Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 206 : Tembakan Akhir


__ADS_3

Fafnir membuka mulutnya lebar-lebar lalu dari sana sebuah api ditembakan ke arahku, secara otomatis sebuah pelindung melindungiku saat aku terus berjalan ke arahnya.


Fafnir yang terlihat terkejut mengubah serangannya dengan cara melempar material di sampingnya hingga satu rumah pun meluncur ke arahku dan meledak di belakangku.


Aku dengan cepat muncul di depannya, saat aku menodongkan pistolku dia menahannya dan itu meletup di samping kiri.


"Kau benar-benar ingin membunuhku?"


"Kenapa tidak, jika itu demi kedamaian.. aku akan terus berjuang."


"Menyedihkan."


Tanganku yang ditahan oleh tangannya di angkat ke udara bersama tubuhku sebelum dia lemparkan menembus satu bangunan.


Asap debu mengepul dari tempatku terjatuh.


"Lihat kan, manusia hanya makhluk lemah dihadapan para naga, ini juga termasuk untuk semua ras."


"Bodoh, jika kau memperhatikan apa yang ada di bawahmu secara seksama kau akan tahu."


"Apa maksudmu?"


Tepat saat Fafnir menengok, itu meledak dahsyat, sesaat dia melemparkanku aku menjatuhkan beberapa granat di bawah kakinya.

__ADS_1


Itu tidak cukup membunuhnya namun cukup efektif memberi luka yang lumayan sakit.


Seiring asap yang terbawa oleh angin semakin lenyap sosok Fafnir terlihat semakin jelas, berbeda dari sebelumnya sekarang tubuhnya dilapisi oleh kulit tebal berupa sisik.


Ekor panjang tumbuh di bagian belakangnya dengan dua tanduk yang semakin besar.


"Ini pertama kalinya aku menunjukan kekuatan ini pada orang lain, kuakui kau memang kuat dan lawan yang pantas untuk dihadapi olehku tapi sayangnya pertarungan akan berubah mulai sekarang."


Dengan hentakkan di belakang kakinya Fafnir meluncur ke arahku secara zig-zag, kecuali debu yang dibuat pijakannya dia sama sekali tak terlihat.


Kutembakan senjataku mengenai kepalanya, setiap peluru memercikan api kendati demikian kulitnya yang keras jelas sangat sulit dilukai.


Ketika aku sadar dia telah berada di depan wajahku, ia mencengkeram wajahku lalu menghantamkannya ke tanah sebelum berlari selagi menyeret kepalaku.


Dia melompat jauh ke atas untuk menghantamkan tubuhku jatuh menukik tanah di saat yang sama Fafnir meregangkan tangannya untuk menciptakan bola hitam di depannya.


Aku menyeka darah dari mulutku dengan asap mengepul ke udara.


"Kau bisa menahan semburan naga dengan baik, jika begitu bagaimana dengan ini?"


Sebelum dia mengaktifkan sihirnya aku tersenyum dan dalam sekejap sihir itu menghilang seutuhnya.


Aku mengarahkan satu tanganku tanpa memperdulikan darah yang mengalir melewati wajahku.

__ADS_1


Satu tembakan mengenai bahunya hingga dia terdorong sedikit ke belakang.


Dengan tiga kali tembakan itu masih bisa menembus kulitnya. Fafnir hanya bisa berteriak selagi berlari ke arahku tanpa memperdulikan tubuhnya ditembaki.


Jarak 10 meter


"Jika kau membunuhku maka seluruh naga fraksi kehancuran akan mengincarmu."


Aku hanya menjawab dengan tembakan.


Door.


"Kau akan mati dan seluruh kota ini akan dihancurkan."


Door.


Jarak 5 meter.


"Aku tidak peduli."


"Ras naga akan menjadi satu-satunya yang akan ada di dunia ini."


Ketika aku dan Fafnir hanya berjarak 1 meter, kuarahkan moncong senapan ke arah kepalanya dan hanya satu tembakan tubuhnya terdorong ke belakang sebelum akhirnya menatap langit.

__ADS_1


"Kau terlalu meremehkan umat manusia, mereka kadang lebih menakutkan dari iblis dan sangat baik dibandingkan ras lainnya," kataku terduduk lemas.


Sisanya hanya menunggu semua ini berakhir.


__ADS_2