Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 287 : Labirin Underworld


__ADS_3

"Maaf sudah melibatkanmu dengan hal merepotkan ini, Mavis."


"Tidak masalah, aku senang membantu antar sesama rekan petualang, sayangnya Xie Lien masih sibuk dengan pekerjaan lainnya jadi dia tidak bisa ikut."


"Tidak masalah ada nona Vermilion dan Serena yang membantu, itu sudah cukup."


"Baiklah jika kau mengatakan itu."


Vermilion bertanya dari belakangku.


"Xie Lien siapa?"


"Dia sesama petualang di guild kota Antares selain mengambil pekerjaan sebagai petualang dia juga mengambil perkerjaan sebagai penghibur."


"Penghibur, apa itu?"


Aku segera membantahnya.


"Dia seorang penari dan penyanyi, dan dia hobi menghibur banyak orang."


"Jadi begitu."


Di dunia ini memiliki tiga kebudayaan yang hampir mirip di dunia lamaku, seperti Jepang, Cina dan terakhir Eropa.


Mari buat Indonesia juga berada di dalamnya suatu hari nanti.

__ADS_1


Namun dari ketiga tempat yang memiliki kebudayaan tersebut aku yakin tidak boleh masuk ke wilayah kekaisaran Lihao.


Tempat itu memiliki hubungan baik dengan Benua Utara, dan sekarang mereka mencoba mencari seseorang yang bernama Black Death yang telah membumi hanguskan seluruh kerajaan di sana hingga kini benua itu juga disebut benua tanpa tuan.


Tentu orang yang dimaksud Black Death itu adalah aku.


Mereka mencariku dan jika ditemukan aku jelas akan dihabisi. Dibanding menambah masalahku aku lebih memilih menghindarinya untuk sekarang.


"Ngomong-ngomong sebenarnya kita akan pergi kemana?" pertanyaan itu berasal dari Serena yang mulai bosan.


"Labirin Underworld," kataku singkat.


Jika menara Altima menembus langit, Labirin Underworld menembus bumi. Meksipun ini bukan di bumi juga, itu hanya perumpamaan.


Ekpresi keduanya tampak bermasalah.


"Kalian sendiri yang mau ikut, bahkan jika kita tidak beruntung kita baru bisa menyelesaikannya selama beberapa bulan."


"Jika selama itu posisiku pasti akan digantikan oleh Jeanne d'Arc."


"Dan posisiku oleh Vivia Legal."


Aku tidak mendengar nama Lesoria Floresta di sana, tapi biarlah.


"Kalian bisa mundur sekarang, aku tidak keberatan."

__ADS_1


"Sudah sejauh ini aku akan terus ikut sampai akhir."


"Aku akan mengatasi masalahnya apapun sebagai komandan Kesatria kerajaan."


Belum sampai mereka sudah mengibarkan bendera kematian, tapi hal seperti itu bisa kami minimalisir.. karena Itulah aku membawa Mavis bersama kami.


Dia sudah pernah masuk ke dalamnya hingga terjebak selama setahun di sana, selama itu dia baru bisa mencapai 50 lantai dari 100 lantai yang tersedia.


Dengan kemampuannya aku yakin dia bisa membawa kami lebih cepat ke dasar dari siapapun. Dalam perjalanan kami dihadang beberapa monster penghuni padang rumput.


Tanpa mengurangi kecepatanku aku menabrak mereka sebelum akhirnya mengeluarkan granat dari sihir penyimpananku.


Satu tangan menyetir dan satu tangan kujulurkan ke luar jendela untuk menjatuhkan granat hingga setelahnya ledakan besar terjadi di belakang kami.


"Itu sangat bagus, di depan ada satu lagi," seru Vermilion.


"Jangan khawatir."


Kap mesin mobil mulai terbuka menampilkan rentetan misil yang meluncur lurus di udara menabrakan dirinya ke tubuh monster hingga daging segar berhamburan ke udara.


Mavis datang dengan komentarnya.


"Yang barusan tadi jika petualang biasa mereka paling tidak harus bertarung sekitar tujuh orang dan memerlukan waktu untuk menumbangkannya tapi Aksa dapat melakukannya dengan singkat, aku sekarang yakin kenapa kau bisa mengalahkan seluruh guild dalam pertandingan waktu itu."


"Aku hanya beruntung," jawabku selagi tersenyum ragu.

__ADS_1


Setelah perjalanan cukup panjang akhirnya kami sampai di mulut gua yang dimaksud, itu memiliki aura seperti iblis yang mana ada beberapa peringatan yang ditaruh di depannya.


"Ada sesuatu yang harus kuambil di lantai 100, jadi mari pergi," kataku demikian.


__ADS_2