
Hari dimana perpisahan kami telah tiba, di gerbang masuk kota Antares aku dan seluruh penghuni masion mengantar kepergian kelompok Ayumi.
Ada sedikit perbedaan tentang Cardina, rantai yang melilit lehernya telah menghilang seutuhnya.
Aku dan Ayumi saling berjabat tangan.
"Setelah tugasku selesai aku akan mengunjungimu lagi."
"Aah, semoga beruntung kalian semua."
"Heliet, aku pergi... jangan sampai kangen loh."
"Aku tidak akan kangen."
"Heh, Vivia?"
"Berisik, pergi sana."
"Baik, rasanya aku malah diusir," balas Meliana berlinang air mata, selama di masion dia terlalu banyak membuat kejahilan jadi dia pantas mendapatkannya.
Mereka semua tersenyum lalu berjalan menjauh, Ayumi, Meliana, Cardina dan Margaret. Keempatnya akan memiliki kisahnya sendiri mulai sekarang.
Setelah kepergian mereka, sudah waktunya aku juga pergi. Aku menatap Heliet dan ia segera memelukku, setelahnya Lulu lalu Nicol, disusul Alyssa dan terakhir Noela walaupun tubuhnya malah menembusku.
Untuk Vivia dia hanya melambai pergi.
Aku sudah mengirim surat balasan kepada Vermilion selaku pemimpin kesatria dari kerajaan Elysium dan sekarang aku juga harus memberitahukan soal Richard pada adiknya Ruri.
Vermilion pernah beberapa kali memintaku menjadi seorang kesatria akan tetapi aku tidak tertarik dan menolaknya. Bagiku kerajaan selalu memiliki sisi buruk dalam pemerintahannya, misal tentang perluasan daerah dengan menghancurkan kerajaan lain dan menjadikan putri dari raja atau ratu yang memerintah sebelumnya sebagai hadiah kemenangan.
__ADS_1
Kalau aku tahu ada kerajaan seperti itu aku pasti akan menghancurkannya dengan tanganku, seperti yang akan kulakukan nanti kepada para bangsawan yang memfitnah keluarga Richard.
Ayumi bisa membunuh banyak orang untuk keadilan yang dimilikinya dan aku juga memutuskan untuk menerapkan hal sama.
Siapapun yang berbuat jahat mereka pantas untuk mati.
"Mari pergi Sirius."
"Aku sudah siap master."
Aku kembali berpamitan pada mereka sebelum melangkah maju, seperti apa yang dikatakan Leonardo, dunia ini memang busuk dan benar-benar berada diambang kehancuran, kendati demikian harapan tidak pernah hilang dari dunia ini.
Sepasang sayap indah muncul di punggung Sirius lalu terbang sementara aku mengeluarkan sapu terbang untuk duduk di atasnya.
Aku bisa terbang tanpa bantuan apapun, hanya saja bepergian selagi duduk seperti ini terasa lebih santai.
Ruri Rufus itu orang seperti apa?
Dengan kecepatan tinggi aku dan Sirius menembus awan putih dan sesekali saling menyusul satu sama lain.
"Nah Sirius, aku memang sudah tahu tentang 12 Dewa-Dewi jahat, hanya saja aku belum tahu sebenarnya apa yang kalian lawan dulu?"
"Itu sudah sangat lama master, tapi kalau tidak salah mereka menyebut dirinya Ouroboros, beranggotakan beberapa orang yang menentang kehendak Dewi utama."
"Ouroboros, apa mirip sebuah organisasi kriminal?"
"Bisa dibilang begitu, mungkin. Karena aku langsung dikurung oleh Dewa-Dewi lain jadi aku tidak tahu seperti apa mereka mengalahkannya."
"Begitu."
__ADS_1
Saat malam tiba kami tidur di dalam hutan, aku membuat sup dari jamur serta olahan yang mudah ditemui di sekitar sini.
Melihat seberapa lahap Sirius memakannya itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.
"Tambah lagi master."
"Tentu."
Saat aku memberikan sup ke sepuluh milik Sirius, seseorang keluar dari dalam semak-semak, tak hanya satu dibelakangnya juga ada 10 orang lagi yang mengikutinya.
Kata yang mereka ucapkan hanyalah lapar, lapar dan lapar.
Mereka bukan zombie melainkan manusia biasa pada umumnya.
Aku menjatuhkan mereka dengan sihir angin mendekat ke arah seorang pria muda dan melihat apa yang terjadi pada tubuhnya.
"Bagaimana master?"
"Mereka keracunan buah dimana akan selalu merasa lapar."
"Pantas saja mereka mengatakan lapar padahal tubuh mereka terlihat gemuk."
"Aku bisa menyembuhkan mereka, tolong tangkap mereka Sirius.
"Serahkan padaku."
Meski malam hari cahaya bulan sudah cukup untuk menerangi kami.
Aku mengambil rumput secara sembarangan, beberapa daun bunga, kemudian kucampur dengan ramuan lain dan menumbuknya supaya hancur, baru setelahnya aku saring selagi memasukan air hangat hingga berubah menjadi teh yang sangat pahit.
__ADS_1
Sirius memegangi satu persatu orang sementara aku memasukan teh yang kubuat ke dalam mulut mereka.
Saat mereka sadar mereka akan berlari ke semak-semak kemudian muntah di sana.