
Aku duduk di sofa sementara Nermala duduk di pangkuanku selagi memelukku dengan erat.
Jangan salah paham aku tidak melakukan hal tidak senonoh dengannya, yang kulakukan hanyalah sebatas pengisian energi dewi.
Semenjak aku memberikannya pada Vira, kini aku dituntut harus menerimanya dan dengan cara ini aku akan mendapatkan perlindungan ilahi atau semacamnya.
Yang jelas hubungan kami berdua bisa semakin erat dengan ini.
"Ini sudah dua jam bisa Nermala melepaskanku lagi."
"Tidak, sedikit lebih lama lagi aku cukup terangsang."
"Kurasa sudah cukup."
Aku memangku tubuh Nermala dan menjatuhkannya di samping sofa, hingga ia menatapku dengan pandangan berkaca-kaca.
"Kemanakah perginya Aksa yang kukenal, saat pertama kali bertemu, dia pria yang polos dan ramah bahkan dia selalu bersikap baik dengan mendorongku ke dinding lalu membuat hal gila."
"Aku tidak ingat itu, lalu di mana Sirius dan Marine?"
"Aku menyuruh mereka pergi untuk mengambil buah persik... kurasa mereka akan sibuk seharian ini, jadi kita hanya berduaan saja."
"Apa tempatnya jauh?"
"Bukan begitu, saat masuk masa panen buah persik akan berterbangan ke segala arah, ketika busuk mereka baru jatuh ke tanah."
Ada buah seperti itu juga?
"Kalau mau kita bisa pergi ke sana."
"Aku pikir biarkan saja, aku juga ingin sedikit ketenangan di sini."
__ADS_1
"Begitu."
Setelah keheningan sesaat Nermala melanjutkan.
"Sebenarnya rumah ini terlalu sederhana dan kecil, menurut Aksa apa tidak keberatan aku menggantinya menjadi seperti sebuah mansion atau sebagainya, kita memiliki Sirius dan Marine kurasa mereka pasti sedikit tidak nyaman jika tinggal di sini."
"Aku tidak keberatan, bagaimanpun keadaannya aku tetap akan merasa nyaman."
Begitu juga Marine dan Sirius tapi memiliki nuansa berbeda bukanlah hal salah.
"Aku mengerti, karena itu aku ingin Aksa sendiri membantuku juga."
"Kenapa aku juga?"
"Kita tinggal bersama di sini, kupikir kita bisa berbagi hal yang kita sukai termasuk gaya rumah."
Dewi ini semakin lama semakin manis.
"Bagus, mari kita keluar."
Dengan sekali jentikan rumah sebelumnya telah menghilang dan hanya menyisakan sebuah tanah lapang yang luas.
"Pertama kita akan membuat seperti apa bentuk luarnya, apa Aksa menyukai bentuk yang seperti jamur atau sepatu."
"Aku pernah melihat hal sama di dalam game jadi mari buat sesuatu yang sedikit berbeda."
Nermala menyukai hal yang sederhana jadi
"Bagaimana kalau kita buat rumah di dalam pohon besar."
"Eh? Apa itu akan lebih bagus dari mansion."
__ADS_1
"Begitulah, untuk mengganti suasana bukannya itu terlihat menyenangkan."
"Memang benar, baiklah.. kemudian bagian dalam, mari buat jadi dua tingkat, beberapa kamar kemudian ruang keluarga yang besar dan juga dapur."
"Itu akan menarik, pastikan untuk membuat perabot dari kayu juga seperti lemari, meja dan kursi."
"Aku akan membuatnya."
Dan setelah kami selesai merangkainya, rumah tersebut muncul dalam sekejap. Sirius dan Marine yang baru tiba terbelalak hingga menjatuhkan beberapa buah persik di tangannya.
"Rumahnya berubah."
Harusnya kalian berdua berteriak di luar rumah bukan di dalam ruangan, ucapku dalam hati.
"Suamiku."
"Suamiku."
Mereka memelukku.
Aku sama sekali tidak ingat sudah menikahi keduanya.
Aku mengupas beberapa buah persik yang dibawa ke duanya lalu meletakkannya di piring dengan rapih. Nermala, Sirius maupun Marine secara bergiliran memakannya.
Aneh bahwa buah ini sebelumnya berterbangan.
"Enak sekali."
"Benar."
"Kalian berdua terlalu banyak memakannya."
__ADS_1
Ini memang tempat yang nyaman namun aku sudah memiliki tempatku sendirian karena itu aku tidak bisa tinggal.