
Meski telah menerima serangan yang luar biasa Pangsit masih berdiri di atas reruntuhan lalu berjalan ke arah arena.
Beberapa orang berusaha menghentikannya meski begitu dia tidak mengakui kekalahannya dan terus mencoba naik ke arena pertarungan.
Pada akhirnya dia kembali berdiri di depanku untuk menantangku sekali lagi. Ia sekarang menggunakan seluruh energi di tangannya lalu melesat ke arahku.
Jika aku menggunakan pedangku dia pasti mati, aku tidak berniat membuat sekte elang emas bergerak saat dia mati karena itu akhirnya aku menggunakan tinjuku untuk menahan tinjunya hingga tertahan di tengah-tengah dengan ledakan luar biasa membuatnya terbang dan kembali menghantam bangunan.
Aku berfikir apa dia akan bangkit lagi namun sepertinya tidak ada pergerakan, dia sepenuhnya telah kehilangan kesadaran.
"Pemenangnya Aksa dari sekte pedang keadilan."
Yu'er dan Chunhua berteriak senang untukku, saat ketua dari sekte ini akan mengumumkan kemenanganku aku jelas menolaknya.
"Aku datang ke sini untuk menyelamatkan Xie Lien dan membawanya kembali ke kerajaan Elysium sebagai petualang."
"Apa? Dia adalah putriku dia tidak akan kembali menjadi petualang, aku ingin dia mengandung anak dari orang terkuat sebagai pewaris sekte ini."
"Aksa?"
"Aku tidak keberatan jika harus melawan kalian semua."
Aku menarik pedangku untuk bertarung kembali, Hao Lian meminta izin untuk melawanku kepada pemimpin sekte dan ia akhirnya melompat ke depanku.
Ia pemilik energi Qi api yang berada ditingkat atas jadi sebaiknya aku bertarung dengan serius.
__ADS_1
"Di pertarungan sebelumnya kau terlihat bermain-main, kuharap kau akan menunjukkan seluruh kekuatanmu."
"Jika itu maumu."
Aku mengayunkan pedangku ke depan menciptakan bilah angin yang memotong arena menjadi dua bagian. Aku berusaha tidak mengenai Hao Lian jadi dia baik-baik saja.
"Mustahil?" orang-orang beraliran dengan takut sementara aku dan Hao Lian saling menatap satu sama lain, seluruh tubuhnya di selimuti api yang kemudian seolah membentuk burung Phoenix.
Aku memang akan berurusan dengan hewan bencana berbentuk Phoenix, mari anggap saja ini latihan kecil.
Hao Lian melangkah maju dengan cepat, dia mengirim tinju berurutan yang mana kuhindari setipis rambut, dia mengirim tendangan api yang kutahan dengan tangan kosong sementara tangan lain membalas dengan pedang.
Hantaman pedangku menciptakan deburan debu ke udara sehingga Yu'er dan Chunhua harus menutupi wajah mereka jika tidak ingin debu mengganggu keduanya. Hao Lian yang terselimuti api mampu menahannya sehingga tak bergerak sedikitpun.
Pedangku bertambah berat sebesar 50 kilogram, setiap detik yang berjalan itu akan bertambah kelipat dua hingga tubuhnya merebas ke dalam tanah.
Dia meledakan dirinya agar bisa terlepas dariku.
"Kini aku yakin pedang yang kau bawa itu merupakan warisan kaisar pertama bernama pedang Wuyan, kudengar pedang itu sulit dikendalikan tapi dia sepertinya mengakuimu sebagai tuannya."
"Jadi itu namannya... pedang ini bagus jadi aku menggunakannya."
"Sungguh beruntung kau memilikinya meski tidak tahu apapun.. pedang itu dibuat dari tubuh istrinya sendiri."
Istrinya dijadikan pedang bukannya itu keterlaluan. Tapi pasti ada cerita di dalamnya lain kali akan kuselidiki di tempat kekaisaran.
__ADS_1
"Jika kau tidak bisa mengatasinya aku bisa mengalahkanmu dengan tangan kosong."
"Jangan sombong.. aku pasti akan mengalahkanmu."
Dia mengumpulkan api di tangannya dengan memasang kuda-kuda yang sempurna.
"Rasakan ini, tinju api penembus bumi milikku."
Untuk kedua kalinya aku melihat jurus itu kembali, tanpa melarikan diri aku menghadapinya secara langsung dengan cara menggunakan sihir pelindung karena api yang besar pandangan semua orang terhalang hingga tidak ada siapapun yang menyadarinya. Tepat saat api menghilang aku segera menghilangkan sihirku dan berdiri tanpa tergores sedikitpun.
Wajah semua orang memucat.
"Bagaimana bisa? Tidak ada siapapun yang bisa menahan api tingkat maksimal seperti itu tanpa hangus menjadi debu."
"Dia monster."
Aku bisa mendengar orang-orang mengirim perkataan tersebut, dibanding tinju api penembus buminya sihir Hell of the Abyss milikku lebih kuat sepuluh kali lipat.
Pijakan Hao Lian mulai goyah, saat dia mencari ketenangannya aku sudah berada di depannya dengan langkah kilat lalu memukul perutnya dengan kuat.
Efek dari energi Qi membuatnya tak bisa bergerak selain memegangi perutnya dengan kesakitan.
Aku melirik para tertua di sekte teratai hitam.
"Sekarang siapa selanjutnya?" tanyaku demikian.
__ADS_1