
Di dalam kelas Nona Heliet bertanya ke arah kami berdua.
"Apa kalian tahu dari mana asalnya sihir, hingga sebagian manusia bisa menggunakan mana?"
Lesoria yang menjawabnya, itu merupakan pengetahuan umum karena itu, tidak mungkin ada yang tidak tahu.
"Konon itu berasal dari buah di surga yang terjatuh ke dunia."
Menurut beberapa orang, satu Dunia ada satu buah yang turut jatuh ke dalamnya, buah itu dimakan oleh seorang wanita, saat dia melahirkan dua anak, satu anak bisa menggunakan sihir dan satu anak lagi tidak.
Itulah alasan kenapa tidak semua orang bisa menggunakan sihir.
"Kalau begitu kenapa roh juga bisa menggunakannya?"
Kami berdua kebingungan.
"Bukannya roh awalnya dari manusia, pasti dia juga bisa menggunakannya," pernyataanku dibalas dengan gelengan kepala.
Awalnya aku pikir Lesoria akan menertawaiku sayangnya tidak demikian, mungkin dia juga berfikiran sama.
"Salah, yang tepat karena mereka berasal dari buah itu."
Nona Heliet diam sejenak lalu melanjutkan.
"Memang benar buah itu dimakan oleh seseorang, akan tetapi ada bagian penting juga di dalam buah itu... apa kalian bisa menebaknya?"
__ADS_1
"Jangan bilang bagian biji," kataku spontan.
"Benar, biji tersebut tertanam ke dalam tanah lalu tumbuh menjadi pohon sama seperti yang ada di surga namun bukan buah yang dihasilkan melainkan roh yang kalian ketahui dan pohon itu disebut, World Tree."
Ini jelas mengejutkan, pengetahuan seperti ini tidak pernah ada di dalam buku ataupun tertulis di manapun.
"Meski kalian sudah mengetahuinya, alangkah lebih baik merahasiakannya, ini adalah aturan para kesatria di kerajaan ini."
Aku maupun Lesoria mengangguk mengiyakan lalu Nona Heliet menunjukkan kami sihir yang ia kuasai.
"Pertama... Aku yang mengendalikan angin buatlah pusaran kecil, wind Strom."
Di tangannya seketika muncul tornado kecil, kemudian di tangan lainnya ia menciptakan sihir yang berbeda dan langsung berkata.
"Wind Storm."
Ia menyebutnya Magic Script.
Pola ini juga bisa digunakan untuk menghancurkan sihir musuh sebelum mereka aktif.
Lesoria mengangkat tangannya.
"Guru bisakah kau menunjukku sihir terlarang."
"Yah, jika sedikit kurasa tidak masalah."
__ADS_1
Nona Heliet mengulurkan tangannya dimana telapak tangannya menghadap ke atas lalu berkata.
"Hell Fire."
Api menyembur ke langit-langit ruangan, berbeda dari api biasanya, api itu berwarna hitam serta menyerupai iblis, terlepas dari penampilannya yang genit, nona Heliet memang penyihir hebat.
Dia menutup telapak tangannya untuk mematikan api.
"Biasanya para kesatria menggunakan roh untuk membentuk zirahnya yang disebut Astral, beberapa orang diizinkan untuk memanggil roh ke dunia ini tapi untuk kalian bagaimana kalau kita melakukan hal sebaliknya."
"Jangan bilang kami akan pergi ke dunia roh?" ucap Lesoria yang mana dijawab dengan anggukan Nona Heliet.
Lingkaran sihir membungkus kami semuanya, saat aku sadari kami muncul di sebuah tempat asing yang hampir seluruhnya diisi oleh bola-bola kecil bercahaya.
Aku pernah mendengar nama Hutan Roh tapi kurasa ini bukan tepat yang dimaksud, terdapat pohon-pohon yang beraneka ragam namun diantara pohon tersebut ada pohon yang lebih besar jauh di depan kami.
"Mari pergi ke pohon itu."
"Apa pohon itu yang dimaksud World Tree."
"Benar," balasnya dengan singkat.
Di depan pohon raksasa itu ada sebuah kursi singgasana raksasa berjumlah empat buah yang mana masing-masing kursi diduduki oleh sosok wanita raksasa dengan penampilan berbeda warna, yang jelas pakaian dan rambut mereka memiliki warna yang sama, seperti. Api untuk warna merah.
Bumi untuk warna coklat
__ADS_1
Angin untuk warna hijau dan air untuk warna biru.
Hanya satu kesamaan yang mereka miliki, mereka semua tidak memiliki wajah.