Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 258 : Hari Biasanya


__ADS_3

Hari yang damai saat aku berjalan-jalan sendirian di kota ini. Seseorang muncul dari belakang lalu merangkul bahuku.


"Akhirnya kau kembali, aku sedikit merindukanmu kawan."


Aku mengangkat tanganku selagi berkata dengan tatapan datar.


"Maaf, kau salah orang.. aku juga masih normal."


"Kau? Aku Kazel sahabatmu, apa kepalamu terbentur sesuatu? Apa kau tidak mengenali kepalaku yang terang benderang?"


Dengan kata lain kepalanya botak seperti salah satu karakter di dragon ball.


"Kita harus memeriksamu di rumah sakit, aku tahu dokter yang cantik."


Orang ini sedikit tidak bermoral aku lebih baik tidak dekat-dekat dengannya.


"Aku hanya bercanda, aku baik-baik saja."


"Kau membuatku takut."


Suara yang lain terdengar dari belakang.


"Tunggu Kazel, tahan di sana."


"Aku sebaiknya lari sekarang."


Orang ini sudah jelas kriminal.


"Maafkan aku, aku khilaf."


Yang mengejarnya adalah Jeanne, nafasnya tersenggal-senggal saat dia berdiri di sampingku.


"Kenapa orang itu sangat cepat saat berlari."


"Dia memiliki kemampuan khusus yang dinamakan langkah seribu."


"Skill tingkat dewa."


"Kurasa begitu," jawabku ringan sebelum melanjutkan.


"Kau tidak bersama Lesoria dan tuan putri."

__ADS_1


"Mereka kembali dulu ke kerajaan, aku bertugas sebagai penjaga bersama Vivia jadi aku tidak bisa pergi."


Aku tidak tahu tapi kota ini terlalu aman untuk dijaga. Yah berjaga-jaga juga tidak masalah.


"Lalu kenapa kau mengejar Kazel?"


"Dia sebelumnya memperjual belikan koleksi dewasanya, aku ingin mengintrogasinya dimana dia mendapatkannya."


Wajahku memucat.


"Aku tidak menyangka Jeanne tertarik sesuatu hal seperti itu."


"Bukan, aku hanya ingin menegur mereka agar tidak menjual hal seperti itu," balasnya dengan wajah memerah.


"Kurasa itu sulit, jumlahnya seperti bintang di langit malam."


"Perkataanmu berlebihan, jadi apa akan kau lakukan sekarang?"


"Tidak ada, kelompokku belum tertarik mengambil pekerjaan lagi di guild, kurasa aku hanya akan berjalan-jalan hari ini."


"Berjalan-jalan, kalau begitu bagaimana kalau kita bersama untuk seharian ini?"


"Tidak masalah lagipula kita hanya berkeliling di sekitar sini, situasinya juga tenang-tenang saja."


Itu yang kumaksud.


Kota ini terlalu damai.


Kurasa tidak ada salahnya berjalan dengan seseorang daripada sendirian, di jalan utama orang-orang menyambut Jeanne dengan ramah.


"Selamat pagi nona Jeanne, apa dia pacarmu?"


"Bukan kami masih belum berpacaran."


Tunggu bukannya dia mengatakan 'Belum' itu mengingatkanku tentang perkataan Malifana sebelumnya, apa Jeanne menyukaiku? Ah tidak, terkadang pria selalu mensalah artikan kebaikan wanita dengan perasaan suka.


Aku jelas keliru.


Jeanne hanya tidak ingin menunjukkan penolakan terhadapku lagipula pria juga manusia punya hati punya rasa jangan sampai disamakan dengan pisau belati.


"Bagaimana jika kau membawa ini untuk kalian bisa makan bersama."

__ADS_1


"Apel yang segar, terima kasih bibi."


"Yos, berjuanglah."


Aku tidak tahu apa kata berjuang bisa dikatakan untuk orang yang berjalan-jalan.


"Aksa."


Aku menerima satu apel yang di keluarkan Jeanne dari kantung kertas. Dia benar-benar populer di kota ini.


Sepanjang jalan banyak sekali orang yang melambaikan tangan ke arahnya. Taman kota adalah lokasi yang kami tuju.


Di sini banyak keluarga yang menghabiskan waktu bersama, anak-anak tampak berlarian ke sana kemari dan di saat itu sosok Kazel terlihat bermain dengan mereka.


"Orang itu mencurigakan, dia harusnya ditangkap."


"Benar, aku akan lapor penjaga."


Suara itu berasal dari orang-orang sekitar.


Saat Kazel melihat Jeanne dia berlari.


"Tunggu kau."


"Tidak."


Aku akan sedikit membantu.


Kuciptakan sihir di dekat Kazel yang mana mengeluarkan tali untuk mengikatnya.


"Bagus Aksa."


"Dasar pengkhianat."


"Sekarang mari interogasi dia."


Aku menciptakan senjata berkaliber 50 untuk ditodongkan padanya.


"Apa yang kau rencanakan terhadap anak-anak Lolicon?"


"Kau salah paham," teriaknya.

__ADS_1


__ADS_2