Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 285 : Bagian Akhir (Arc 2 End)


__ADS_3

Aku secepat mungkin menggunakan Abyss Break untuk menciptakan pelindung besi yang menyelimuti kami semua layaknya sebuah tempurung kura-kura.


Karena waktunya yang singkat aku hanya bisa menyelamatkan orang-orang di sekelilingku termasuk Malifana dan Amber yang sudah pulih dari cederanya. Saat hujan jarum berhenti, sihirku juga menghilang menyisakan ratusan buah jarum yang menancap di sekeliling kami.


Perisai di tanganku juga ikut menghilang juga.


Aku membaringkan tubuhku di tanah setelah mengetahui bahwa semuanya telah selesai. Liz dan Naula mengulurkan jempol ke arahku dan itu terlihat kekanak-kanakan bagiku.


Tak lama kemudian Serilia dan Marika muncul dengan wajah kecewa, apa mereka berhasil mengalahkan Flan? Aku bertanya demikian dan Marika menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan.


"Seorang pria tiba-tiba muncul dan membawanya menghilang."


Itu pasti Remis.


"Tidak masalah, biarkan saja mungkin kita akan bertemu dengannya nanti, untuk sekarang kita harus menyembuhkan orang-orang yang terluka dan memikirkan langkah seperti apa yang harus kita ambil."


"Baik."


Aku mengeluarkan beberapa kotak peti potion yang mana kami bagikan ke semua orang, tak hanya para naga kami juga memberikan obat tersebut kepada manusia yang terlanjur tinggal di sini.


Setelah beberapa hari berikutnya, pada akhirnya kerajaan Hespringer telah diambil sepenuhnya oleh kerajaan Roxalia dan menjadi bagian satu wilayah yang sama.


Para manusia masih dibiarkan meninggali tempatnya dan mereka akan hidup seperti biasanya tanpa dikriminasi atau hal lainnya.

__ADS_1


Singkatnya wilayah naga kini bebas untuk ditinggali siapapun dan perdamaian telah diciptakan di wilayah ini.


Setelah pertarungan panjang kami mengadakan sebuah perayaan besar-besaran yang mana aku masih kesulitan untuk menolak tawaran minuman alkohol, namun entah kenapa akhirnya mereka menyerah dan menggantinya dengan sebuah jus buah-buahan.


Tanpa menunjukan wajahku aku diam-diam meminumnya sampai Amber dan beberapa penduduk dari ras naga mendekat ke arahku.


Mereka semua membungkuk sekali lalu perwakilan dari mereka berkata.


"Terima kasih banyak, ini kedua kalinya Tuan Aksa melindungi rumah kami, bahkan kami tidak tahu bagaimana cara membalasnya."


"Itu tidak masalah jangan terlalu dipikirkan, tapi dua kali.. ini mungkin pertemuan kita yang pertama."


"Tidak tidak, ini yang kedua kali... Anda sudah menyelamatkan kami dari ouroboros waktu itu, kami tidak mungkin melupakannya walau sekarang anda mengenakan topeng."


Mereka tertawa kecil saat aku membuka topengku.


"Kenapa tuan menyembunyikan wajah? Kukira Anda sedang mencoba terlihat keren."


"Kukira kalian akan marah karena aku mengalahkan Fraksi naga kehancuran."


"Itu jelas tidak mungkin, malah kami sangat berterima kasih.. saya yakin kedepannya para naga bisa hidup lebih baik lagi."


Amber memotong.

__ADS_1


"Aku berfikir akan membawa kembali para naga yang mengasingkan diri karena peperangan, aku akan membuat semua naga kembali bersatu tanpa harus terbagi dengan fraksi-fraksi berbeda."


"Itu bagus, pastikan untuk mengunjungi dewi naga di menara Altima nanti."


"Tentu saja, beliau harus tahu tentang kami juga."


Aku tersenyum kecil selagi mengelus rambut Amber.


Sementara itu Liz, Naula dan Malifana mengembungkan pipinya kesal. Mereka juga mungkin ingin mendapatkan perhatianku juga.


Betapa merepotkan itu.


Petualangan kami masih panjang mereka pasti akan mendapatkannya di lain waktu.


Untuk Serilia dan Marika mereka akan membantu Amber dalam pembangunan kerajaan kembali. Keduanya akhirnya mendapatkan rumah yang mereka inginkan.


Amber mengangkat gelas minumannya dan berkata.


"Untuk perdamaian, bersulang."


"Bersulang."


Dan alunan musik menemani pesta meriah kami.

__ADS_1


__ADS_2