Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 241 : Pertempuran Di Ibukota Animalia Bagian Tiga


__ADS_3

Aku menembakan sihir api namun, sihir itu sama sekali tidak bisa menembus para baju besi.


Semakin aku mencoba, sihirku sama sekali tidak menghasilkan apapun hingga Roswal tertawa terbahak-bahak.


"Kekuatan seperti itu, tidak akan melukaiku."


"...gh."


Meski begitu... meski begitu.. aku tidak akan menyerah.


Sekilas ingatan tentang pelatihanku melintas di kepalaku, saat itu nona Heliet mengajariku sesuatu yang penting.


"Nah Alyssa, apa kau tahu pesona dari wanita dewasa?"


"Apa yang coba guru katakan?"


"Meskipun kau pandai menggunakan sihir bukan berarti kau hanya bisa dalam satu bidang, dalam pertarungan sendiri semua orang dituntut untuk menguasai berbagai hal. Hari ini aku akan membuatmu menjadi wanita dewasa."


Kukira saat itu Nona Heliet hanya sedang menggodaku, mengingatnya hanya membuatku tersenyum kecil.


"Kenapa kau berekspresi seperti itu?"


"Tidak, aku hanya memikirkan hal lucu."


Udara di sekelilingku mulai berubah seolah mirip seperti sebuah badai, bersamaan itu mana menyeruak keluar dari tubuhku.


"Apa-apaan itu?"


Angin tornado bercampur debu menyelimutiku, saat angin itu menghilang aku berdiri dengan pose berbeda.


Dadaku terasa berat, rambutku semakin panjang serta pakaianku berubah mengikuti tubuhku yang baru.


Singkatnya aku menjadi wanita dewasa sekarang.


"Meski kau merubah bentukmu, sihir tetap saja tidak akan berpengaruh kepada Dark Army-ku."


"Kenapa kau berpikir bahwa aku akan menggunakan sihir, kemampuanku yang sesungguhnya adalah bela diri."

__ADS_1


"Apa? Dark Army serang."


Aku pun melesat maju dengan kecepatan tinggi, sebelum mereka bereaksi aku telah menerbangkan dua di antara mereka melesat jauh melewati Roswal yang mematung.


Dark Army dengan pedang mengayunkan senjatanya dari atas, aku menghindarinya ke samping dengan senyuman di wajahku sebelum melompat untuk memberikan tendangan lokomotif.


Tendanganku menghancurkan rahangnya hingga tubuh zirah besi itu terduduk tak bergerak. Sementara sisanya menyerangku sebisa yang mereka lakukan.


Aku menyilangkan tanganku untuk menahan pukulan yang melesat ke arahku, tanpa bergeming aku bisa menahannya dengan baik lalu memukul mereka sebagai serangan balasan.


Aku menggunakan salah satu baju zirah sebagai pijakanku untuk melompat jauh ke atas, dengan pose keren aku mengirim tendangan kuat hingga tubuhku menembus badan Dark Army sampai akhirnya dia rubuh ke samping.


Saat kusadari semuanya telah hancur.


"Sebaiknya berhentilah main-main dan serang aku dengan kemampuanmu itu."


"Sialan, Summon magic, Dragon Army."


Berbeda dari sebelumnya kini yang muncul adalah seekor naga setinggi 4 meter, bagian depannya langsung terbuka membuat Roswal bisa masuk ke dalamnya menjadikannya sebagai baju tempur untuk dirinya sendiri.


"Celaka, cepat sekali."


"Dragon Punch."


Tepat saat dia mengatakan itu, Roswal telah muncul di depanku.


Dia mengirim pukulan ke arahku yang mana kutahan sekuat tenaga meski begitu tubuhku langsung terlempar jauh ke belakang menembus 10 bangunan sampai akhirnya menghancurkan jendela pertokoan dengan luka darah mengalir di kepalaku.


Pakaianku compang-camping bahkan dadaku terekspos dengan jelas tanpa menyembunyikan bagian terpentingnya.


Pakaian bawahku robek.


Ini memalukan.


Padahal ketika aku dalam wujud anak kecil aku tidak merasakan perasaan seperti itu.


Dan apa-apaan dengan pukulannya? Jika terkena lagi aku bisa mati.

__ADS_1


Aku bangkit selagi mengerang kesakitan dan kulihat dari lubang yang telah kubuat dengan tubuhku Roswal telah bersiap menyemburkan api naga dari mulutnya yang menciptakan lingkaran sihir.


Baju besinya meniru kekuatan naga rupanya.


"Sekarang matilah, Dragon Explotion."


Aku buru-buru berlari ke samping akan tetapi semburan api yang dia ciptakan bisa dikendalikan yang mampu menghancurkan bangunan dengan ledakan luar biasa.


Tepat hampir mengenai punggungku aku menghilang dan muncul di depannya, dengan gerakan cepat kulayangkan tinju dari bawah membuat kepalanya menengadah ke langit kemudian memukuli tubuhnya dengan cepat hingga dia tidak bisa bergerak.


"Bagaimana bisa kau muncul dengan cepat?"


"Saat kau memukulku, aku menempelkan lingkaran sihir di baju besimu."


"Lingkaran teleportasi?"


"Pada dasarnya sihir ini bisa digunakan saat seseorang pernah datang ke tempat tersebut, tapi ada cara lain yang bisa digunakan dengan efisien yaitu dengan membuat tanda dan menjadikannya sticker gambar... tentu beberapa penyihir bisa melakukannya secara mudah tanpa melakukan hal merepotkan sepertiku."


"Jangan bercanda, aku kalah oleh gadis kecil."


"Aku bukan gadis kecil... aku wanita dewasa."


Aku memasang kuda-kuda menciptakan bebatuan melayang ke udara, di saat yang sama kulemparkan tinjuku menembus baju besinya hingga tubuh Roswal melesat ke langit lalu meledak dahsyat.


"Gaaaaaaaaaaaaaah."


Hanya teriakan yang terdengar di akhir hidupnya.


Semua penduduk kembali terbangun khususnya Liz yang menatapku dengan pandangan bermasalah.


"Berapa lama aku tidur, Alyssa bahkan berubah menjadi dewasa, dan dadanya sangat montok."


Sebelum Liz berniat memegangnya aku putuskan untuk kembali ke wujud anak kecilku.


"Ini hanya sihir perubahan, mari bergegas kurasa yang lainnya perlu bantuan kita."


"Baik."

__ADS_1


__ADS_2