
Marika mengulurkan tangannya ke arahku yang mana kuterima dengan baik hingga aku berdiri saling menatap satu sama lain.
"Ada apa?"
"Kupikir kau pasti gadis loli."
"Kenapa semua orang mengejekku dengan gadis loli."
Aku menggaruk kepalaku.
"Bukannya gadis loli tidak disenangi melainkan mereka paling banyak disukai pria."
"Kau pasti lolicon."
"Aku hanya mengatakan kebanyakan yang kudengarkan di guild petualang... mari abaikan itu, jadi kau sama denganku yang berasal dari dunia lain."
"Benar sekali, aku datang kemari lewat pemanggilan yang dilakukan kerajaan Hespringer.. kau bisa mengatakan bahwa aku terpaksa datang ke dunia ini."
"Karena Itulah kau membantuku."
"Aah, berbeda denganku semua pahlawan selainku merupakan orang-orang yang mengerikan termasuk raja sendiri, saat kau menemuinya kau akan mengerti."
Untuk sementara aku mungkin akan menganggapnya sekutu.
Dia melanjutkan.
"Kau menyuruh semua penduduk kota ini maupun para naga lainnya untuk menyerang ke ibukota, kurasa mereka pasti dalam kesulitan sekarang.. dibanding aku atau Loki orang bernama Fran lebih menakutkan."
"Kurasa aku akan menyusul mereka sekarang."
"Skill teleportasiku memiliki cool down satu jam untuk diaktifkan kembali karena itu bawa aku juga."
"Baiklah."
Marika melompat ke arahku lalu memelukku dengan kaki di lingkarkan di pinggangku mengangkangi.
"Aku sudah siap, cepat berangkat."
__ADS_1
"Kau ini sedang menggodaku atau sesuatu seperti itu."
"Tepat sekali, aku ingin memastikan kau adalah lolicon."
Aku menghela nafas panjang. Dia malah melakukan hal yang sering dilakukan guruku saat waktu senggang.
Aku memilih mengabaikannya dan muncul tepat di atas ibukota Hespringer atau lebih tepatnya kami melayang di udara.
"Hebat, jadi barusan merupakan teleportasi yang tanpa perlu menandai lokasinya... kurasa kekuatanmu pasti ngecheat."
Aku tidak ingin mengatakan bahwa aku dilatih oleh para dewi, untuk sekarang kami akan turun perlahan.
Beberapa ledakan terjadi di sekelilingku yang menandakan pertempuran sedang berlangsung, anggota partyku pasti berada di salah satu tempat ledakan dan aku yakin mereka akan baik-baik saja.
Marika menjauh dariku untuk membetulkan pakaiannya.
"Kau yakin akan terlibat dengan pertempuran ini."
"Yap, dari awal aku memang ingin menjatuhkan kerajaan ini hanya saja jika aku sendiri itu jelas mustahil tapi sekarang berbeda," kata Marika mengepalkan tinjunya.
"Kalau begitu mari antarkan aku."
Dipandu oleh Marika yang berlari di depan, kami berdua menaiki jalan tangga ke daratan yang lebih tinggi, di sela-sela itu Liz berteriak ke arahku bersama yang lainnya.
"Aksa, kami di sini."
"Kalian."
Aku dan Marika berhenti sejenak untuk memeriksa keadaan mereka.
"Kalian baik-baik saja?"
Liz memelukku erat seperti biasanya, Liz mengenakan gaun yang tidak menutupi seluruh punggungnya karena itu saat aku menyentuhnya itu akan langsung terasa di kulitnya yang halus dan lembut.
"Ini bukan waktunya bersantai, dia datang."
Atas perkataan Naula, sosok wanita muncul dari puing-puing reruntuhan yang menimpanya, wanita itu membawa senjata semacam jarum raksasa.
__ADS_1
"Dia Flan," potong Marika.
Jadi dialah orang yang harus kami waspadai.
Malifana menggunakan sihir penyembuhnya untuk membungkus Serilia, Naula dan juga Liz dalam cahaya terang.
"Bagaimana dengan para naga?" tanyaku demikian.
"Mereka masih bertarung, seharusnya mereka sudah bisa masuk ke dalam istana namun pria dengan tombak menghalangi pintunya," balas Liz.
Satu lagi orang dari dunia lain selain yang ada di depan kami.
Flan memotong.
"Jadi kau berkhianat Marika."
"Maaf saja tapi dari awal aku tidak setuju dengan kerajaan ini."
"Begitukah.. maka dari itu, aku punya alasan untuk membunuhmu sekarang, kurasa akan jauh lebih indah saat aku menjahit seluruh organmu dan memajangnya di kota."
"Itu pun jika kau bisa mengalahkanku."
Marika menarik pedangnya untuk memamerkan ujungnya pada musuh.
"Biar aku yang mengatasi ini, kalian pergilah ke istana sebelum raja itu mencoba memanggil pahlawan lain dari dunia lain."
"Kau yakin bisa menang?"
"Entahlah, aku akan mencobanya."
"Serilia kau bantu Marika di sini, biar kami yang akan pergi ke istana."
"Aku tidak keberatan lagipula aku ingin membalasnya juga."
"Mari pergi."
"Baik."
__ADS_1
Aku bersama Naula, Liz dan Malifana bergerak untuk menaiki jalan tangga.