Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 141 : Anastasia


__ADS_3

Aku berkata ke arah si paman.


"Sepertinya tempat ini akan hancur."


"Itu akan jadi masalah jika kau melakukannya."


"Aku akan menggantinya."


Di saat kami berdua berbicara santai, si pria mesum berteriak.


"Beraninya kau melakukan ini semua padaku, apa kau tahu siapa aku?"


"Seorang rentenir," balasku ringan.


"Aku ini seorang yang akan menguasai kota ini, dengan kekuatan dan kekayaanku, maka seluruh sumber daya akan menjadi milikku seutuhnya."


"Kyaa, tuan sangat hebat," wanita yang bersamanya turut mendukungnya.


"Sayang sekali tapi di benua ini tidak akan ada lagi orang yang memerintah, entah itu kelompok Aliansi ataupun Federasi, sebaiknya kau tidak perlu bertingkah atau Black Death akan membunuhmu."


"Balck Death haha, aku tidak takut, aku sudah memperkejakan para bodyguard ini termasuk petarung terlatih, kau barusan mengganggu kesenanganku karena itu kau harus menerima hukumannya, habisi dia."


Para bodyguard mulai menyerangku secara bersamaan.


Aku menghilangkan senjataku dan menjatuhkan mereka dengan pukulan serta tendanganku hingga hanya tersisa si pria mesum bersama si wanitanya saja.


Saat aku hendak mendekat seseorang menahan tinjuku dengan pedang yang tersarung, dia adalah wanita yang kutemui kemarin malam.


Anastasia.


"Aku tidak bisa membiarkamu melukainya, dia adalah aset penting bagi kami."

__ADS_1


"Kau bersekongkol dengan kerajaan Cygnus," kataku pada pria itu.


"Sebentar lagi mereka akan menyerang kota ini, karena itu aku hanya memihak pada orang yang akan menang, mereka akan menjadikanku penguasa kota ini."


Dia tipe orang yang aku benci.


Apa boleh buat aku memang harus menghadapi Anastasia, dengan mengalahkannya itu akan cukup mengurangi kekuatan kerajaan musuh.


Aku menciptakan pedang di tanganku lalu menebas Anastasia, tanpa menarik pedangnya keluar sarungnya sudah cukup menahan serangan tersebut.


"Bolehkah aku pergi dulu sebentar, sekarang aku tidak mengenakan apapun di balik bajuku loh."


Aku segera menendang tubuhnya hingga Anastasia meluncur ke samping lalu menabrak sembilan bangunan di belakangnya.


Orang-orang terkejut dengan apa yang kulakukan barusan.


"Mu-mustahil, dia adalah salah satu jenderal loh."


Aku mengarahkan ujung pedang di leher si pria mesum.


"Pergilah dari kota ini jika tidak aku akan membunuhmu sekaligus termasuk bawahanmu," dengan hanya perkataan itu mereka semua berlarian ketakutan.


Aku mengeluarkan kantong kecil lalu melemparkannya ke arah si pemilik bar, hingga dia tersenyum.


"Datang lagi."


"Aah."


Aku melesat terbang ke arah dimana Anastasia jatuh, dia berlutut selagi memegangi perutnya.


Darah keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Black Death benar-benar mengerikan... kau sama sekali tidak menahan diri bahkan pada wanita."


"Musuh tetaplah musuh, jika dia anak kecil tapi mampu membunuh seseorang serta membahayakan sekitarnya, aku sudah tidak ragu membunuhnya."


"Tapi kau membiarkan pria itu pergi."


"Walau dia itu menyebalkan, dia masih mempekerjakan orang-orang yang membutuhkan uang, karena itu aku tidak membunuhnya dan hanya mengusirnya saja."


"Dasar aneh."


Anastasia menarik pedangnya lalu membuangnya sarungnya ke samping.


"Harusnya aku bertarung nanti tapi kurasa tidak ada jalan lagi, seharusnya aku biarkan saja pria itu, perintah melindungi yang menyebalkan."


Kelopak bunga berterbangan ke segala arah, saat Anastasia mensejajarkan pedangnya dia menghilang dalam sekejap, aku berbalik selagi menahan pedang yang terayun padaku hingga beberapa kali.


"Aku sudah memberikan kesempatan agar seluruh kerajaan menyerah, apa pemimpin kalian buta hurup? Dan memilih bertarung."


"Bodoh, bagi kami kau hanyalah sebuah ancaman kecil yang harus dihilangkan, tadinya aku ingin menggodamu dengan tubuhku tapi sepertinya gagal."


"Biar aku tanya satu hal lagi?"


Prang.


Pedang kami tertahan satu sama lain.


"Siapa saja orang yang tahu identitasku?"


"Cuma aku, aku tidak suka berbagi rahasia dengan orang lain.. saat kau hendak mengenakan topeng, aku tidak sengaja melihatmu."


Seharusnya aku lebih berhati-hati saat itu.

__ADS_1


__ADS_2