncul di bawah kakinya hingga dia memukulnya dengan keras.


Tanah melonjak ke atas bersamaan asap debu yang mengepul ke udara.


Pria berambut gondrong itu muncul sementara sosok bertopeng itu naik ke atas menunjukkan seluruh tubuhnya yang tertutup jubah hitam dengan lambang ular putih mengigit ekornya.


"Siapa kau?"


"Siapa yah? Apa aku harus mengatakannya, bagaimana menurutmu Nene?"


"Bunuh saja."


Di saat yang sama gadis yang memakai topeng lain muncul di belakang pria itu selagi mengayunkan pedang besarnya dari atas.


Dengan santai dia menahannya dengan tangannya sebelum akhirnya Nene mundur menjaga jarak. Pedang ditancapkan di tanah sedangkan Nene berdiri di gagang pedangnya.


"Naga kehancuran benar-benar sangat kuat Shinji."


"Benarkah? Kalau begitu."

__ADS_1


Shinji merubah tangannya menjadi besi dan lalu menghantam wajah naga kehancuran hingga tubuhnya berputar-putar di udara sebelum akhirnya menghancurkan bukit yang dilewatinya.


"Kau benar-benar tidak ada ampun," ucap Nene melompat ke tanah selagi menarik pedangnya sementara Shiji mengembalikan tangannya sedia kala.


"Meski dengan pukulan seperti itu dia masih berdiri, Fafnir memang bukan makhluk biasa."


"Apa kita akan membunuhnya?"


"Tidak, aku akan menggiringnya ke kota Antares."


Tepat saat itu, sebuah mulut dari rahang naga meluncur ke depan Shinji, dengan santai dia menahannya memakai satu tangan.


"Jika kau ingin mengalahkanku datanglah ke kota Antares di benua Lemuria, aku akan menghadapimu di sana."


"Tentu saja."


Tangan lain Shinji membuka topengnya menampilkan sebelah mata dengan pola ular mengigit ekornya, ini adalah mata ouroboros yang dulu diciptakan oleh Dewi Naga Frena untuk menghancurkan umat manusia.


Dari mata itu ular raksasa dengan hanya berwujud tulang berulang keluar dari mata lalu menerjang maju mendorong Fafnir menjauh hingga dia menghantamkannya ke dalam tanah.


Bersamaan itu Shinji maupun Nene menghilang dan muncul di atas bukit yang lain.

__ADS_1


"Benar-benar taktik yang licik, kau mendorong fraksi naga Kehancuran menyerang kota itu, kudengar di sana banyak orang-orang kuat."


"Karena itulah aku ingin membuat mereka mengatasinya, di saat yang sama kita akan menghancurkan wilayah ini... ini hanya langkah awal untuk membuat perdamaian."


"Perdamaian kah? Kau selalu mengatakan hal seperti itu akan tetapi aku tidak melihat kau benar-benar menginginkannya, yang kulihat kau hanya ingin menciptakan duniamu sendiri yang kau tentukan sesukamu... apa itu namanya? Menjadi dewa atau semacamnya."


"Sesuai yang diharapkan dari Nene, meski kau tahu kau masih mengikutiku."


"Seperti yang kukatakan aku tidak tertarik dengan hal kedamaian, peperangan atau semacamnya, yang kuinginkan hanyalah untuk mati di tangan orang yang kuat."


"Benarkah, apa aku bisa membunuhmu jika kau begitu menginginkan kematian?"


"Aku meragukannya," tepat saat Nene mengatakannya tanah sekelilingnya hancur berserakan, seluruh kehidupan di sekelilingnya musnah, tubuh para binatang hancur menjadi serpihan debu sementara pepohonan mati seolah kekeringan.


Shinji yang melihatnya segera mengangkat tangannya tanda menyerah.


"Tolong maafkan aku, barusan cuma bercanda... jika kau benar-benar melawanku aku bisa benar-benar mati selamanya."


"Aku tahu, aku hanya ingin menunjukannya soalnya sudah lama aku tidak memakainya."


"Kau membuatku takut, setelah Fafnir pergi mari hancurkan seluruh wilayah naga ini."

__ADS_1


"Aah."


Keduanya berjalan pergi.


__ADS_2