Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 236 : Roh Domba


__ADS_3

Dengan menggabungkan manaku dan Liz, maka setiap Liz menggunakan sihir tingkat atasnya dia mengambil setengah energiku.


Meski begitu Ice Forest of the Death hanya bisa digunakan tiga kali karena memperberat tubuh penggunanya.


"Sekali lagi, aku ingin bisa melakukannya lima kali."


"Sudahlah, kau akan kelelahan Liz."


"Tapi aku ingin bisa diandalkan oleh Aksa."


"Apa yang kau katakan, entah Liz, Naula, Alyssa atau semuanya sudah sangat membantuku. Kalau tidak ada kalian aku tidak mungkin ada di sini."


"Aksa... Hueeeehh, aku akan selalu mengikutimu, tolong jadikan budak tidur juga?"


"Ogah."


Dia masih seperti dulu.


Setelah pertarungan lama kami mulai mengumpulkan batu sihir dan menyimpannya di sihir penyimpananku sebelum akhirnya memutuskan untuk berisitirahat sebentar.


Di sela-sela itu aku menggunakan sihir pemanggilan.


"Summon magic... Neko."


Seekor kucing putih bersayap muncul dalam sekejap.


"Aku siap menerima tugas tuan."


"Tolong jelajahi pulau ini dan laporkan jika kau bertemu seekor naga."


"Naga? Apa aku disuruh melawannya."


"Tidak aku hanya ingin memastikan keberadaannya di pulau ini."


"Aku mengerti, aku segera pergi."


"Aah, tolong yah."


Tak lama langkah seseorang terdengar dari belakangku.


"Aksa apa kamu memanggilku?"

__ADS_1


Suara itu berasal dari Naula.


"Benar."


Aku meminta Liz untuk memanggilnya.


"Lalu ada apa?"


"Liz apa kau ingin bisa menggunakan sihir?"


Matanya berkilauan dan ia mendekatkan wajahnya.


"Terlalu dekat, dekat."


"Tak apa aku bisa lebih dekat dari ini."


Dia malah memelukku sebelum akhirnya kami duduk saling berhadapan dan aku menjelaskan.


"Naula bisa menggunakan kontrak roh untuk bisa menggunakan sihir, beberapa kesatria kerajaan Elysium juga yang tidak bisa menggunakan sihir melakukan hal sama bahkan mereka juga bisa menggunakan roh astral untuk menyelimuti dirinya dengan zirah besi."


Naula cemberut.


"Kalau ada hal seperti itu, kenapa tidak kau katakan sejak awal."


"Mana mungkin tidak tertarik, aku ingin bisa membuat sihir luar biasa, terlepas dari itu aku ingin semakin kuat agar mampu membantu Aksa semampuku."


Aku tersenyum sebagai balasan lalu melanjutkan.


"Mari buat lingkaran sihir pemanggilnya."


Kuciptakan lingkaran sihir dengan ranting di tanah, saat Naula menyentuh lingkaran tersebut itu bersinar terang.


Yang harus dia lakukan hanyalah membayangkan roh seperti apa yang dia inginkan dan yang muncul selanjutnya seekor domba berukuran sebesar kucing dengan bulu halus serta pita merah yang diikatkan di tanduknya.


Dia betina walaupun punya tanduk.


"Uwaahh... lihat Aksa, dia sangat imut. Aku akan menamainya Lola."


"Hentikan jangan memelukku."


"Mustahil."

__ADS_1


"Jadi kau yang memanggilku kemari untuk membuat kontrak roh denganku."


Aku menggantikan Naula untuk menjawabnya.


"Benar, dia Naula dia tidak bisa menggunakan sihir kurasa kau bisa membantunya."


"Tentu saja bisa, jangan remehkan aku.. aku sangat kuat loh."


"Jadi sihir apa yang kau bisa lakukan?"


"Walau aku seperti ini aku bisa menggunakan sihir angin, aku juga bisa termasuk roh Astral."


Ini pertama kalinya ada roh berbentuk hewan yang bisa melakukannya.


"Imutnya... imutnya."


"Berhenti menggosokan wajahmu di buluku."


"Aksa, kita harus kembali berjalan," Lisa muncul dari balik pohon.


Ia terlihat terkejut saat melihat Lola yang ada dipelukan Naula dan selanjutnya semua orang bergantian memeluknya.


"Kenapa ini terjadi padaku."


Selamat berjuang.


Ketika aku menyemangati Lola dalam pikiranku suara Neko terdengar dengan sihir telepati.


"Tuan aku melihat banyak monster di mana-mana, mereka tampak menakutkan dan sangat buas tapi apa-apaan dengan ukurannya."


"Hutan ini memberikan mana berlebih ke setiap monster dan tumbuhan hingga mereka bisa sebesar itu, lalu bagaimana soal naganya?"


"Dia tinggal di tengah pulau ini, aku tidak yakin tapi sepertinya naga ini sedang menyerap energi pulaunya."


"Jadi itu alasannya."


"Apa yang harus kulakukan sekarang?"


"Itu sudah cukup, kau kembalilah... lain kali aku akan memberikanmu ikan."


"Aku sangat menantikannya."

__ADS_1


Neko menghilang seutuhnya.


Keberadaan naga telah ditemukan kini kami akan pergi ke sana.


__ADS_2